Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Laki-laki yang suka memutus sesuatu seenaknya


__ADS_3

"Kau dan dia apa?." Ini kali pertama Nyx merasa makan nya menjadi cukup tidak enak di mana dia merasa jika tenggorokannya saat ini seolah-olah habis saja dimasukkan oleh kulit durian atau biji kedondong saking membuat sakit nya.


Dia tiba-tiba merasa kepalanya berasap-asap saat ini, ingin sekali dia melampiaskan kemarahannya pada gadis yang ada di sampingnya tersebut namun yang menjadi pertanyaan adalah kenapa dia harus marah?, yah kenapa dia harus marah?, itu bukan urusan nya bukan?.


"Lupakan saja, anggap saja aku barusan salah bicara." Egalita bicara dengan cepat kemudian dia mengabaikan Nyx, memilih untuk kembali menyuapi J dengan makanannya dan menyingkirkan sejenak es krim yang ada di dekatnya.


Wiraditya berusaha meraih sup daging di mangkuk yang berbeda, dia mengulum senyumannya sejenak kemudian membuang nya. Laki-laki tersebut kemudian meletakkan sup daging yang diambil dirinya tadi tepat di antara dirinya dan juga istrinya.


"Kamu suka yang segar-segar juga bukan?." Wiraditya menoleh ke arah Queen W kemudian dia menawarkan sup yang dia ambil tadi.


"Tidak perlu." Dan tiba-tiba Queen W menjawab ucapan nya dengan sedikit dingin, membuang pandangannya dengan cepat dan bola matanya terlihat mencoba untuk mencari makanan lainnya namun ekspresi wajah gadis tersebut terlihat begitu memaksa untuk mencari makanan apapun yang sebenarnya tidak begitu dia inginkan.

__ADS_1


Melihat ekspresi dari istrinya membuat Wiraditya mengernyitkan dahinya, dia pikir kenapa dengan Queen W.


Gadis tersebut dengan cepat meraih udang yang ada di dekat Egalita, menatap kearah gadis tersebut sejenak tapi setelah itu dia langsung membuang pandangannya dengan cepat dan mencoba untuk menghela nafasnya dengan kasar.


"Jadi kau dan dia benar-benar saling mengenal sejak lama?." Nyx sepertinya mulai kehilangan nafsu makan ya dia menyingkirkan piring makannya kemudian melipat kedua belah tangannya dan memilih untuk menyandarkan tubuhnya di atas kursi makan di mana dia duduk saat ini sembari bola matanya menatap tajam ke arah Egalita, bertanya pada gadis itu dengan kalimat yang sedikit penuh selidik.


Egalita yang sejak tadi sibuk menyuapi J langsung menghela kesal nafasnya, dia pikir memilih untuk pergi bersama Nyx bener-bener bukan pilihan yang tepat karena apa pertama kehidupannya menjadi tidak bebas, kedua segala sesuatu seolah-olah diatur oleh Nyx, ketiga laki-laki tersebut terlalu banyak bertanya, keempat kepalanya pusing setiap kali melihat wajah laki-laki tersebut, entahlah rasanya ingin sekali dia mencakar-cakar wajah badak bercula satu di hadapannya tersebut.


"Apa kamu ingat bagaimana cara bermain sepatu roda?, aku pikir permainan ice skating pasti akan membuatmu menyukainya, W." Tiba-tiba Egalita kembali bicara pada laki-laki di hadapan tersebut.


"mungkin kamu bisa pergi bersama istrimu dan menghabiskan waktu di sana, aku yakin tempat itu menjadi tempat yang paling cocok untuk pasangan pengantin baru seperti kalian." Lanjut Egalita lagi kemudian.

__ADS_1


Mendengar ucapan Egalita, Wiraditya berkata.


"mungkin kami tidak sempat untuk pergi ke tempat seperti itu mengingat ini bukan dalam rangka liburan melainkan bekerja."


"Kita bisa pergi kesana jika mau, kau dan W. Aku,.kau dan J." Nyx langsung menyela ucapan dari wiraditya, dia langsung membuat keputusan dengan seenak hatinya.


"Kita?, no, aku tidak tertarik bermain ice skating dengan mu, mungkin dengan J iya tapi-,"


"Habiskan makanan kalian, aku akan membayar tagihan nya dan menunggu kalian di dalam mobil." Dan setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung berdiri dari posisinya lantas meninggalkan semua orang.


Egalita terlihat menganga mendengar apa yang diucapkan oleh Nyx.

__ADS_1


"Apa dia selalu memutuskan sesuatu dengan seenak hatinya, oh sialan." Umpat Egalita dengan kesal.


__ADS_2