
Kembali ke Indonesia,
Beberapa hari setelah nya,
Hillatop company.
Desas-desus mulai terdengar dimana atasan mereka habis melewatkan bulan madu bersama.
"Siapa tahu tidak lama lagi Miss W akan diberitakan hamil."
"Wajar saja jika iya, doa di sana biasanya di ijabah Allah SWT."
"Tapi aku rasa mungkin bisa jadi mereka menunda momongan, bukankah PR perusahaan ada begitu banyak di tahun ini?."
"Itu tidak mungkin, bukankah rejeki anak tidak sebaiknya ditunda?."
"Ngomong-ngomong apakah mungkin pernikahan mereka akan bertahan lama?, bukankah aneh saat yang kaya nya itu pihak perempuan?."
__ADS_1
"Sebagai seorang laki-laki bukankah terasa aneh saat mereka berada di bawah perempuan?."
"Dia terlalu beruntung bahkan bisa berangkat umroh bersama istri kaya rayanya, coba kalau tidak menikah dengan miss W, belum tentu bisa pergi ke sana."
Suara demi suara dan desas-desus terus terdengar diberbagai tempat, membuat telinga mungkin mulai panas mendengar nya. Wiraditya mencoba menutup telinga, menganggap omongan orang memang tidak berguna. Seperti kata nenek tua Hillatop, kenapa dia harus memikirkan omongan dari orang lain dan tidak akan pernah berkesudahan.
"Tuan?." Suara seseorang terdengar memecah keadaan, mereka menoleh dengan cepat.
Beberapa orang terkejut karena menyadari ada Wiraditya disana, seketika membungkam mulut para karyawan yang sejak tadi terus bergosip ria di ujung ruangan.
Wiraditya terlihat diam, menampilkan sisi biasa dalam balutan kewibawaan, berjalan melangkah perlahan melewati semua orang diikuti pak Ram yang ada di belakangnya.
Wiraditya sendiri terlihat berjalan menjauhi nya, bergerak perlahan menuju ke lantai atas ke arah ruangan nya.
Mendengar kemarahan pak Ram semua orang berusaha untuk mengambil posisi mereka kembali, cukup malu karena keadaan. Tidak dipungkiri mereka menelan saliva, berpikir apakah mungkin obrolan mereka didengar oleh Wiraditya. Jika iya maka habislah sudah, apakah mungkin mereka akan dipecat dari sana?!.
"Kau, selesaikan semua laporan akhir bulan ini, pastikan berkas-berkasnya sampai ke mejaku paling lambat besok sore. Kau, berikan aku laporan penerimaan pegawai baru yang aku inginkan kemarin. Kau, turun dan ambil berkas dimeja ini Cinta, pastikan tidak ada yang kurang sedikitpun dan kau-," Pak Ram memberikan perintah pada semua orang.
__ADS_1
Laki-laki tersebut seolah-olah sengaja memberikan pekerjaan berat kepada semua orang karena rasa kesalnya mendengar desa-desus dan gosip tidak mengenakkan dari mulut pada karyawan, video Viking perusahaan adalah tempat bekerja bagaimana bisa orang-orang menjadikan perusahaan sebagai tempat ngerumpi yang tidak berguna bahkan orang yang dibicarakan adalah istri dari atas mereka sang pemilik perusahaan di mana mereka digaji saat ini. Ini sungguh tidak berakhlak pikir nya.
Jika yang dibicarakan adalah dia, bisa dipastikan dia akan memindahkan orang-orang tersebut pada bagian tidak terduga di perusahaan, sayangnya karena ini bicarakan adalah Wiraditya laki-laki yang begitu besar hati nya dan pemuda yang memiliki jutaan kata maaf maka mereka bisa selamat.
Orang-orang yang diberikan oleh laki-laki tua tersebut, membuat semua orang seketika membulatkan bola matanya.
"Apa kalian mendengarkan apa perintah ku tadi?." Pak Ram bicara dengan nada sedikit meninggi.
"Dengar pak." sontak semua orang menjawab secara bersamaan.
"Dan kalian-," kembali laki-laki tersebut bicara, membuat bergidik ngeri siapapun yang mendengarnya.
"Pergi ke tanah suci itu bukan karena kau orang kaya atau orang miskin, kalian pikir orang miskin tidak banyak pergi ke sana dan orang kaya tidak banyak yang tidak pergi ke sana?." Laki-laki tersebut bicara sambil menatap tajam kearah semua orang.
"Itu adalah kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT, sekaya apapun kalian jika panggilan nya belum ada, maka kalian tidak akan pernah mencium aroma indah Ka'bah." Pak Ram bicara dengan penuh penekanan.
"Kau pikir tidak banyak orang yang tidak mampu menginjakkan kaki mereka kesana? padahal mereka sudah berkeliling dunia kemana-mana."
__ADS_1
"Gosip kalian benar-benar tidak berguna." Lanjut laki-laki tua itu lagi kemudian.