Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Lamban tapi pasti


__ADS_3

Catatan \= makkkk selamat menunaikan ibadah puasa yaaaaaa💋💋💋❤️❤️❤️.


******


Wiraditya bisa melihat raut wajah gelisah Queen W, gadis tersebut naik ke atas kasur dengan perasaan yang tidak baik-baik saja, mencoba berbaring di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut secara perlahan.


Dia pikir Queen W pasti merasa canggung kepada dirinya mengingat bagaimana cara mereka untuk tidur malam ini, Nyx benar-benar membuat mereka tidak memiliki pilihan lain, berada pada satu kamar yang ruang geraknya sangat terbatas tanpa kursi sofa dan juga karpet di bawahnya, tidak ada bantal guling dan hanya terdapat dua bantal kepala pas-pasan tidak terdapat dua selimut dan hanya memiliki satu selimut saja.


Semua itu cukup membuat mereka kesulitan, karena baginya saat ini mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali bertahan didalam kamar tersebut.


Wiraditya ikut naik ke atas kasur secara perlahan,. memilih berbaring tepat di sisi kanan Queen W dengan gerakan hati-hati.


Demi Allah rasanya memang luar biasa gugup berbaring bersebelahan dengan Queen W, apalagi melihat sang istri dalam keadaan segar dan fresh, dalam balutan aroma sabun sesudah mandi, rambut tergerai indah masih basah dengan pakaian tidur kalem mendominasi berwarna putih tapi jelas sangat terlihat sopan semakin menambah satu sisi cantik dari sosok seorang Queen W.


Terlalu normal untuk Wiraditya sebagai seorang laki-laki biasa jika merasa jantung nya tidak baik-baik saja berbaring bersebelahan dengan kekasih halalnya. Dia merasa ingin mati karena keadaan, tapi berusaha mati-matian membuang segala rasa.


"Kamu tidak lapar lagi?." Terlalu basa-basi, membuka percakapan tidak berguna di jam malam begini, tadi ba'da magrib Queen W sudah makan sebenarnya tapi dia pikir siapa tahu gadis tersebut masih ingin mencoba makanan lagi untuk mengisi perutnya.


Mendengar pertanyaan Wiraditya, Queen W terlihat mengernyit keningnya untuk beberapa waktu, dia menoleh kearah suaminya sambil berpikir dengan keras.

__ADS_1


"Kamu butuh cemilan?." Dia malah balik bertanya.


"He em mungkin minuman dingin seperti jeruk dingin atau potato." Ucap Wiraditya asal, dia sedang merasa gerah.


Sesungguhnya dia tidak membutuhkan itu, tapi terlalu gugup dengan keadaan, dia mungkin memang butuh sedikit cemilan dan minuman.


"Mungkin kita bisa ke gs25 mart atau 7-elevent." Pada akhirnya Queen bicara pelan.


"Aku juga butuh beli sesuatu." Lanjut nya lagi.


Queen W secara perlahan bergerak dari posisi nya, berdiri dengan cepat dan berniat untuk bergegas membuka pintu.


Dia mengejar langkah istrinya dengan terburu-buru, menutup pintu dengan cepat dan berusaha turun ke lantai bawah, keluar dari hotel dan mencari mart terdekat disana. mungkin 7-eleven merupakan pilihan paling tepat untuk mereka datangi.



Laki-laki tersebut bergerak dibelakang Queen W yang berjalan lebih dulu dihadapan nya, menatap punggung istrinya secara perlahan. Mereka masuk ke dalam mart secara perlahan melewati beberapa pengunjung lainnya.


Tujuan utama Queen W berada pada barisan cemilan, membawa Wiraditya kesana dalam diam. Laki-laki tersebut menghela pelan nafasnya, dia buru-buru melepaskan jaket nya dan tiba-tiba meletakkan jaketnya ke bahu istrinya, hal tersebut membuat sang istri cukup terkejut, buru-buru menoleh kearah Wiraditya, berdiri saling berhadapan untuk beberapa waktu.

__ADS_1


Nyatanya laki-laki tersebut tidak melepaskan diri, memperbaiki jaket nya secara perlahan dan menutup bagian tubuh istrinya dengan gerakan yang begitu lembut.


"Beberapa mata membuat ku risih melihat nya." Ucap Wiraditya kemudian.


Queen W terlihat sedikit terkejut.


"Ya?." gadis tersebut bertanya dengan perasaan agak terkejut.


Tapi alih-alih mendapatkan jawaban dari Wiraditya, dia seketika memejamkan bola matanya saat tiba-tiba kedua tangan Wiraditya menarik rambut Queen W secara perlahan, mengeluarkan nya dari dalam jaket dan membenahi nya. Ekspresi Queen W terlihat begitu cantik dengan rambut tergerai indah dan sedikit bergelombang.


Gadis tersebut melirik ke sisi kiri dan kanan, melihat beberapa laki-laki menatap nya aneh, gadis itu menatap dirinya sejenak, dia lupa membawa jaket karena terburu-buru, menggunakan pakaian tidur yang mungkin sedikit mengganggu.


"Maafkan aku." Dan dengan wajah memerah dia berkata maaf untuk pertama kalinya, menatap netra Wiraditya yang kini memperbaiki bagian rambut depannya yang menutupi sedikit matanya.


Nyatanya sisi itu menjadi bagian terlemah nya, saat seseorang menyentuh rambut depan di antara poni dan puncak kepala, dia pasti merasa sedikit berdebar-debar dan tidak baik-baik saja. Berpikir seolah-olah Wiraditya tahu bagian paling lemah didalam dirinya.


Dan tanpa Wiraditya sadari, hubungan mereka memang berjalan begitu lamban tapi bergerak pasti. Queen W sosok gadis pendiam dan datar tapi dengan sisi hati yang sangat lembut juga gampang tersentuh.


Satu ingatan menghantam dirinya ketika Nyx pernah berkata.

__ADS_1


"Queen W bukan sosok gadis yang angkuh, dia lembut, bahkan saking lembut nya dia seperti permen kapas yang jika kamu genggam dengan kuat akan mengerucut dengan cepat, dia seperti kaca tipis yang jika kami genggam dengan terburu-buru akan remuk redam dengan sendirinya, menghadapi nya tidak sulit. Dia hanya butuh seseorang yang mampu memperlakukan nya dengan hangat dan lembut, maka percayalah dia akan luluh dengan cepat tanpa harus kamu mendesaknya dengan terburu-buru."


__ADS_2