Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Maaf kan aku dan i love you


__ADS_3

Lewat tengah malam.


Wiraditya tersentak dari tidur lelapnya karena sebuah mimpi buruk yang dia alami, keringat dingin tampak bercucuran dari balik pelipis dan wajah nya tersebut.


Laki-laki tersebut terlihat diam untuk beberapa waktu, membiarkan bola matanya terbuka dengan sempurna sejak tadi. Sejenak dia membiarkan diri untuk menetralisir perasaan yang tidak baik-baik saja, Wiraditya mencoba untuk menarik nafasnya secara perlahan dan membiarkan rasa yang menghantam tadi menghilang.


Wiraditya pada akhirnya memberikan tubuhnya secara perlahan dan dia mencoba untuk menoleh ke arah Queen W.


Sejenak laki-laki tersebut terdiam menatap ke arah istrinya untuk beberapa waktu, memperhatikan tiap lekuk wajah dari istrinya secara perlahan. Wajah, kening, kelopak mata, hidung dan bibir. Entahlah bagaimana menjabarkan perasaan Wiraditya setiap kali dia melihat wajah istrinya tersebut.

__ADS_1


ingin sekali rasanya dia mengatakan tentang perasaannya secara langsung pada Queen W, tapi dia sama sekali tidak bisa melakukan hal tersebut dan terlalu takut jika nantinya perasaan nya ditolak oleh gadis yang ada di hadapannya itu. Karena dia cukup tau diri dengan dirinya dan siapa dia juga keadaannya, dia juga tahu diri karena pernikahan mereka bukan dilakukan atas dasar cinta melainkan sebuah kesepakatan yang telah mereka buat bersama karena dia pikir dia tidak bisa berharap terlalu banyak dan bermimpi terlalu banyak atas gadis yang ada di hadapannya tersebut.


secara perlahan lagi-lagi tersebut menunjukkan tubuhnya membiarkan diri untuk merapat istrinya beberapa waktu sembari menikmati pemandangan atas kecantikan yang dimiliki oleh istrinya tersebut, salat senyuman mengenal di balik bibir ketika dia melihat bagaimana istrinya terlelap saat ini.


dengan sedikit ragu-ragu secara perlahan dia mencoba untuk membiarkan telapak tangan kanannya bergerak menuju ke arah rambut istrinya tersebut secara perlahan di mana dia berusaha untuk membenahi rambutnya secara perlahan. dia dia tanpa mengeluarkan sedikitpun suaranya dan membiarkan diri menikmati keindahan yang ada di hadapannya terserah hingga pada akhirnya berkata,


"Ada banyak sekali kejutan-kejutan yang aku anggap kamu berikan kepada diriku yang tidak pernah aku dapatkan dalam seumur hidupku, dan selama bersamamu apapun itu kamu memberikannya kepadaku." Laki-laki tersebut dia memberikan jeda pada ucapannya sembari dia menatap dalam dengan tatanan bola mata yang berkaca-kaca ke arah istrinya yang masih terlelap di dalam tidurnya.


"aku malu karena seharusnya apa yang kamu berikan, akulah yang harusnya memberikan kepadamu W tapi aku sama sekali tidak memiliki kemampuan benda yang untuk melakukannya namun aku terus berdoa di dalam hati satu hari aku bisa membahagiakanmu seperti layaknya seorang laki-laki dan seorang suami yang membahagiakan pasangannya juga istrinya." Rasanya saat mengatakan hal tersebut jelas saja membuat perasaan Wiraditya remuk menjadi satu,dimana laki-laki tersebut merasa dia tidak memiliki kemampuan seperti layaknya laki-laki lain yang bisa memenuhi keinginan istrinya dengan limpahan ekonomi yang mereka miliki.

__ADS_1


Terlalu bohong jika dia tidak merasa bersedih dengan keadaan nya tapi dia terus belajar untuk bersyukur apapun yang ada dalam dirinya dan yakin suatu hari dia mampu membahagiakan pasangannya bagaimanapun caranya.


"Maafkan aku jika belum bisa menjadi suami yang kamu harapkan." lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian, dalam tiap ucapan nya terdapat doa dan harapan agar dia bisa membahagiakan Queen W sebelum waktu perpisahan mereka.


Wiraditya menarik pelan nafasnya, membiarkan kabut embun di pelupuk matanya tumpah dan secara perlahan dia memajukan wajahnya, terlalu egois dan serakah memang tapi dia memberanikan diri memberikan ciuman yang begitu hangat di bagian bibir istrinya.


"I love you, W. I love you ." Bisik Wiraditya pelan.


Queen W terlihat menggeliat pelan, membuat Wiraditya dengan cepat membenahi posisi tidurnya tetap dalam posisi menyamping saling berhadapan dengan istrinya, dia memejamkan bola matanya, mencoba menetralisir detak jantungnya atas aksi nekad nya barusan.

__ADS_1


__ADS_2