Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Sedikit cemas


__ADS_3

Masih di Hillatop company,


Ruang kerja Queen W.


Gadis tersebut terlihat tidak fokus pada pekerjaannya sejak tadi, sebuah rasa khawatir masih menghantam dirinya saat dia melihat wiraditya begitu marah dengan keadaan yang dia tidak ketahui sebenarnya apa yang terjadi antara laki-laki tersebut dan pamannya.


Dia memiliki sisi kekhawatiran tersendiri, di mana dia berpikir apakah Wiraditya tahu jika dia menikahi laki-laki tersebut berdasarkan rekomendasi dari pamannya, apakah Wiraditya marah dan tersinggung karena dia meminta laki-laki tua itu mencarikan calon suami untuk dirinya dan pilihan nya jatuh pada Wiraditya, hingga akhirnya Wiraditya tahu dan begitu marah pada pak Ram yang menjual nama nya dan merekomendasikan dirinya pada Queen.


Gadis tersebut cemas, takut jika Wiraditya membenci paman Ram atas apa yang dilakukan laki-laki tua tersebut dengan dirinya. Padahal dia hanya meminta bantuan laki-laki tua itu tidak lebih, dan paman Ram tidak tahu apapun soal yang lainnya. Dia takut Wiraditya salah paham pada paman nya dan bertindak berlebihan.


Tapi mengingat bagaimana karakter wiroditya dia pikir tidak mungkin laki-laki tersebut berbuat hal yang melampaui batasannya tapi saya melihat kemarahannya tadi tiba-tiba gadis tersebut cukup takut jika Wiraditya berlebihan menanggapi semuanya.


Ditengah pemikiran kacaunya, tiba-tiba gadis tersebut dikejutkan oleh sesuatu


Kletakkkkk.

__ADS_1


Seketika Queen W menatap kearah depan saat dia mendengar pintu depan ruang kerja nya terbuka, bisa dilihat yang muncul di balik pintu adalah Wiraditya, laki-laki tersebut bergerak mendekati dirinya secara perlahan membuat gadis tersebut seketika membeku dan terdiam untuk beberapa waktu.


"Apa ada hal yang buruk terjadi, W?," dia bertanya pada wiradetya ketika laki-laki tersebut sudah berada di hadapannya.


Gadis tersebut berusaha berdiri, bergerak mendekati Wiraditya.


"Apa paman Ram melakukan kesalahan?," dia terus bertanya khawatir, menatap bola mata laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.


"Apa kamu marah pada paman Ram soal-," Queen W tidak berani melanjutkan kata-katanya, dia menggenggam erat kedua telapak tangannya dengan perasaan gelisah.


Wiraditya terlihat mengembang kan senyuman nya, dia kemudian langsung berkata.


"Hanya ada sedikit kesalahpahaman, aku belum sarapan, apa kamu sudah sarapan dirumah?," Laki-laki tersebut bicara, bertanya dengan cepat.


"Ya?,"

__ADS_1


"Temani aku keluar dan mati bicara tentang sesuatu, W." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


Queen W terlihat diam, mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu. Dia masih cemas, merasa suhu tubuh nya jadi sedikit buruk, dia pikir apakah ini soal pernikahan mereka yang melibatkan paman Ram?.


Queen W belum sempat menjawab, masih cukup bingung dengan keadaan hingga tiba-tiba laki-laki tersebut menggenggam erat telapak tangan nya secara tiba-tiba, membawa langkah nya untuk keluar dari sana. Hal tersebut membuat Queen W terkejut saat laki-laki itu menggenggam erat telapak tangan nya.


"W aku-,"


"Mereka merekomendasikan kafe di ujung gang, anak-anak di lantai bawah bilang tempat nya bersih dan nyaman, makanannya juga enak, W." Laki-laki tersebut bicara, tidak ingin melepaskan genggaman tangan nya sama sekali, melangkah keluar dari ruangan tersebut dengan perlahan.


Queen W yang terlihat bingung, tapi dia terlihat patuh, membiarkan Wiraditya menggenggam erat telapak tangan nya dan membawanya pergi dari ruangan kerjanya.


Wiraditya bergerak membawa istrinya secara perlahan pergi dari sana dan melangkah menuju ke arah lantai bawah, namun ketika mereka bergerak menuju ke arah sisi kiri tiba-tiba saja dari ujung sana terdengar langkah seseorang yang bergerak mendekati mereka, menatap kearah Wiraditya dan Queen W dalam tatapan yang rumit, sosok tersebut menghentikan langkah kakinya, menampilkan ekspresi rumit dengan bola mata yang terlihat berkaca-kaca.


Sedangkan Wiraditya terus menggenggam erat telapak tangan istrinya, melangkah mensejajarkan langkah sembari sesekali mengajak Queen W bicara, dan ketika bola matanya tanpa sengaja menatap lurus kearah depan, tiba-tiba laki-laki tersebut memperlambat langkah kakinya untuk beberapa waktu sambil membulatkan bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2