
Gadis di hadapan laki-laki tersebut pada akhirnya menganggukkan kepalanya secara perlahan. Dia pikir mungkin benar seharusnya mereka mengunjungi keluarga-keluarga tertua bagaimana mereka adalah cucu terkecil dan juga anak-anak termuda saat ini. Memang kurang pantas jika orang tua lebih dulu mengunjungi anak-anak, dan seketika Queen W merasa cukup malu atau siapa yang diucapkan oleh Wiraditya karena dia teledor untuk membawa laki-laki itu dan mengenalkannya pada seluruh keluarga mereka.
"Aku harap kamu tidak merasa terpaksa untuk kita mengunjungi para keluarga, W." ucap Wiraditya dengan cepat.
"Tentu saja tidak." Jawab Queen W lagi kemudian.
Gadis tersebut mencoba untuk menyeruput kembali minuman dihadapan nya kembali, di mana pada akhirnya dia memilih diam dan tidak melanjutkan kata-katanya lagi. Mereka menunggu pesanan makanan mereka datang ke hadapan mereka saat ini.
Cukup lama mereka menunggu hingga pada akhirnya setelah lama menanti seorang pelayan membawa pesanan makanan mereka secara perlahan menuju ke arah mereka, meletakkan menu makan pagi tepat dihadapan Queen W dan Wiraditya.
Setelah laki-laki pelayan tersebut meletakkan makanan yang dihadapan mereka dia langsung berbalik dan meninggalkan kedua orang itu secara perlahan, dan Queen W juga Wiraditya mulai melahap makanan mereka secara perlahan tanpa mengeluarkan suara mereka sama sekali.
Menikmati modus sarapan pagi ini sembari sesekali tanpa saling menyadari kedua orang tersebut melirik antara satu dengan yang lainnya, menelisik wajah atau bahkan mencuri pandang sambil menghabiskan makanan mereka secara perlahan.
Wiraditya lebih dulu menghabiskan makanannya, memilih menyeruput minuman nya kemudian menatap kearah istrinya untuk beberapa waktu. Bisa dia lihat Queen W perlahan menghabiskan makanannya, sepertinya cukup kesulitan untuk menghabiskan semua nya membuat Wiraditya mengernyitkan dahinya.
"Kamu sudah sarapan di rumah?," laki-laki tersebut pada akhirnya bertanya pada istrinya dengan cepat.
"Ah?," Queen W langsung mendongakkan kepalanya menatap ke arah Wiraditya, agak terkejut saat laki-laki dihadapan nya tersebut bicara dan bertanya kepadanya.
"Apa kamu tadi sudah sarapan di rumah?," kembali laki-laki tersebut bertanya kepada Queen W, dia menatap wajah gadis di depannya tersebut dengan seksama dan menuju jawaban dari istrinya untuk beberapa waktu.
Dia pikir dari cara istrinya makan, Queen W seperti nya cukup kesulitan menghabiskan makanannya.
__ADS_1
Queen W terlihat diam, sedikit tidak enak menjawab pertanyaan Wiraditya.
"Maafkan aku, W....aku-," Dia merasa cukup bersalah.
"Kenapa tidak bilang jika sudah sarapan di rumah?," Wiraditya bertanya pelan.
Mendengar pertanyaan suaminya, Queen W terlihat menundukkan kepala.
"Seharusnya bilang jika kamu sudah kenyang, W. Jangan memaksakan diri untuk mengikuti aku." Wiraditya bicara cepat, jadi merasa cukup bersalah pada istrinya karena membawa gadis tersebut untuk mengikuti makan tanpa tahu jika Queen W sudah makan dan mungkin tidak sanggup untuk kembali mengkonsumsi makanan di perut nya.
"Aku tidak tahu bagaimana mengatakan nya, jadi aku," dan Queen W pada akhirnya membuka pelan suara nya.
"Bukankah seharusnya kamu lebih mampu mengekspresikan diri W? bicara jujur dan mencoba untuk terbuka dengan ku, W?," pada akhirnya Wiraditya mulai bicara, meminta istrinya untuk berusaha jauh lebih terbuka pada dirinya.
"Aku terlihat egois jadi nya, m tidak tahu jika kamu sudah kenyang, memaksakan kamu untuk ikut makan bersama ku." Dan satu sesal seketika menghantam dirinya.
Queen W sejenak diam, menatap Wiraditya sambil menggigit bibir bawahnya secara perlahan.
"Maafkan aku," Ucap gadis itu pelan.
"Aku yang seharusnya minta maaf, W."
Mereka pada akhirnya diam sejenak, dimana Queen W secara perlahan mencoba untuk kembali melanjutkan makanan nya.
__ADS_1
"Jangan dipaksa jika tidak mampu menghabiskan nya hmmm." Wiraditya mencoba memajukan tubuhnya.
"Tapi ini sayang-,"
"Biar aku bantu menghabiskan nya." tiba-tiba Wiraditya secara Perlahan berdiri, mencoba bergerak dan duduk di samping istri nya.
"Ya?" Queen W jelas terkejut.
"Tapi ini bekas-,"
"Bukan masalah, bukankah ini bekas istri ku sendiri? aku pikir itu bukan hal yang harus di perdebatkan."
Dan saat Wiraditya berkata begitu Queen W seketika terdiam, menatap kearah Wiraditya yang sama sekali tidak jijik menggunakan sendok bekas makan nya.
"W." dia cukup kehilangan kata-kata nya.
******
Minal Aidin wal'faizdin Mak, mohon maaf lahir dan batinnnnnn ❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰💋💋💋💋, kalau ada tulisan salah, catatan yang menyinggung atau kesalahan-kesalahan balas komentar tidak enak di hati mohon di maafkan ya makkkk.
Love you selangit cakrawala,
salam sayang dan cinta,
__ADS_1
Eva Hye Seung / nila Kingshop Wati ❤️❤️💋❤️💋🥰🥰🥰💋❤️🥰💋❤️.