
Wiraditya sengaja memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, menikmati sentuhan tangan dari istrinya saat ini, begitu lembut dan juga hangat, memberikan sebuah kenyamanan dan juga mampu menghilangkan rasa lelah serta pemikiran berat yang ada di dalam kepala juga hatinya.
Queen W yang tadinya cukup menegak karena keadaan seketika langsung terdiam saat wiraditya membiarkan telapak tangannya terus berada pada pipi laki-laki tersebut. Gadis itu pada akhirnya membiarkan bola mata nya menatap ke arah bola mata Wiraditya, menikmati pemandangan wajah laki-laki yang jelas telah sah menjadi suaminya tersebut.
Tampan dan kharismatik.
Itu yang ada di dalam pemikiran Queen W, persis seperti ucapan seseorang, Wiraditya memang memiliki kharismatik yang tidak banyak dimiliki oleh laki-laki pada umumnya. Banyak laki-laki hanya tampan tapi terlihat membosankan, ada yang tampan tapi membuat enggan untuk dihadapi, ada yang tampan tapi seram atau tampan tapi tidak terlihat memiliki wibawa.
Wiraditya memiliki sisi yang dimiliki seorang laki-laki pemimpin, seperti daddy nya dan Nyx Zaighum sang kakak tertua. Kharismatik dalam balutan kewibawaan, beda nya jika daddy Ahem dan Nyx Zaighum terlihat begitu seram karena wajah dingin mereka dibalik kharismatik dan kewibawaan mereka, Wiraditya terlihat begitu ramah dan sangat bersahabat dengan siapapun di sekitarnya.
Mereka diam untuk waktu yang cukup lama, dimana Wiraditya menikmati rasa dibalik telapak tangan Queen W. Sang istri terlihat diam, menatap wajah suaminya tanpa mengeluarkan suaranya untuk waktu yang sulit di hitung.
"Apakah ada sesuatu yang sulit?," dan pada akhirnya Queen W memberanikan diri untuk bicara, membuka percakapan di antara mereka.
__ADS_1
Wiraditya pada akhirnya berbuka bola matanya secara perlahan, kini tatapan mata mereka saling bertemu antara satu dengan yang lain. Dia belum menjawab, masih membiarkan tatapan mereka saling bertemu dan menikmati keadaan dalam keheningan diiringi dingin nya AC yang terus memenuhi ruangan.
"He em, ada sedikit hal yang mengganjal setelah pembicaraan bersama semua orang di bawah tadi, W," dan laki-laki tersebut kini bicara, menjawab pertanyaan dari sang istri nya.
Mendengar apa yang diucapkan Wiraditya membuat Queen W mengerutkan keningnya, kata pembicaraan di bawah membuat dia gelisah dan khawatir, tiba-tiba saja satu ketakutan menghantam dirinya.
Apakah mungkin semua orang tahu tentang pernikahan awal dia dan Wiraditya? pernikahan kontrak yang disusun oleh nya karena keadaan dan disepakati oleh dia dan Wiraditya.
"Mereka tidak tahu tentang perjanjian awal kita, W," dan Wiraditya seolah tahu apa yang dipikirkan oleh istrinya langsung berkata dengan cepat, meminta agar istri nya tersebut tidak khawatir dengan keadaan.
"Ini soal hal yang berbeda lagi yang kami bicarakan tadi," lanjut laki-laki tersebut kemudian.
Queen W cukuplah lega mendengar kan apa yang di ucapkan Wiraditya, dia terlihat menghela pelan nafasnya dengan perasaan tertahan.
__ADS_1
Lega.
"Lalu?," dan dia bertanya, masih mengerutkan keningnya dan berpikir jadi ini tentang apa.
"Ini cukup berat untuk aku putuskan sendiri, W." kini Wiraditya memulai membuka pembicaraan.
Queen W Mendengar kan, menunggu Wiraditya menyelesaikan apa yang ingin diucapkan nya.
"Grandma dan grandpa ingin agar aku melanjutkan pendidikan di luar negeri, W,"
Dan bayangkan bagaimana ekspresi Queen W saat mendengar apa yang diucapkan oleh Wiraditya.
"Apa?,"
__ADS_1