Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Tuan Sherkan dan nyonya Elvitania


__ADS_3

Mak masih belum bisa nulis Wiraditya dan Queen W tapi tak bisa libur nulis jadi terpaksa kasih catatan ini, siapa tahu ada yang Minat baca udah end Mak ini tentang keluarga Azzura.


Sudah end bisa cari di pro'pil.



...ISTRI DINGIN TUAN SHERKAN...


******


Gedung xxxxxxx


Kamar xxxxxxxx


Romania


Italia


Elvitania Mencoba memaksa untuk membuka bola matanya, dia merasa seseorang tengah memperhatikan dirinya dari ujung sana.


Samar-samar dia melihat sosok laki-laki Tampak duduk di atas kursi kayu yang mungkin berjarak sekitar 3-4 meter dari tempat dimana dia berbaring.


Gadis itu mengerutkan keningnya, mencoba memperhatikan dengan baik siapa sosok di ujung sana.


"Kau?"


Lidah nya terasa begitu kelu, suara yang keluar jelas terdengar begitu Lirih dan pelan.


Dia tertidur di atas kasur mendominasi berwarna putih, Tubuh nya jelas tidak punya tenaga sama sekali, efek obat yang diberikan anak buah Britania jelas masih bergerak kuat di dalam tubuhnya, belum lagi kemungkinan efek obat lain lagi yang diberikan oleh laki-laki di hadapannya itu.


Samar-samar bisa dia dengar deru suara hujan yang begitu deras diiringi petir yang menggelegar saling bersahutan dengan keheningan malam.


Hanya ada mereka berdua disana tanpa ada siapa-siapa.


"Bukankah aku sudah bilang, berhenti mengganggu Violet?"


Yah itu adalah Serkan.


Laki-laki bicara sambil meletakkan kedua tangan nya di lututnya dimana di kedua tangan nya terdapat rokok-rokok yang tidak Elvitania pahami untuk apa, pandangan bola mata laki-laki itu jelas penuh kemarahan bahkan serkan bahkan menatap nya tatapan yang begitu menjijikkan.


"Kau melanggar peringatan terakhir dari ku, Bri"


Ucap serkan kemudian.


"Ini kesalahpahaman"


Suara elvitania terdengar lirih, dia sulit sekali mengeluarkan suara nya saat ini, Tangan nya seolah-olah mencoba untuk meraih Serkan.


Dia berharap laki-laki itu paham jika dia bukan Britania, sang saudara kembar nya, dia ingin serkan mencoba mendengar kan ucapan nya.


Serkan tampak mendengus, menatap sosok yang dia sangka Britania dengan sedikit mengejek.


Laki-laki itu mulai menyalakan pamatik nya, menyulut rokok di balik bibirnya dengan gaya yang begitu santai.



Terlihat laki-laki itu meletakkan pamatik nya ke atas meja yang ada di sisi kirinya, lantas serkan mulai menghisap Secara perlahan rokok miliknya.


"Merencanakan untuk menjebak Violet dan Ghanem? kau bergerak dengan cukup cepat, ingin naik ke atas kasur Ghanem, menyingkir kan Violet dan berharap menjadi nyonya sah penerus utama Hurairah"


Setelah berkata begitu serkan tertawa terkekeh, dia lagi-lagi menatap dalam bola maya Britania.


"Kau fikir Ghanem akan menikahi perempuan yang bisa dipakai oleh siapapun?"


Ejeknya sambil meraih gelas winski nya, laki-laki itu memutar nya sejenak.



"Memelihara an..Jing seperti kamu, terlalu merugikan, bagaimana bisa hill dan Zahir melindungi manusia picik seperti kamu?"


Tanya nya nya sambil menyesap minumannya Secara perlahan.


Mendengar ucapan serkan, Seketika membuat hati elvitania sakit, dia fikir tidak bisakah laki-laki itu membedakan dirinya dan Britania.


"Aku bukan an..Jing, kau telah salah paham"


Ucap nya pelan.


Saat mendengar ucapan elvitania, laki-laki itu berdiri dan berjalan mendekati elvitania.


"Salah paham?"


Serkan bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


Laki-laki itu berdiri tepat dihadapan elvitania.


Dia menyentuh lembut kepala dan rambut elvitania untuk beberapa waktu.


Kemudian laki-laki itu dengan kasar menarik rambut nya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu memaksa elvitania untuk meminum winski dari gelas yang di bawah oleh laki-laki itu, memaksanya menghabiskan wine nya dengan segera.


"Salah paham? kau fikir aku sebodoh itu huh?"


Elvitania jelas terbatuk-batuk, dia tidak pernah menyentuh minuman seperti itu sebelumnya, dia fikir kenapa rasa nya begitu pahit dan menjijikkan, dia ingin memuntahkan nya tapi serkan menahan dirinya agar tidak memuntahkan minumannya.


"Bukankah kamu biasa nya begitu kuat minum? kenapa hari ini seperti manusia yang tidak berdaya?"


Elvitania masih terbatuk-batuk, dia mencoba memberontak, memukul-mukul tangan Serkan yang mencoba mencekik lehernya.


"Mari bersenang-senang, aku akan memberikan sedikit pelajaran berharga bagaimana cara nya bercinta dengan cara ekstrim ketika kamu membantah setiap ucapan Ku.


Mendengar ucapan Serkan bola anta elvitania langsung membulat.


"No.."


Nafasnya tersengal-sengal, dia mencoba mencengkeram lengan Serkan, mencoba untuk menahan tangan laki-laki itu yang mencoba mencabik-cabik seluruh pakaiannya m


Elvitania ingin sekali berteriak saat ini dan berkata.


Jangan...aku masih perawan, kau salah orang, aku bukan Britania.


Dia benar-benar ingin sekali mengucap kan kata-kata itu, tapi suara nya sama sekali tidak mau keluar.


Dia hanya Berusaha memberontak saat Serkan benar-benar mencoba menerkam nya dengan kasar, laki-laki itu mulai naik ke atas kasur dan memaksa elvitania dengan cara yang begitu mengerikan.


Bahkan laki-laki itu tidak enggan menjambak rambut nya dan mencoba mencekik lehernya dengan cara yang begitu mengerikan.


Dia berusaha untuk terus memberontak saat bibir, leher, dada dan seluruh anggota tubuhnya dijamah oleh serkan.


Kak...kak...kak....


Elvitania berteriak didalam hatinya, mencoba terus memberontak tapi kedua tangan nya telah di kunci oleh serkan, bahkan kakinya pun ikut di kunci oleh tubuh kekar dan Kokoh itu.



Bahkan dia Merasa begitu jijik ketika seluruh kulit tubuh nya disentuh laki-laki itu, dia jijik mendengar suara nafas dan ******* laki-laki itu yang memenuhi gendang telinga nya.


Harga dirinya seolah-olah tercabik-cabik begitu dalam, dalam ketidak berdayaan nya elvitania menangis lirih, begitu lirih, air matanya membasahi seluruh wajahnya.


Satu-satunya harta berharga yang dia miliki benar-benar akan hilang dalam Hitungan detik.


Dia masih berharap, dibalik pintu itu ada seseorang yang datang dan mencoba menyelamatkan diri nya, mencoba melindungi harga dirinya dari laki-laki mengerikan yang tengah bergelut menjamah dirinya.


Mumpung belum sampai pada intinya, dia masih berharap ada yang datang, menerobos masuk, menerjang pintu, berkata kau salah paham, dia bukan Britania melainkan elvitania.


Saudara kembar yang status nya tidak pernah diketahui oleh dunia.


Dalam ketidakberdayaan nya, dia sudah tidak lagi memiliki tenaga, efek Obat tidur yang kuat semakin menenggelamkan dirinya, bahkan minuman beralkohol yang diberikan serkan juga menenggelamkan dirinya ke dalam tidur yang tidak dia inginkan.


Persisi seperti ikan duyung yang keluar dari air laut, kehabisan cara untuk mengambil Nafas nya, dia mulai tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Air mata elvitania tumpah diiringi suara petir menggelegar dan hujan yang semakin deras membasahi bumi.


Langit seolah-olah sedang menangis menyaksikan kemalangan diri nya, tidak mampu membantu dirinya tapi bisa meratapi kemalangan dirinya.


Jika dunia bertanya bencilah dia dengan laki-laki itu?


Benci, sangat benci!.


Bahkan satu hari dia meminta maaf atau merayu dibawah kaki nya pun, dia tidak akan pernah memaafkan nya sedikit pun.


******


Ada yang lebih menyedihkan dari pada kehidupan seorang Elvitania?!.


Setelah di rudapaksa, dia harus menyaksikan kekasihnya, tunangan nya sendiri mati tepat didepan matanya oleh laki-laki yang menghancurkan kehidupan dan masa depan nya.


******


Setelah kehancuran dirinya di tangan laki-laki Yang ada di atas tubuh nya,Bisa dia dengar dari depan sana bagaimana pintu kamar tersebut di dobrak dengan paksa, tapi bagi elvitania semua jelas telah terlambat.


Ketika pintu itu dibuka, seketika bola mata seorang laki-laki tercekat melihat pemandangan didalam sana.

__ADS_1


Itu adalah Zahir, kekasih nya dan tunangan Elvitania yang telah lama tidak dia temui, orang yang begitu di rindukan selama ini.


Sedangkan Serkan tampak seperti orang kebingungan, dia menatap gadis yang tergeletak tidak berdaya dihadapan nya itu dengan jutaan tanda tanya, gadis itu meringis dan merintih, air mata membasahi wajah cantik itu.


Tubuh tidak berdaya dengan tangan yang bahkan tidak mampu menggenggam sehelai kain pun.


Di bawah sana, secerca darah segar tampak tersisa masih membasah dengan sempurna, menandakan ini kali pertama nya gadis itu menghabiskan malam pertama.


"Ada apa ini?"


Zahir masih bisa mendengar suara Serkan yang bertanya dengan jutaan kebingungan, duduk di atas tubuh tak berdaya itu dibawah Kungkungan nya.


Bola mata Zahir dan elvitania bertemu.


Rasa sakit dihati mereka masing-masing jelas tersirat dengan jelas.


Kemarahan Zahir jelas kembali memuncak, rasa jijik elvitania, ketakutan dan trauma mendalam memenuhi seluruh hati nya.


Tiba-tiba bola mata Elvitania menangkap satu sosok dibelakang Zahir.


Berdiri perlahan dengan wajah mengerikan, seorang laki-laki Tampak mengacungkan pistol nya tepat di punggung laki-laki yang dia cintai.


No...sayang... Zahir...!!!.


Dia ingin sekali berteriak atau berlari melindungi tubuh yang dia rindukan itu, namun saat ini Elvitania fikir dia benar-benar butuh waktu untuk istirahat dan tertidur lelap.


Melupakan mimpi buruk nya dalam waktu yang begitu lama.


Seiring bola matanya terpejam Secara perlahan, sebuah tembakan melesat dan terdengar memekakkan telinga.


Samar-samar masih bisa dia lihat, tubuh laki-laki yang hingga kini dia cintai itu perlahan tumbang tepat di depan pintu masuk di sisi kiri dirinya terlelap.


Zahir merasa beberapa benda menyakitkan menembus punggung hingga ke dada nya, dia terhenyak untuk beberapa waktu, darah segar teras mengalir dari banyak tempat di tubuhnya, bahkan dia terbatuk sejenak dan mulut nya ikut mengeluarkan darah disana.


Sejenak Laki-laki itu terduduk secara perlahan.


Bola matanya masih bisa menatap Elvitania, dia ingin sekali meraih tangan itu saat ini, tapi apalah daya dia seolah-olah tidak punya kekuatan untuk berjalan menuju ke arah gadis itu.


Dia ingin melindungi nya, tapi dia sama sekali tidak bisa melakukan nya


Bahkan dia ingin sekali menghantam dan menghajar Serkan saat ini juga tapi....


Brakkkkkk


Tubuh kokoh dan kekar itu terjatuh begitu saja ke lantai.


Dia masih bisa menatap bola mata Elvitania yang secara perlahan mulai terpejam disana.


Masih bisa dia dengar suara panik, teriakan melengking, panggilan yang terdengar begitu sayup-sayup dibalik telinga nya, bahkan masih bisa dia dengar suara senjata api yang memenuhi seluruh ruangan.


Laki-laki itu masih bisa melihat dan mendengar sang kakak nya Hill mengangkat tubuh nya, meneriaki nama nya berkali-kali agar dia sadar diri.


Kak...aku merasa begitu lelah, benar-benar lelah.


Bisakah aku tertidur Sejenak? sebentar saja tidak akan lama.


Berjanjilah untuk menjaga elvitania untuk Ku, dalam seumur hidup mu.


Dan pada akhirnya Bola mata itu secara perlahan terpejam.


Sayang, apa kamu mencintai ku?


Wajah cantik itu bertanya sambil mencoba memiringkan kepalanya.


Aku tidak bisa mengungkapkan nya dengan kata-kata, tapi kamu tahu betul bagaimana aku.


Perasaan ku adalah ketika kondisi di mana kebahagiaan kamu terasa lebih penting untuk diri ku sendiri dan Aku Selalu merasa lebih baik saat kita bersama.


Benarkah?


Hmmm


Tempat apa yang ingin kamu kunjungi di awal bulan madu kita?


Zahir bertanya sambil menyentuh lembut kedua pipi cantik itu.


Kawuai  "the Garden Isle", Hawai.


Kenapa?.


Bukankah mereka bilang itu salah satu surga dunia? aku ingin kesana bersama kamu, menciptakan satu moment sakral berdua, agar menjadi kenangan paling indah hingga kita menua.


*******


Elvitania tampak duduk meringkuk di dalam gelapnya kamar mewah yang mendominasi berwarna putih tersebut, bola mata nya jelas masih membengkak karena sisa tangis berhari-hari bahkan berbulan-bulan yang tidak pernah bisa berhenti.


Ingatan mengerikan soal Malam mencekam itu terus menghantui dirinya, selain kehilangan harga diri nya, dia juga harus kehilangan orang yang di cintai nya tepat didepan mata nya.


Kebencian, ketakutan, rasa marah, jijik, takut, trauma dan entah apalagi dia tidak tahu saat ini bercampur menjadi satu didalam dirinya.


Bahkan dia tidak berani untuk keluar dari dalam kamar gelap tersebut selama ini.


Makan pun tidak bisa dia nikmati, bahkan beberapa kali tubuhnya tumbang karena jutaan rasa yang berkumpul menjadi satu.


Kebencian dan rasa jijik nya pada laki-laki yang bernama Sherkan pun terus berkembang, di tambah lagi setelah menghancurkan kehidupan nya, laki-laki itu berani-beraninya berkata akan bertanggung jawab.


Laki-laki itu bahkan akan menikahi nya karena rasa bersalah nya.


Bukankah hidup tidak sebercanda itu?!.


Setelah menghancurkan masa depan nya, bisa-bisa nya laki-laki itu ingin menikahi dirinya, Menukar pernikahan yang seharusnya dia dan tunangan nya lakukan menjadi pernikahan dirinya dan laki-laki itu.


Dan laki-laki itu membawa dia masuk ke dalam kediaman nya tanpa bertanya bagaimana perasaan nya.


Ada yang lebih hancur dan menjijikkan kecuali keadaan ini?!.


Bahkan realita nya Dia masih dalam keadaan berkabung setelah ditinggal kan laki-laki yang dia cinta, tapi lucunya di lantai bawah rumah mewah tersebut terdengar suara arak-arakan music dan tabuhan gendang kebahagiaan yang terus berteriak kencang memenuhi gendang telinga nya.


Semua orang tengah mempersiapkan pernikahan mereka.


Tidak lama lagi, yah tidak lama lagi.


Sejenak Elvitania tiba-tiba mencoba untuk tertawa, dia menertawakan nasib nya yang begitu mengerikan.


Ditipu oleh saudara kembar nya selama bertahun-tahun, identitas mereka di tukar, dimanfaatkan saudara kembar nya, dia kehilangan kekasihnya, tidak jadi menikah dengan kekasihnya setelah itu dia bahkan kehilangan masa depan nya.


Hanya dua nama dunia ini yang paling membuat dia membenci.


Britania sang saudara kembar nya dan Sherkan laki-laki yang merenggut seluruh kehidupan dan masa depan nya.


Setelah dia tertawa didalam rasa sakit nya hingga akhirnya suara itu berubah menjadi tangisan yang begitu menyayat hati.


Dia meraung di antara deru suara musik dibawah sana yang seolah-olah menertawakan kehidupan nya.


Sejenak Elvitania menatap gelas yang ada di atas nakas, dia secara perlahan meraih gelas tersebut kemudian mulai memutar-mutar isi nya untuk beberapa waktu.


Sepersekian detik kemudian elvitania melempar gelas tersebut hingga kepingan demi kepingan pecahan nya berhamburan kemana-mana.


Perempuan itu secara perlahan bergeser, meraih satu keping pecahan nya.


Dia menatap pecahan gelas tersebut dalam beberapa waktu, kemudian secara perlahan elvitania menaikkan kepingan pecahan gelas tersebut tepat ke atas lengan nya.


Bukankah terlalu adil dan baik bagi laki-laki itu setelah menghancurkan masa depan nya kini laki-laki itu bisa seenaknya ingin menikahi dirinya.


Secara perlahan elvitania mulai menggores kan pecahan kaca itu di tangan kirinya, mencintai memutus urat nadinya secara perlahan.


Seketika darah segar mengalir di sana, sedikit demi sedikit membasahi lantai yang mendominasi berwarna putih tersebut.


Elvitania memejamkan bola matanya secara perlahan, Samar-samar masih bisa dia dengar suara arak-arakan musik dan tabuhan gendang yang terus bergema di lantai bawah.


Lama, sangat lama sekali dan suara itu baru berhenti setelah seolah-olah rasa kantuk datang menghantam diri diiringi rasa sakit dan darah di lengannya yang Terus mengalir menggenangi lantai.


******


Disisi lain


Lantai bawah


Mansion Utama Azzura


Sherkan tampak berdiri di ujung tangga di mana suara musik dan gendang terus bertabuhan sejak tadi.


Ini mungkin keputusan paling gila dan bulat yang harus dia lakukan, dia akan menikahi perempuan yang telah dia hancur kan kehidupan nya kemarin secepat nya.


Tidak ada obat penyesalan paling terbesar yang dia lakukan kecuali memperbaiki semuanya secara perlahan.


Dia yang berniat melindungi Violet merasa begitu marah saat tahu Britania, gadis pela..cur yang pernah bekerja di klub malam milik Azzura company dan pernah membuat kekacauan di perusahaan mereka merencanakan hal yang paling mengerikan untuk Violet dan suaminya.


Sherkan telah berkali-kali memperingati Britania agar tidak main-main lagi dengan tindakan nya.


Malam itu dia sangat marah, dia fikir kemarahan nya jelas telah naik kepuncak kepala nya, bahkan menghantam ubun-ubun nya.


Karena itu Sherkan jelas khilaf ingin memberikan pelajaran pada perempuan tersebut, tapi siapa sangka dia salah bertindak.

__ADS_1


Sherkan tidak pernah tahu jika Britania memiliki seorang kembaran dan kembaran nya seorang gadis baik-baik yang belum pernah di sentuh oleh siapapun.


Akhhhhhh aku pasti sudah gila.


Malam itu Sherkan hanya bisa berteriak marah atas kebodohan nya, dia menarik kasar rambut nya dengan keadaan Begitu frustasi.


Bahkan kesalahan terbesar lainnya adalah ketika seorang laki-laki menembak Zahir kekasih Perempuan yang dia hancurkan masa depan nya itu, anak buah nya juga ikut menembaki laki-laki tersebut.


Kematian laki-laki itu jelas menambah daftar kebencian perempuan itu terhadap dirinya.


Belum lagi menjadi kebencian untuk keluarga Hillatop kepada Azzura atas kematian saudara bungsu Hill, Zahir atas ulah anak buah nya yang ikut menarik pelatuk tanpa perintah dari nya.


Dia belum pernah berurusan dengan jutaan rasa bersalah didalam hidup nya, dan kini dia harus berurusan dengan hal tersebut dan harus belajar mempertanggungjawabkan perbuatannya satu persatu.


Sejenak Sherkan menghela pelan nafasnya, bola mata nya masih menatap ke arah pintu kamar pertama di sisi kanan ujung tangga.


Tidak tahu kenapa tapi perasaan nya tiba-tiba gelisah, seolah-olah ada hal tidak baik akan terjadi.


Ketika kekhawatiran melanda dirinya, Sherkan berusaha untuk melangkah naik melihat keadaan Elvitania.


"Sherkan"


Tapi satu suara dan satu sentuhan halus tangan seseorang mengejutkan dirinya, membuat dia mengurungkan langkah kakinya.


Laki-laki itu menoleh ke asal suara.


"Ada apa?"


Sherkan bertanya saat dia sadar seorang perempuan berdiri tepat di belakang nya.


"Merlin ada di depan"


Ucap perempuan itu pelan.


Mendengar satu nama disebutkan, Sherkan tampak terpaku.


"Kamu harus menjelaskan semuanya pada Mer, dia tidak baik-baik saja saat kamu memutuskan pertunangan kalian karena perempuan itu"


Lanjut perempuan itu lagi.


"Setidaknya dia jiga punya hati, bicara baik-baik dengan dia, selesaikan satu persatu sebelum pernikahan kamu, disini Mer tidak mengerti apa-apa"


Sherkan tampak diam, sejenak bola mata nya kembali menatap ke arah tangga atas.


Tidak tahu kenapa saat dia mencoba melangkah kedepan tapi hati nya memaksa agar dia naik ke atas sekarang juga.


"Sherkan?"


Perempuan itu mencoba untuk mengingat kan laki-laki itu soal langkah nya.


"Mer menunggu mu"


Ulang perempuan itu lagi.


Di antara deru suara musik dan gendang yang saling bersahutan, suara hiruk pikuk para keluarga dan tamu yang hilir mudik sibuk dengan persiapan pernikahan diri nya dan Elvitania, membuat Sherkan meragukan langkah kaki nya.


Merlin, gadis yang dia cintai kini menangis di luar sana menunggu penjelasan dari nya, pembatalan pernikahan nya dengan sang tunangan yang tiba-tiba membuat hancur gadis itu.


Tapi Elvitania jelas tidak mungkin dia abaikan, gadis itu tidak pernah masuk ke dalam daftar buku masa depan nya, tapi dia merusak gadis itu dengan cara paling menyedihkan di muka bumi ini.


*******


Flashback


6 tahun silam


Prancis


Kala salju memenuhi jalanan.


Seorang gadis tampak mendongakkan kepala nya sejenak, bisa dia rasakan buliran salju yang menimpa perlahan ke atas pipinya.


Terasa begitu dingin ketika salju itu terus jatuh ke atas pipi nya.


Dia tengah menanti seseorang di depan sebuah gedung bangunan mewah yang bertuliskan.


HILLATOP CONSTRUCTION.


Seorang laki-laki yang berkata akan datang menemui nya dalam 5 menit kedepan.


Elvitania mengulur kan tangan nya sejenak, membiarkan salju yang terus turun memenuhi telapak tangan nya.


dia menggunakan jaket bulu untuk menutupi rasa dingin ditubuhnya sejak tadi.


Gadis itu menghela pelan nafasnya, mencoba duduk berjongkok di depan gedung raksasa yang ada dihadapan nya itu.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba sepasang sepatu terlihat berdiri tepat dihadapan nya, Elvitania langsung mendongakkan kepalanya.


Di antara cahaya bisa dia lihat sosok sempurna di hadapannya itu tengah berdiri dengan tubuh kokoh dan gagah nya.


Seorang laki-laki Tampak mengembang senyuman nya ke arah dirinya.


Elvitania seketika membalas senyuman laki-laki itu, dengan gerakan cepat dia berdiri mencoba mensejajarkan Dirinya pada laki-laki itu.


Realita nya, setinggi apapun seorang gadis, mereka tidak akan mengalahkan tinggi seorang laki-laki.


"Menunggu lama hmmm?"


Laki-laki itu bertanya sambil memasang sesuatu di kepalanya, gadis itu seketika memejamkan bola mata nya, menikmati moment Dimana laki-laki itu menempatkan sesuatu dikepala nya.


Secara perlahan Elvitania membuka bola matanya, sebuah topi rajut kini telah menutupi kepala dan sebagian rambut milik nya.


Dia fikir topi mungkin sudah cukup, tapi siapa sangka laki-laki itu secara perlahan meraih telapak tangan nya.


Memasang kan sepasang sarung tangan kepada Elvitania secara bergantian.



Gadis itu dengan wajah penuh malu dan kebahagiaan langsung menutupi wajah nya dengan kedua belah tangannya.


"Ahhhh hangat nya"


Ucap Elvitania sambil memejamkan kembali kedua bola matanya.


"Tidak menjawab pertanyaan ku? terdengar begitu curang"


Ucap laki-laki itu kemudian.


Seketika Elvitania membuka bola matanya, dia terlihat mengulum senyumannya untuk beberapa waktu.


"Hmmm tidak begitu lama menunggu"


Dia menjawab pertanyaan yang dilontarkan laki-laki itu sejak beberapa waktu yang lalu.


"Dia selalu mengabaikan ku saat aku melontar kan pertanyaan"


Laki-laki itu menyentuh lembut wajah nya.


Elvitania fikir bahkan genggaman tangan laki-laki itu tidak kalah hangat nya.


"Tidak, aku tidak mengabaikan kamu"


Gadis itu dengan cepat menaikkan kedua tangan nya, menggenggam balik dua telapak tangan laki-laki itu yang masih terus menggenggam erat pipi nya.


Mendengar jawaban gadis itu, laki-laki itu terlihat mengembangkan senyuman nya.


"Aku sudah bicara dengan kakak"


Ucap nya kemudian.


"Ya?"


Elvitania tiba-tiba mengerutkan keningnya.


"Soal pernikahan kita"


Saat mendengar kata pernikahan tiba-tiba jantung gadis itu berdetak tidak beraturan.


"Kita akan kembali ke Indonesia, membicarakan tanggal pastinya"


Lanjut laki-laki itu lagi.


Seketika bola mata gadis itu berkaca-kaca, dia fikir secepat ini kah?.


"Hmm"


Elvitania secepat kilat mengangguk kan kepalanya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu merapatkan wajahnya, dengan gerakan begitu lembut laki-laki itu menautkan bibir mereka secara perlahan.


Kamu tahu sayang?.


Ini adalah salju pertama dan terakhir untuk kita, aku fikir satu hari kita akan kembali ketempat ini, mengingat banyak memori disini, tapi rupanya aku salah, kala itu adalah salju terakhir aku melihat kamu tersenyum dengan penuh cinta.

__ADS_1


Aku merindukan mu, benar-benar merindukan mu.


__ADS_2