Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Kemarahan yang elit dan elegan


__ADS_3

Leon dan Ginanda jelas gelagapan saat mereka melihat kedatangan Queen W, keadaan jelas tidak dalam keadaan baik di mana kedua orang tersebut tadinya bergulat dalam panasnya permainan. Sungguh gila dan sangat terkutuk ketika dua orang tanpa ikatan melakukan hal yang sangat tidak sesuai dengan norma apalagi ditambah sang laki-laki akan menikah di keesokan hari.


Leon tanpa berpikir dua tiga kali langsung menarik celananya dan menggunakannya dengan tergesa-gesa dia menetap ke arah Queen W dan mencoba untuk bicara dengan gadis tersebut dalam perasaan panik, semua rasa yang ada di dalam hatinya bercampur aduk menjadi satu saat ini dan jangan ditanya ada jutaan kekhawatiran yang juga menghantam dirinya.


"Sayang ini sebuah kesalahpahaman, aku- kau tahu Ginanda mencoba untuk menggoda ku." Bayangkan bagaimana isi kepala Leon berusaha untuk berputar bagaimana caranya agar Queen W tidak menanggapi buruk soal dirinya.


"Apa?." Bayangkan bagaimana ekspresi daripada Ginanda saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya tersebut. Kata menggoda benar-benar sangat luar biasa membuat dia tidak percaya jika Leon bisa memburukkan dirinya dihadapan temannya tersebut.


"Aku di undang nya kemari, dia bilang akan memberikan aku kado sebelum pernikahan kita besok, sayang aku benar-benar terjebak." Laki-laki tersebut gelagapan, berusaha meraih telapak tangan Queen W dengan cepat.


"Aku dijebak, sungguh Queen, aku dijebak." lanjut laki-laki tersebut lagi.


"Yang benar saja, kau-," Ginanda terlihat marah mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di hadapan Queen tersebut, perempuan itu terlihat sangat marah, berdiri dari posisinya di mana dia hanya menggunakan selimutnya saat ini, dengan jutaan rasa marah dan menghilangkan segala macam urat malunya, perempuan itu langsung menarik Leon dengan cara yang kasar.


"Kau yang menggodaku lebih dulu, bagaimana bisa kamu berkata seperti itu pada Queen seolah-olah aku adalah tersangka di sini." perempuan itu berusaha untuk membela dirinya.


"Tidak sayang, dia berbohong. Kamu tahu bukan bagaimana aku? aku bahkan tidak pernah menyentuh kamu jika kamu tidak memberikan jalan." Leon bersih keras berkata jika perempuan itulah yang telah menggodanya pada Queen W.

__ADS_1


Sungguh lucu sekali, kedua orang tersebut saling berdebat dan ingin membenarkan diri tanpa mau disalahkan, para pelayan hotel dan juga sekretaris Queen W hanya menatap kedua orang tersebut dengan pandangan mengejek, saling menoleh antara satu dengan yang lainnya dalam ketidak percayaan ada type manusia seperti kedua orang tersebut.


Mereka jelas-jelas masuk secara bergantian, sang laki-laki mengambil kamar lebih dulu dan perempuan naik secara perlahan keatas dalam posisi seolah-olah tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.


Ingin sekali para pelayan hotel berkata apakah mereka perlu mengeluarkan rekaman cctv-nya? tapi mereka tidak bertindak saat ini dan menunggu keputusan dari Queen.


Ditengah perdebatan yang terjadi diantara kedua orang tersebut Queen W terlihat menatap tajam ke arah Leon tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali, Aura suram dan dingin terlihat dari balik bola mata gadis tersebut saat ini di mana dia membiarkan kedua orang tersebut harus saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya dan mencoba untuk membela diri sendiri di hadapan Queen.


"Maafkan aku sayang, aku tergoda, aku khilaf, aku benar-benar salah karena mampu tergiur dengan godaan yang diberikan nya, aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi." Laki-laki di hadapan gadis tersebut bicara dengan cepat dan berharap Queen mau memaafkan dirinya dan melupakan kejadian hari itu serta melanjutkan pernikahan mereka.


Khilaf?, pelaku kejahatan selalu berkata begitu, pertama coba-coba, kedua khilaf berikutnya keenakan. Queen W mendengarkan tiap ocehan Leon yang tidak masuk akal dan di detik berikutnya gadis tersebut berkata.


"Lepaskan semua barang-barang yang kamu gunakan sekarang juga." Alih-alih marah Queen hanya mengeluarkan kata-kata seperti itu pada Leon.


"Apapun itu yang kamu dapatkan dari diri ku lepaskan semuanya."


Mendengar ucapan Queen seketika membuat Leon tercekat.

__ADS_1


"Apa?." Laki-laki tersebut menelan salivanya.


"Cabut semua fasilitas, saham dan juga investasi yang dilakukan Hillatop company pada perusahaan Leon, Marissa." Ucap Queen lagi pada sekretaris nya sambil terus membiarkan bola matanya menatap tajam kearah Leon.


Tidak ada sedikitpun rona kesedihan yang ditampilkan Queen W, aura penuh keangkuhan terlihat jelas di balik wajah cantik dan bola mata indah gadis tersebut saat ini.


"Pecat nona Ginanda dari perusahaan Hillatop dan umumkan pembatalan pernikahan antara aku dan tuan Leonardo di media sekarang juga." Lanjut Queen W lagi kemudian.


Leon yang mendengar ucapan Queen W seketika memundurkan langkah nya, dia seolah-olah kehilangan kata-kata atas apa yang baru diucapkan Queen W pada dirinya.


"Sayang-,"


Ginanda seketika mendudukkan dirinya ke lantai, perempuan tersebut memucat tanpa mampu mengeluarkan suaranya sama sekali.


"Queen."


Percayalah Queen W benar-benar terlihat keren, elit dan elegan dalam kemarahan dan kekecewaan nya, memangkas semua orang yang mengkhianati nya tanpa ampun dan tidak sama sekali memberikan kesempatan kedua pada seorang pengkhianat.

__ADS_1


__ADS_2