Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Butuh bantuan


__ADS_3

Masih kembali ke masa kemarin,


The Hillatop company,


Ruang kerja Queen.


Queen W terlihat gelisah, tekanan kembali diberikan daddy nya dalam 2 bulan terakhir, gadis tersebut terlihat mondar-mandir untuk beberapa waktu dalam keadaan tidak baik-baik saja.


"Daddy akan mempertemukan kamu dengan seseorang malam nanti."


"Uncle Eden ingin memperkenalkan kamu dengan seseorang, daddy yakin kamu menyukainya dan kamu cukup mengenal nya." Itu ucapan terakhir daddy Ahem nya lagi ini.


Dia jelas tidak mau, dipertemukan dengan seseorang sudah merupakan tanda-tanda besar jika dia akan dijodohkan, pernikahan akan di atur seperti beberapa saudara sepupunya. Queen W tidak siap menikah dengan siapapun yang tidak dia inginkan saat ini.

__ADS_1


Menikah, menjadi istri, di khianati lagi.


"No." Queen W menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"W, ada sesuatu yang salah?." Suara seseorang mengejutkan dirinya.


Queen W buru-buru menoleh, menatap kearah paman Ram nya untuk beberapa waktu.


"Kamu terlihat begitu gelisah, nak." kembali lagi-lagi tersebut bicara dan bertanya, mengernyitkan keningnya, menatap kearah Queen W untuk beberapa waktu.


"Apakah ada hal buruk yang terjadi di rumah atau ada pembukuan perusahaan yang membuatmu merasa cukup tidak masuk akal?." laki-laki tua tersebut kembali bertanya sembari menatap ke arah keponakan nya tersebut.


Queen W pada akhirnya menghela kasar nafasnya untuk beberapa waktu, dia berusaha untuk kembali duduk di kursi kerjanya kemudian gadis tersebut berniat untuk bicara kepada pamannya tersebut tapi tiba-tiba satu ketukan mengejutkan mereka, membuat gadis itu menoleh bersamaan dengan tuan Ram ke arah bagian pintu masuk.

__ADS_1


Petugas Office boy menundukkan kepalanya, membawa berkas ke arah Queen W. Wiraditya perlahan menundukkan kepalanya, menyerahkan berkas yang di minta oleh sang atasan agar di foto copy sesuai kemauan gadis tersebut.


"Rangkap 3 ditambah berkas aslinya." Ucap Wiraditya begitu dia tiba di hadapan Queen W, menyerahkan berkas yang kini berpindah ke meja atasannya tersebut secara perlahan.


Pak Ram menatap kearah Wiraditya sambil menaikkan ujung bibirnya, cukup senang melihat laki-laki tersebut bertahan cukup lama kerja di sana, dia sedang membuat pengajuan untuk sedikit menaikkan Wiraditya pada bagian kerja yang lebih layak. Tidak ingin terlalu mencolok untuk membantu laki-laki tersebut mengingat wiraditya hanya tamatan SMA dan baru bekerja di sana, jangan sampai image buruk mempengaruhi wiraditya di mana orang-orang akan berpikir ada orang dalam yang membantunya, jadi dia harus bekerja dengan hati-hati untuk membantu anak laki-laki tersebut sesuai permintaan Eden.


Queen W tidak menjawab ucapan Wiraditya, hanya menerima berkas dan meraihnya dengan perlahan.


Laki-laki muda itu menundukkan kembali kepalanya, dia pamit undur diri, pak Ram pikir nanti baru menemui Wiraditya, Eden ingin membawa laki-laki muda tersebut untuk menemui seseorang besok malam. Mungkin Wiraditya akan sedikit terkejut siapa yang akan ditemuinya nanti. Dimana tuan Ram langsung melirik kearah Queen W untuk beberapa waktu.


Begitu Wiraditya pamit keluar, Queen W kembali melanjutkan kata-kata tertunda nya.


"Aku butuh bantuan paman." Dan suara Queen W kembali memecah keadaan.

__ADS_1


Tuan Ram terlihat mengernyit kan dahinya.


"Soal?." Tanya laki-laki tersebut cepat.


__ADS_2