
Kembali ke Queen W dan Wiraditya,
Pusat jajanan kaki lima.
"ini soal kalung -," dia menggantung kalimatnya dan menatap ke arah leher Queen W untuk beberapa waktu.
Demi Allah Wiraditya sangat penasaran sekali akan kalung tersebut, ingin tahu dimana Queen W mendapatkan nya. Itu jelas tidak di jual di luar sebab dibuat khusus oleh ayahnya di masa lalu, pada masa itu ayah nya membuat nya karena ingin mereka memiliki sebuah benda yang sama antara satu dengan yang lainnya.
Saat malam kejadian tragedi mengerikan itu ibu berkata dileher ayah sudah tidak ada kalungnya, tapi karena keselamatan ayah jauh lebih penting, mereka mengabaikan nya. setelah waktu berlalu, baru mengingat nya kembali, tapi ayah dalam keadaan yang sangat buruk untuk waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya setelah ayah meninggal keberadaan kalung tersebut menjadi pertanyaan besar untuk mereka.
ke mana dan di mana kalung tersebut.
Namun hingga kemarin mereka tidak pernah tahu gimana keberadaan kalung itu dan tiba-tiba setelah sekian lama berlalu dia melihat kalung tersebut ada di leher Queen W. Bagaimana bisa?!.
Dia baru akan melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja seseorang menabrak istrinya dan membuat Queen W terkejut, gadis itu langsung spontan membulatkan bola matanya dan nyaris jatuh, untungnya Wiraditya dengan cekatan menangkap tubuh istrinya dalam gerakan refleks dan,
Seperti adegan di film India tangan kiri Wiraditya memeluk erat pinggang Queen W yang nyaris terjatuh dan tangan kanan nya secepat kilat memegang bahu Queen W. Terlalu manis dan indah membuat siapapun yang melihatnya pasti gelisah dan cengar-cengir kuda.
Cukup lama adegannya terjadi, membuat mereka seolah-olah tenggelam dengan keadaan, Queen W yang terkejut di tabrak dan nyaris terjatuh jelas merasakan jantungnya tidak baik-baik saja, ditambah tangkapan Wiraditya yang menggenggam erat pinggang nya serta diberikan tatapan manis yang cukup mampu membunuh nya membuat jantung Queen W semakin tidak baik-baik saja.
"Ada apa? kalian baik-baik saja?." Pada akhirnya suara seseorang mengejutkan keadaan, membuat Wiraditya dan Queen W seketika langsung membenahi diri.
Queen W berusaha berdiri dengan tegap, dimana Wiraditya mencoba untuk memeriksa keadaan istrinya.
"Siapa yang menabrak mu tadi?," Itu adalah Nyx.
"Bukan masalah, orang itu pasti tidak sengaja melakukannya kak." Queen W bicara dengan cepat.
Dia menundukkan kepalanya, berusaha untuk mengambil makanan lagi dan buru-buru untuk mengunyah secara perlahan. Cukup malu dengan keadaan tadi.
__ADS_1
Wiraditya terlihat mengembangkan senyumannya ke arah Nyx, dia hanya berkata.
"Hanya sedikit kecerobohan pembeli lainnya." Ucap laki-laki tersebut pelan.
Nyx terlihat diam untuk beberapa waktu.
"Kita akan pulang sekarang, apa masih ada tempat yang ingin kamu kunjungi W?." Laki-laki tersebut bicara, sempat bertanya sejenak mungkin ada tempat yang ingin dikunjungi adiknya tersebut.
Mendengar ucapan kakak nya, Queen W terlihat menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Tidak ada." Ucap nya pelan.
Kemudian tanpa banyak bicara mereka bergegas pergi dari sana untuk kembali ke hotel dimana mereka menginap.
******
"Mommy." J bicara dengan cepat.
Egalita duduk tepat di samping daddy nya, memangku dirinya yang terlalu aktif sejak tadi. Nyx sibuk memfokuskan pandangannya kedepan dimana dia terus menyetir. Queen W dan Wiraditya terlihat duduk dibelakang tidak banyak bicara, bergelayut dengan pemikiran masing-masing.
"He em?." Egalita bertanya pelan.
"Kenapa untie dan uncle W tidak punya anak sepelti kalian memiliki aku?," Pertanyaan polos J membuat Queen W dan Wiraditya spontan menoleh kearah J kecil.
Wiraditya seketika mengembangkan senyuman nya mendapatkan pertanyaan seperti itu
"Hmmm," Egalita malah bingung menjawab pertanyaan bocah laki-laki tersebut.
"Mereka harus membuat nya lebih dulu." Nyx menjawab dengan cepat, dia sama sekali tidak menoleh kearah putra nya.
__ADS_1
"Bagaimana cala nya?." J kecil terlihat penasaran.
"Nyx." Egalita keberatan dengan jawaban laki-laki tersebut.
"Kau harus memberikan nya tepung, telur, sedikit soda dan air." Laki-laki tersebut menjawab asal pertanyaan putra nya, tidak peduli dengan kalimat keberatan Egalita.
"Itu pertanyaan anak-anak yang tidak bisa disangkal, double W bergegas membuat anak-anak agar putra ku tidak kesepian, sepertinya dia harus punya teman bermain di keluarga Hillatop." Laki-laki tersebut kembali bicara, mengintip kearah adiknya dan ipar nya dari kaca tengah mobil.
j kecil menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Daddy bilang dia belum bisa membelikan aku adik, katanya mommy belum mau." Dan j kembali bicara.
Egalita yang mendengar ucapan dari bocah laki-laki tersebut seketika langsung menaikkan ujung alisnya.
"Apa?." gadis tersebut langsung menoleh kearah Nyx.
"Apa yang diucapkan kuda nil ini?." Batin Egalita.
"Teman-teman di sekolah punya teman di lumah, Aiwan punya adik kecil, kimmi punya adik kecil, Vincent punya adik kecil, but why aku belum punya?, daddy bilang aku bisa minta pada untie dan uncle W, meleka bisa membelikan nya untuk ku dengan cepat.". Lanjut si polos J lagi panjang lebar.
Queen W yang mendengar ucapan keponakan nya jelas saja terkejut setengah mati.
"Jadi ayo kita pelgi membeli bahan-bahan nya agar untie dan uncle bisa membuat nya malam ini."
Sungguh terkutuk, wajah Queen W seketika merah mendengar nya. Dia berusaha berdeham dan mencoba meraih air minum di bagian samping pintu mobil. Rasanya ucapan J membuat nya cukup gerah.
"Tenang saja, untie dan uncle mu sedang membuat planning untuk memberikan kamu adik kecil, bahkan itu menjadi PR berat mereka, jangan khawatir soal apapun sayang." Bisa-bisa nya Nyx menjawab dengan ringan ucapan dari putranya di mana dia terus fokus menatap ke arah jalanan mengabaikan bagaimana ekspresi semua orang di mobil tersebut.
Egalita pikir bagaimana bisa J memikirkan hal tersebut, dia melirik kearah Wiraditya yang terlihat bingung dan malu atas pertanyaan dan ucapan J juga Nyx.
__ADS_1