
Mereka saling membeku dan terpaku untuk beberapa waktu, dikala bibir mereka saling menyatu antara satu dengan yang lainnya hingga akhirnya Queen W mengerjapkan bola mata nya berkali-kali dan mencoba untuk menyadarkan dirinya dengan cepat.
Gadis tersebut seketika langsung mencoba bergerak melepaskan ciuman mereka, dia gelagapan dan berusaha berdiri dengan cepat. Wiraditya masih membeku, seolah-olah dapat Jackpot besar atas apa yang terjadi pada dirinya.
Tidak pernah sama sekali terbayangkan di dalam hidupnya jika mereka akan mengalami kejadian seperti hari ini, dan juga tidak pernah dia bayangkan jika Queen W akan menciumnya dalam insiden yang tidak terduga.
Bayangkan bagaimana ekspresi Queen W saat ini, dia berusaha berdiri dengan panik, merasa sangat malu dengan keadaan sedangkan Wiraditya buru-buru berusaha ikut berdiri, mengabaikan jutaan rasa yang ada di dalam hatinya dan dia berusaha untuk melihat bagian tubuh istrinya dengan cepat sembari berkata.
"Apakah ada yang terluka? kamu baik-baik saja W? maafkan aku, aku kurang hati-hati karena terkejut." Ucap Wiraditya dengan panik, mencoba melihat lengan dan tubuh Queen W bahkan memeriksa apakah wajah nya baik-baik saja.
Queen W yang masih dalam kondisi terkejut dan juga bingung hanya bisa diam ketika laki-laki tersebut mengejar seluruh bagian lengan tubuh Dan juga wajahnya karena dia tidak tahu harus berkata apa saking terkejutnya dengan adegan dan kejadian tadi, ditambah lagi seolah-olah dia kehilangan kata-katanya saat ini.
__ADS_1
"W katakan pada ku apakah ada yang sakit di tubuhmu?," Wiraditya terus bertanya kepada istrinya tersebut.
Queen W pada akhirnya menggeleng kan kepala nya secara perlahan, meskipun masih dalam keadaan bingung dia berusaha untuk menetralisir perasaannya, kulit wajah nya yang memerah masih terlihat dengan jelas , bukan karena efek cream dan lain sebagainya tapi efek malu karena apa yang terjadi barusan tadi.
"Maafkan aku W." Wiraditya kembali meminta maaf pada istrinya.
"Ini salah ku karena datang secara tiba-tiba dan mengejutkanmu." Pada akhirnya Queen W yang melontarkan maaf juga, merasa cukup bingung karena kecerobohannya hal yang seperti tadi terjadi.
Gadis tersebut menundukkan kepalanya dan masih menahan malu atas peristiwa yang tadi, dia sejenak mencoba memijat kepalanya dan berusaha untuk menyembunyikan wajah malunya.
Meskipun tidak dipungkiri betapa bahagianya wiraditya karena mendapatkan ciuman dari Queen W dalam keadaan sadar 100% tanpa ada drama tidur atau tidak tahu dicium, dia merasa bahagia namun tidak ingin menampilkan kebahagiaannya karena cukup malu.
__ADS_1
"Mungkin aku akan memilih untuk tidur di ruang tamu, aku akan mengambil bantal dan selimut di kamar." Dan Wiraditya bicara, dia mencoba mencari solusi untuk mereka malam ini.
Kursi sofa ruang tamu jelas tidak bisa digunakan dan ditarik ke lantai atas di mana kursi sofa ruang tamu memiliki ukuran yang cukup raksasa dan berat, dia pikir lebih baik dia tidur di kursi sofa tersebut dan mengistirahatkan dirinya yang juga mulai merasa lelah.
Mendengar ucapan Wiraditya membuat Queen W diam untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya saat Wiraditya akan bergerak mengambil bantal dan selimut di kamar mereka, Queen W dengan cepat bicara.
"Tidak perlu di sofa." Queen W bicara agak gugup.
"Ya?," Wiraditya bertanya bingung.
"Kita bisa berbagi kasur malam ini." Dan gadis tersebut merasa cukup malu untuk mengatakan nya, memilih mengeluarkan wajah datarnya dan mencoba untuk membalikkan tubuhnya secara perlahan.
__ADS_1
Mendengar ucapan Queen W seketika membuat Wiraditya terkejut.
Queen W buru-buru berbalik dan naik menuju ke lantai atas dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.