
Wiraditya menatap kearah Queen W untuk beberapa waktu saat dia tidak lagi mendapati laki-laki yang duduk bersama istrinya tadi, dia hanya berdiri menatap ke arah Queen W dari jarak yang sedikit jauh, membiarkan gadis tersebut menyendiri dalam diamnya di mana bisa dilihat istrinya masih memandangi gelas minuman nya untuk waktu yang cukup lama.
Dia terus berusaha untuk menyelami hati istrinya, membaca jalan pikirannya dan ingin tahu apa yang diinginkan oleh gadis tersebut, tapi nyatanya hingga hari ini dia tidak bisa memahami apa yang diinginkan oleh Queen W sama sekali, baginya gadis tersebut terlalu rumit dan sulit untuk diselami hatinya dan juga untuk dipahami. Dia tidak heran jika penghianatan seringkali terjadi pada tipe gadis seperti itu, laki-laki akan cukup sulit menghadapi tipe seperti gadis tersebut di mana mereka pasti berpikir dengan keras sebenarnya apa yang diinginkan oleh Queen W.
mereka akan merasa lelah menghadapi type gadis yang tidak banyak bicara dan lebih suka memilih diam tentang banyak hal, tidak suka mengekspresikan perasaan nya dan menjalani hidup di datar-datar saja. pada akhirnya hubungan percintaan menjadi sangat flat.
Dan laki-laki mulai masuk pada titik rasa jenuh dan hambar dalam sebuah hubungan dimana pada akhirnya hubungan itu bisa disebut dengan istilah flat relationship. Sebutan tersebut menggambarkan suatu keadaan di mana seseorang yang menjalani sebuah hubungan, merasa hambar karena rutinitas atau kebiasaan yang dilakukan hanya itu-itu saja tanpa ada kemajuan.
Laki-laki menginginkan dia, tapi merasa hambar untuk menjalankan nya dengan pasangan nya. Sangat sulit mengekspresikan diri dan tidak akan bertemu dalam titik keharmonisan. Queen W bahkan tidak pernah protes pada hal apapun, menyembunyikan semua rasa dan menganggap tidak ada yang perlu dijelaskan di dalam hubungan mereka jika sesuatu terjadi.
Dan sifat Queen W terjadi bisa jadi karena faktor trauma psikis yang terjadi di masa lalu.
"Ingin tetap disini atau pulang?." Pada akhirnya Wiraditya bertanya pada gadis tersebut ketika dia sudah berdiri tepat di hadapan Queen W, menatap gadis itu dengan tatapan yang begitu hangat tanpa menunjukkan sedikitpun emosional nya saat melihat istrinya bicara dengan laki-laki lain.
__ADS_1
Mendengar ucapan Wiraditya, gadis tersebut yang masih tenggelam dalam pemikiran nya seketika langsung menatap kearah laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, bisa Wiraditya lihat bola mata gadis tersebut tidak baik-baik saja, ada warna merah di pelupuk mata tersebut, yang menandakan gadis itu menahan beban didalam hati nya.
"Apa yang sebenarnya kamu pikirkan W?, sungguh rumit menyelam hati mu yang tertutup rapat." Laki-laki tersebut membatin dalam diam.
Queen W tidak menjawab, berdiri perlahan dan bergerak keluar dari sana, membiarkan dirinya tenggelam dalam diam dan melangkah maju mengikuti Wiraditya.
Mereka diam untuk waktu yang cukup lama, berjalan menuju ke arah hotel yang jaraknya lumanyan memakan waktu, cukup jauh karena dari seven-7 pergi menuju ke tempat makan yang paling dekat adalah tempat yang mereka datangi saat ini.
Malam terlalu larut, meskipun kota besar bukankah mereka orang asing yang datang ke negeri orang lain?. tengah malam lewat jelas berbahaya berjalan di pinggir jalan, Awalnya Wiraditya mengikuti langkah Queen W dibelakang, menyusuri jalanan menuju kearah hotel, di ujung sana seorang laki-laki dengan pakaian yang mencurigakan menunggu kedatangan Queen W, Seolah-olah mempersiapkan niat jahat untuk menyerbu istrinya.
Laki-laki bertampang seram tersebut seolah-olah ingin melakukan sesuatu, dan Wiraditya mencoba menghilangkan rasa malu juga canggung, merapatkan tubuh Queen W dengan cepat ke arah tubuh nya, menggenggam erat telapak tangan istrinya dan menghentikan langkah kakinya kemudian kemudian tahu-tahu Wiraditya membungkuk dan berkata.
"Naik ke punggung ku." Dia bicara dengan cepat.
__ADS_1
Queen W yang masih dilanda keterkejutan tampak bingung.
"Sayang naik ke punggung ku sekarang, aku tahu kamu lelah." Lanjut Wiraditya lagi.
Laki-laki bertampang seram menghentikan langkahnya, dia pikir gadis tersebut pergi seorang diri dan laki-laki dibelakang nya bukan kenalan nya.
Queen W jelas mengernyit kan keningnya, menampilkan ekspresi yang cukup terkejut.
"Tidak bisakah mendengarkan suami mu sesekali?." Wiraditya menjadi tidak sabaran, dia sebenarnya panik terhadap laki-laki di samping mereka, dan ini kali pertama dia bicara dengan nada tinggi kearah istrinya.
"Kau, mau apa?." Kali ini Wiraditya menatap tajam kearah laki-laki di samping mereka, bicara menantang dan siap dalam banyak situasi apapun untuk melindungi istrinya.
Queen W yang seolah-olah paham apa yang ditakutkan Wiraditya, seketika secara perlahan naik ke punggung laki-laki tersebut, membiarkan Wiraditya menggendong nya dengan gerakan hati-hati.
__ADS_1
Seulas senyuman mengembang di balik wajah wiraditya saat dia tahu Queen W patuh pada permintaan nya, dia masih menatap penuh dengan kilatan emosi pada laki-laki suram di samping mereka, hingga akhirnya laki-laki tersebut memundurkan langkahnya dan Wiraditya secara perlahan membawa istrinya menjauh dari sana.