
Adnan terlihat diam, dia mencoba menelisik bola mata Queen W untuk beberapa waktu, dia tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh gadis dihadapannya itu.
"Aku tahu kau masih mencintai ku W, kau hanya pura-pura ingin melupakan ku karena kemarahan mu dan kekecewaan mu atas keputusan ku di masa lalu." Laki-laki tersebut bicara, mencoba menyakinkan diri atas apa yang diucapkan Queen W.
Mendengar apa yang diucapkan Adn, membuat Queen W terlihat menatap balik bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
"Tidak, tentu saja aku tidak merasa kecewa karena apa yang kamu putuskan dulu. Tapi aku bahagia, dari sana aku jadi sadar jika aku memang tidak seharusnya memilih laki-laki yang tidak bisa memilih antara kekasihnya dan sahabat nya, karena jika sejak awal orang yang akan menjadikan aku seorang istri memprioritaskan orang lain di atas segala-galanya apalagi sahabat nya, pada akhirnya dalam perjalanan rumah tangga kita, kau akan tetap memprioritaskan orang lain di atas diriku." Ucap Queen W dengan begitu tenang.
"Jika sejak awal laki-laki yang seharusnya bersama ku serakah dalam memilih antara kekasih dan temannya, pada akhirnya dia akan tetap serakah dan tidak mampu mengambil keputusan yang benar. Karena dalam pernikahan tidak ada rumah tangga yang tidak di uji oleh Allah Adn, dan ketika kamu punya dua kapal dalam satu laut pada akhirnya kedua-duanya akan tenggelam karena di hantam gelombang, karena seorang nahkoda tidak mengendarai dua kapal dalam satu perjalanan, Adn."
__ADS_1
Adn terlihat bergetar, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Dan kau pikir kau mencintai nya W?, kau pikir aku tidak tahu?, kau tidak pernah mencintai nya, kau menikah dengan nya karena sebuah tekanan yang terus menghantam dari sisi kiri dan kanan." Lanjut laki-laki tersebut kemudian.
Queen W berusaha mengembangkan senyumannya.
"Mungkin kini aku hanya belum sepenuhnya mencintai suami ku Adn, tapi aku sedang berusaha untuk jatuh cinta dengan nya dengan cara ku sendiri, Adn. Kekanakan memang tapi aku sedang menyusun serpihan pasir yang berhamburan kemana-mana menjadi sebuah istana terbaik didalam pernikahan kami secara perlahan, mungkin ini akan lama tapi setidaknya aku senang melakukan nya."
"Kau tahu kenapa aku mulai membuka hati untuk suami ku, Adn?." Dan pertanyaan di akhir kata Queen W membuat Adn mencoba menajamkan pendengarannya.
__ADS_1
"Karena dia selalu punya cara untuk membuat ku tersenyum bahagia." Dan kali ini senyuman yang dipersembahkan oleh Queen W terlihat begitu manis dan penuh bahagia, dia berdiri dari posisi nya secara perlahan kemudian kembali berkata.
"Maafkan aku Adn, tapi aku tidak bisa menelan kembali ludah yang sudah aku buang dan aku sedang belajar mencintai nya, jadi aku mohon berbalik lah dan jangan kembali lagi di antara kami berdua." Queen W menundukkan kepalanya secara perlahan, kemudian dia beranjak dari sana sambil mengehela pelan nafasnya.
Begitu langka kaki Queen W bergerak menjauhi Adnan, satu ingatan akan ucapan Wiraditya memenuhi hati nya.
"Kamu tahu W?." Bola mata indah itu selalu menatap nya hangat dengan penuh cinta.
"Pada akhirnya yang kita pelajari dari hidup adalah bagaimana caranya kita menerima satu keadaan tanpa menyalahkan kenyataan, terkadang kita terlalu berlebihan memikirkan sesuatu yang sebenarnya sudah Allah SWT atur, padahal kita hanya perlu menjalani dan menyakinkan bahwa rencana Allah SWT adalah yang terbaik dan begitu indah."
__ADS_1