Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Masa lalu yang hadir dan bertanya


__ADS_3

Queen W terlihat diam mematung untuk beberapa waktu tanpa dia sadari Egalita telah berlalu meninggalkan dirinya, ucapan gadis tersebut cukup membuat Queen W membeku. Kata di sakiti membuat dia bertanya-tanya.


"Apa mungkin laki-laki sekelas Wiraditya disakiti oleh orang lain?." Dia membatin didalam hati nya.


Wiraditya terlalu penuh semangat, senyuman yang ditampilkannya setiap hari kepada dirinya jelas begitu sempurna seolah-olah laki-laki itu tidak pernah menyimpan sedikitpun beban di dalam hatinya, bahkan ketika laki-laki itu mendapatkan hal-hal yang kecil dia langsung tertawa begitu bahagia dan Queen W selalu bertanya-tanya di dalam hati nya, semudah itu laki-laki tersebut bahagia dengan keadaan ketika laki-laki lain menganggap kebahagiaan berdasarkan uang dan hobi yang harus mereka lakukan dan jalankan.


Tapi bagi Wiraditya, tidur dengan bantal empuk dan karpet mahal sudah merupakan sebuah kebahagiaan. Mengobati adik nya dan membuat ibu nya tersenyum juga kebahagiaan, jadi dia tidak pernah berpikir jika laki-laki itu memiliki beban lain di dalam hati atau pernah terluka oleh karena orang lain.


Dia masih mematung untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya gadis tersebut menyadari keberadaan nya, buru-buru tersadar dari keadaan, menatap ke sekeliling di mana rupanya dia tidak lagi melihat egalita di hadapannya. Queen W secara perlahan bergerak dari posisi nya, memilih berjalan menuju ke arah pintu kamar elevator, untuk naik menuju ke arah kamar dia dan Wiraditya. Seperti nya dia tidak menyadari semua orang sudah naik lebih dulu ke lantai atas sejak tadi, baik Wiraditya, kak Nyx dan J juga Egalita.


Queen W terlihat menghela nafasnya untuk beberapa waktu, bergerak secara perlahan menuju ke arah pintu kamar elevator dan berniat untuk naik ke atas menyusul semua orang, kembali ke kamarnya dan Wiraditya kemudian memilih untuk membersihkan diri kelantas melelahkan dirinya ke atas kasur karena besok mereka akan pulang kembali ke Indonesia setelah pekerjaan selesai.


Tapi belum dia melangkah jauh tiba-tiba saja Queen W menghentikan gerakan kakinya saat dia melihat seorang laki-laki berdiri di depan pintu kamar elevator sembari menangkap lurus ke arah dirinya dan mencoba untuk mengembangkan senyumannya.

__ADS_1


Queen W terlihat diam, memilih untuk menghentikan langkahnya sejenak dan menatap balik karena laki-laki tersebut.


********


Restoran bawah,


hotel xxxxxxx.


Queen W dan Adnan terlihat duduk saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya, masing-masing menghadap satu cangkir kopi hangat di atas meja, mereka belum mengeluarkan suara mereka sama sekali sejak tadi dan memilih untuk diam membisu untuk beberapa waktu.


"Apa kamu sudah memutuskan soal apa yang aku ucapkan kemarin?." Adn bertanya, menatap lurus ke arah depan sembari memperhatikan dengan baik bola mata Queen W.


Gadis di hadapannya tersebut terlihat diam dan belum membuat suaranya, dia secara perlahan menggesekkan jemari di telunjuk kanannya pada punggung tangan kirinya, tampak cukup gelisah dengan keadaan.

__ADS_1


"Aku menunggu jawabanmu saat ini Queen, jika kamu memutuskan untuk berjuang kembali bersamaku maka setelah proses perceraian kalian aku akan pastikan datang kepada kedua orang tuamu dan kakak-kakak mu untuk meminangmu." Adn kembali membuka suara sembari kedua belah tangannya secara perlahan meraih kedua belah tangan Queen W, dia menggenggamnya dengan hangat dan kembali menatap dalam bola mata gadis di hadapannya tersebut.


Queen W menatap telapak tangan Adn yang sudah berada di atas punggung tangannya, laki-laki tersebut mengelus lembut punggung tangan nya secara perlahan. Hingga pada akhirnya Queen W berkata.


"Apa kamu benar-benar mencintai ku?" tanya nya pelan kemudian pandangannya terarah pada bola mata laki-laki di hadapannya tersebut, dia bertanya sembari membiarkan netra mereka bertemu antara satu dengan yang lainnya.


Mendengar pertanyaan dari Queen W jelas saja membuat Adn menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja W." Jawab Adn cepat.


"Sebesar apa dan apa yang mampu kamu korbankan untuk ku, Adn?." Kembali gadis tersebut bertanya.


Dalam kalimat akhir yang gadis tersebut lesatkan tanpa pernah kedua orang tersebut sadari, di balik dinding sisi kiri dimana Queen W duduk, Wiraditya terlihat bersandar ke arah dinding, mendengar percakapan kedua orang tersebut dalam balutan hati penuh luka, dia menekan kedua belah kelopak mata nya dan tanpa sadar air matanya keluar secara perlahan.

__ADS_1


Apakah ini akhir W? jika iya maka aku ikhlas menerima nya.


__ADS_2