
Mansion utama keluarga Ahem Hillatop
Kamar pengantin.
Wiraditya menatap kearah Queen W yang terlihat duduk di depan lemari meja hias mencoba membersihkan sisa make up yang digunakan di pernikahan mereka, dia tahu gadis tersebut pasti lelah sama seperti halnya dirinya yang merasa lelah setelah setelah seharian penuh menghadapi para tamu undangan, berdiri di depan kursi pengantin dan menyalami satu persatu tamu undangan tanpa henti.
Nyatanya makan pun hari ini cukup sulit dan tidak teratur sebab jangankan ingin bisa menelan makanan melihatnya saja mereka tidak sempat apalagi harus menikmati nya. Untungnya mereka sempat menelan makanan di pagi hari di kala orang-orang mendadani mereka tadi.
__ADS_1
Wiraditya beranjak dari posisi nya, bergerak menuju ke arah kamar mandi dan berpikir untuk membersihkan diri nya, terlalu lengket rasa tubuhnya saat ini setelah berkutat pada acara dengan balutan jas kemudian berganti dengan busana pesta lainnya, dia yang tidak biasa menggunakan pakaian seperti itu jelas merasa cukup gerah dan terganggu, tapi Wiraditya sama sekali tidak mengeluarkan suaranya. Memilih menikmati rasa yang biasanya hanya dirasa sekali seumur hidup oleh para pengantin pada umumnya. Dan hari ini rasanya begitu luar biasa, percayalah.
Cukup lama dia berkutat di dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sembari berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya karena mereka pada akhirnya tidur di kamar yang sama, Wiraditya tahu mereka tidak mungkin tidur di atas kasur yang sama untuk melewati malam ini karena itu dia pikir mungkin dia harus pura-pura keluar dan berkumpul dengan para anggota keluarga lainnya untuk ngobrol bersama dan menghabiskan malam ini karena pada malam ini mereka jelas harus tidur di rumah keluarga ayah mertuanya tapi setelah hari ini dia tahu mereka akan pindah ke kediamanku dan akan berlaku layaknya pasangan suami istri jika keluar dan menjadi orang asing jika di dalam rumah.
dan ini adalah kehidupan baru yang akan diajarkan hanya satu atau dua tahun ke depan meskipun dia berharap kebersamaan mereka jangan pernah terputus dan lekang oleh waktu tapi Wira dia tahu yang mengatur semuanya ya Allah dan manusia hanya menjalankan apa yang harus manusia jalankan.
Dan dia mendapatkan istrinya masih berada di tempat yang sama,masih didepan meja rias, dimana saat ini gadis tersebut tengah berusaha untuk membuka resleting pakaiannya.
__ADS_1
Gaun indah yang digunakan Queen W nyatanya tak segampang yang dibayangkan gadis tersebut untuk melepaskannya, Wiraditya tidak tahu sejak kapan gadis itu mencoba untuk melepaskan gaun itu tapi bisa dia lihat sepertinya Queen W cukup berusaha sejak tadi.
Mungkin karena Wiraditya termasuk tipe laki-laki yang gampang membantu orang lain tanpa pernah berpikir soal hal yang lainnya dia bergerak dengan cepat mendekati gadis tersebut dan tanpa berpikir dua tiga kali langsung bicara tepat di belakang Queen W, suara lembut dan halus nya seketika membuat gadis dihadapan tersebut cukup terkejut.
"Sulitkah? biar aku bantu menurunkan nya" Suara Wiraditya terdengar seperti sebuah bisikan, begitu hangat dan juga lembut, terlalu penuh perasaan serta mampu membuat siapapun yang mendengar suaranya cukup meremang dibuatnya dan Wiraditya sama sekali tidak menyadarinya.
Queen W tersentak kaget dan cukup terkejut menoleh secara refleks ke sisi kanannya di mana pada akhirnya hidung mereka nyaris bertemu antara satu dengan yang lainnya dan netra mereka saling menatap tanpa lepas. Di bagian sisi kaca depan mereka seperti pasangan kekasih yang saling menatap antara satu dengan yang lainnya dalam tatapan diam tanpa penjabaran. Begitu indah dan romantis, mampu menyebabkan kesalahpahaman yang luar biasa bagi yang melihatnya. Dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada hati masing-masing saat ini ketika adegan tersebut terjadi secara refleks dan tanpa pernah ada rencananya.
__ADS_1
Begitu dekat dan lekat, juga terasa begitu manis tanpa harus ditaburi gula di sekitar nya dan percayalah adegan itu mampu membuat siapapun yang melihatnya berdebar-debar dibuatnya.