Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Sejuta pesan


__ADS_3

Hari keberangkatan bulan madu,


Mansion utama Ahem Hillatop.


"Tidak ada yang tertinggal?." Ibu Wiraditya bertanya cepat pada putranya, menatap Wiraditya untuk beberapa waktu.


"Tidak ada." Jawab laki-laki tersebut pelan sambil dia menatap balik ke arah ibunya.


Sebenarnya perasaannya cukup gelisah saat dia meninggalkan ibunya tersebut di mana keinginan hatinya adalah membawa sang ibu ikut serta dengan mereka, namun dia tidak berani menyuarakan hal itu karena takut dianggap terlalu banyak meminta ini dan itu dan dianggap tidak tahu diri. Wiraditya pikir mungkin insya Allah nanti setelah semua urusan selesai dia akan memberangkatkan umroh dan juga haji untuk ibunya.

__ADS_1


"Ingatkan Queen W agar makan yang teratur jangan sampai telat waktu, dia cukup sulit menghadapi udara panas, jadi jangan berpikir untuk keluar tanpa diri mu, ingat dia paling takut pada suasana gelap atau ruang tanpa pencahayaan." Itu adalah barisan pesan yang disampaikan ibu mertuanya kepada Wiraditya, bola mata wanita tersebut menatap cemas ke arah putrinya.


"Di rumah selalu ada pelayan yang mengawasi dirinya, kali ini kamu akan menjaganya dengan penuh selama kalian melewati bulan madu." Lanjut wanita tersebut lagi kemudian.


Mendengar apa yang diucapkan oleh ibu mertuanya membuat Wiraditya langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Mommy jangan khawatir soal apapun, aku akan menjaga W dengan baik dan tidak akan melepaskan pengawasanku darinya." Ucap Wiraditya cepat, mencoba menyakinkan wanita paruh baya lebih di hadapannya tersebut dengan penuh keyakinan, jika dia tidak akan melepaskan pengawasannya dari Queen W dan akan menjaganya dengan baik hingga mereka pulang ke Indonesia.


Wiraditya mengganggukan kepalanya, kemudian dia memeluk ibu mertuanya dengan erat setelah itu laki-laki tersebut mencium punggung tangan sang mertua secara perlahan untuk berpamitan jika mereka akan berangkat saat ini.

__ADS_1


Setelah itu Queen W yang tadinya masih bicara dengan ibu wiraditya langsung bergerak menuju ke arah mommy nya, dia memeluk wanita paruh baya lebih tersebut dengan hangat dan penuh kasih sayang.


"Disana berdoa sesuatu yang baik dan berdoa juga pada pernikahan kalian agar berlangsung hingga kematian memisahkan kalian, berharap lah dan tidak ada orang ketiga yang mengganggu hubungan kalian berdua." Nyonya Hayat berpesan pada putrinya panjang lebar, berharap gadis tersebut memanjatkan doa tulus hati di sana karena biasanya doa yang diminta ketika berada di tempat suci tersebut akan diijabah oleh Allah SWT.


Sudah banyak doa-doa orang yang biasanya akan didengarkan oleh Allah ketika mereka berada di sana, selama hati tulus dan berdoa dengan sungguh-sungguh biasanya apapun keinginan seseorang akan dikabulkan dengan segera, wanita paruh bayar lebih itu berharap putri nya kapan melewati pernikahan hingga hari tua sama seperti dia dan suaminya. meskipun tidak dipungkiri di dalam pernikahan akan selalu ada ujian, tapi dia percaya selama hati saling percaya, selama tangan saling menggenggam dan selama kejujuran selalu tercipta di antara pasangan, maka InsyaAllah tidak ada yang perlu dikhawatirkan di dalam sebuah pernikahan.


Sedangkan kaya raya itu bonus dan anak-anak itu rejeki juga titipan, selama mau berusaha dan berdoa ikhtiar dan yakin pada Allah SWT, segala sesuatu pasti akan dimudahkan oleh Allah SWT dengan cara Nya.


"InsyaAllah disegerakan untuk mendapatkan momongan juga hmmm." Lanjut wanita tersebut lagi kemudian.

__ADS_1


Queen W hanya mampu menganggukkan kepalanya saat sang mommy memberikan dia dengan jutaan pesan dan harapan, Sesungguhnya tersirat gelisah didalam hatinya, tapi dia berusaha untuk mengabaikan nya.


__ADS_2