Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Berkembang cukup pesat


__ADS_3

Ciuman itu terjadi cukup lama, dimana Wiraditya berhasil membuat Queen W tenggelam dalam ciuman manis dan dalam dari laki-laki tersebut. Dia bahkan saking tegang menggenggam erat lengan Wiraditya.


Wiraditya sebenarnya sama sekali tidak ingin melepaskan ciumannya pada gadis tersebut, tapi setidaknya dia harus cukup sadar diri karena ada anak kecil di dalam kamar mereka, dan itu bisa membuat contoh buruk untuk Eros J. Karena itu wiraditya langsung melepaskan ciumannya terhadap sang istri, mencoba untuk menahan hasrat di dalam dirinya untuk berbuat lebih.


Begitu ciuman mereka terlepas seketika wajah Queen W memerah, dia cukup malu menetap laki-laki di hadapannya tersebut sembari gadis itu menggigit bibirnya dan terlihat cukup grogi dengan keadaan.


"Pergilah beristirahat, aku akan turun sebentar untuk membantu grandma." Wiraditya jadi ikut terlihat serba Salah, dia bicara kepada istrinya dan membiarkan Queen W untuk pergi meng'istirahatkan diri.

__ADS_1


Queen W terlihat begitu patuh, langsung menganggukkan kepalanya dan setuju untuk beristirahat siang ini, memilih untuk langsung naik ke atas kasurnya lantas dengan cepat berbaring tidur tepat di samping Eros J.


Wiraditya memejamkan sejenak bola matanya, tapi laki-laki tersebut tanpa mengulum senyuman sembari menahan malu karena habis mencium sang istri. Begitu melihat Queen W bergerak naik ke atas kasur dan membaringkan dirinya, laki-laki tersebut buru-buru langsung beranjak keluar dari ruangan tersebut, menutup pintu dengan sangat hati-hati karena takut memberikan suara berisik yang mungkin membuat Eros J terbangun.


Percayalah, begitu laki-laki tersebut keluar dari kamar itu dia buru-buru langsung menyadarkan tubuhnya ke arah dinding samping kamar sembari mencoba untuk menarik nafasnya, pengaturnya dengan seksama dan mencoba untuk menahan detak jantungnya yang terus bergerak dan berdetak tidak menentu.


Wiraditya cukup tidak percaya jika hubungan mereka pada akhirnya akan berkembang hingga sejauh ini, sebab jika mengingat bagaimana pertama kali mereka bertemu dan bagaimana mereka membuat perjanjian pernikahan rasanya hubungan mereka tidak mungkin akan bergerak hingga sejauh dan sedalam ini bahkan dia tidak memiliki cukup kepercayaan untuk bisa bersama dengan gadis tersebut, mencintai atau bahkan dicintai.

__ADS_1


"W?," tiba-tiba saja satu suara mengejutkan dirinya, membuat laki-laki itu langsung menghentikan langkah kakinya lantas menoleh ke arah belakang.


"Grandpa?,"


"Mari duduk di depan, menghabiskan waktu untuk menikmati kopi panas atau teh hangat dan membicarakan hal-hal bersama di luar sana." dan laki-laki tua tersebut bicara dengan cepat ke arah Wiraditya.


"Mungkin kita bisa bicara tentang beberapa hal soal kamu dan juga soal Widjaja." lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.

__ADS_1


Wiraditya seketika langsung diam, menatap dalam bola mata grandpa Eden, dia kemudian langsung menganggukan kepalanya dengan mantan lantas mengikuti langkah laki-laki tersebut menuju ke arah depan.


Ini begitu kebetulan sekali karena dia pikir ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan kepada laki-laki itu tentang beberapa hal di masa lalu yang sebenarnya masih membuatnya bingung dan ingin cukup banyak dia ketahui yang belum dia ketahui sama sekali.


__ADS_2