
Jelang keberangkatan bulan madu,
Mansion utama keluarga Ahem Hillatop,
Weekend.
"Besok malam keberangkatan kalian?." Tuan Ahem bertanya, sebenarnya pertanyaan itu tertuju kepada putrinya tapi dia mencoba melirik ke arah wiraditya sebab Queen W terlalu fokus dengan pekerjaan nya.
Mereka duduk santai di bagian ruang santai keluarga, mengobrol bersama sembari menikmati beberapa buah-buahan yang mulai di kupas oleh Queen W sejak tadi. Disisi kanan kanan tuan Ahem sang istri sibuk mengupas jeruk, meletakkan nya di piring kecil untuk sang suami. Bibi pelayan mulai meletakkan minuman dingin di atas meja, dimana semua orang bisa menikmati minuman tersebut sambil memakan buah.
"He em, jika tidak ada halangan besok sore keberangkatannya dad." Wiraditya yang menjawab pertanyaan tuan Ahem dengan cepat sembari bola mata laki-laki tersebut terus melirik ke arah gerakan tangan istrinya yang mengupas buah.
terlalu tajam dia melihat pisau yang digunakan oleh Queen W, seketika rasa khawatir menghantam dirinya di mana dia tahu gadis tersebut sebenarnya tidak begitu pandai menggunakan pisau.
__ADS_1
"Jangan lupa berikan doa untuk kakak Nyx mu, siapa tahu di ijabah, dia harus secepatnya menikah untuk memberikan mommy baru bagi Nyx J." Nyonya Hayat bicara cepat.
Belakangan dia khawatir dengan kehidupan putra sulung nya tesebut, sepertinya Nyx memang membutuhkan seorang perempuan yang harus mengurusnya, selain karena cucunya yang selalu ditinggal Nyx memang butuh seorang ibu untuk mengawasi nya, Nyx jauh lebih membutuhkan istri untuk bisa mengendalikan kegilaan nya dalam hilir mudik dimalam hari dalam kegiatan tidak masuk akal nya.
"InsyaAllah mom." Jawab Wiraditya cepat sambil mengembangkan senyumannya.
Kembali bola mata laki-laki tersebut melirik ke arah istrinya di mana Queen W tampak masih fokus mengupas buah pir 🍐 di tangan nya, dia tidak melepaskan pandangannya untuk beberapa waktu hingga akhirnya ayah mertuanya kembali berkata.
"Apakah urusan diperusahaan menyulitkan mu?." Laki-laki tersebut bertanya ingin tahu.
"Pak Ram dan kak Nick banyak membantu ku." Wiraditya meyakinkan ayah mertuanya jika semua baik dan terkendali, dua orang itu bener-bener memiliki jasa besar dalam membantu dirinya, dan pak Ram yang paling sabar memberikan berbagai macam pengarahan dan pembelajaran untuk dirinya agar terus melangkah maju dan semakin memahami seluk beluk perusahaan.
Meskipun sebenarnya dia tidak tahu gunanya untuk apa kedepannya karena pada akhirnya dia dan Queen W akan berpisah dan bercerai, tapi dia berusaha untuk bersemangat dalam mempelajari segala sesuatu yang ada di perusahaan tersebut dan menikmati seluruh pembelajaran yang diberikan kakak ipar ke dua dan pak Ram untuk dirinya. itu akan dijadikannya bekal suatu hari nanti siapa tahu dia diberikan kesempatan untuk bekerja pada tingkatan yang lebih tinggi meskipun dia tahu mungkin dia tidak akan memiliki kesempatan untuk menggunakan seragam yang sama seperti para atasan nya kedepannya nanti. Tapi minimal dia tahu dasar pekerjaan tersebut, dan bisa dia gunakan jika dia ingin membangun sektor usaha kecil setelah berhenti dari Hillatop company.
__ADS_1
Yah setelah perceraian dia akan menghilang, meninggalkan semuanya dan membawa ibu juga adiknya menjauh dari semua orang.
"Itu bagus." Tuan Ahem mengangguk-anggukkan kepalanya.
Mereka masih sibuk pada obrolan hingga tiba-tiba terdengar suara mengejutkan dari bibir Queen W.
"Akhhhh." tiba-tiba saja gadis tersebut meringis menahan sakit, menjatuhkan pisau dengan cara terkejut.
Wiraditya secepat kilat menoleh, melihat darah berhamburan di jemari Queen W. Refleks laki-laki tersebut menyambar tangan istrinya diikuti kepanikan sang ibu mertua.
"Astaghfirullahul'adzim bibi... ambilkan tisu dan kotak P3K."
Ditengah darah yang terus mengalir, tanpa berpikir dua tiga kali, Wiraditya langsung menyambar jemari Queen W, menyesap jemari telunjuk nya pada mulut nya dengan cepat untuk menghentikan pendarahan.
__ADS_1
Queen W seketika menegang saat Wiraditya melakukan hal diluar akal pikirannya, dia menggenggam sebelah telapak tangan nya, mengencangkan pegangan pada pakaian nya karena berbagai macam perasaan yang bercampur aduk menjadi satu saat ini.