
Mendengar ucapan putranya, Nyx terlihat mengembang kan senyuman nya, mencoba untuk menampilkan ekspresi wajah tenangnya sembari berkata.
"Foto pernikahan kemarin dengan untie W?." Tanya Nyx kemudian pada putranya.
Nyx J seperti menampilkan ekspresi wajah yang bingung, dia ingin menjawab bukan tapi Nyx buru-buru berkata.
"Benar paman ini, berikan salam dan lupakan soal foto nya." Seolah-olah itu perintah, Nyx J diam dan patuh, menatap wajah Wiraditya untuk beberapa waktu.
Dia turun dari kursi mendekati Wiraditya dan menyalami nya, terlalu imut dan lucu tanpa menampilkan senyumannya, ekspresi Nyx J benar-benar serupa dengan ayahnya. Tapi bisa Wiraditya lihat dengan baik, putra kakak iparnya seolah-olah tidak puas atas jawaban daddy nya tapi dia mencoba untuk tidak kembali bicara karena takut salah bicara.
"Berapa umur mu sayang?." Wiraditya bertanya pelan, sedikit berbisik sambil mengedipkan sebelah matanya.
"5 tahun lebih." Bocah laki-laki tersebut menjawab cepat, menelisik wajah Wiraditya untuk beberapa waktu.
"Aku akan kedepan, kamu tidak ingin ikut W?." Nyx tiba-tiba bicara, dia meraih tubuh Nyx J dan memasukkan nya kedalam gendongan nya.
Wiraditya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Kakak ipar mau kedepan?." Dia tentu saja bertanya pada Nick lebih dulu, sungguh tidak sopan meninggalkan kakak ipar kedua dan mengikuti langkah kakak ipar pertama.
"Aku akan tinggal." Nick masih menikmati rokoknya.
"Aku akan menemani kakak ipar kedua." Dan Wiraditya mengembangkan senyumannya, memilih untuk menemani Nick yang memilih bertahan di sana.
Nyx tidak menjawab, mengabaikan mereka dan membawa putranya menjauh dari mereka berdua.
Cukup lama Nick menikmati rokoknya, memilih diam dan tidak membuka percakapan sama sekali.
Wiraditya mencoba mendengarkan apa yang akan dibicarakan kakak ipar nya tersebut.
"Sudah menentukan tempat destinasi bulan madu?." pertanyaan sama yang diberikan oleh ayah mertuanya kembali ditanyakan oleh kakak ipar kedua.
Wiraditya mengembangkan senyumannya.
"He em, sudah." Jawab Wiraditya pelan.
__ADS_1
"Ambil liburan dan jangan pikirkan soal perusahaan." Ucap Nick kemudian, dia menghisap kembali rokok nya lantas mengembuskan nya secara perlahan ke udara.
"Aku dan Amarilis akan mengurus semua persoalan perusahaan, kalian cukup fokus pada bulan madu dan memenuhi apa yang diinginkan oleh keluarga." ucap laki-laki tersebut lagi kemudian sembari dia mematikan rokoknya itu atas sebuah asbak kaca yang ada di hadapan mereka.
Kali ini tatapan bola mata laki-laki tersebut mengarah ke arah Wiraditya, hal tersebut membuat Wiraditya seketika terdiam karena dia pikir saat ini Nick menampilkan satu sisi dari balik wajahnya yang terlihat begitu serius tidak seperti biasanya.
"Kita tidak memiliki kesempatan dan waktu untuk bicara berdua seperti ini sejak awal bertemu hingga kemarin," dan kali ini laki-laki tersebut bicara dengan cara yang begitu serius, tatapan bola matanya terlihat begitu tajam.
Wiraditya balik menatap laki-laki itu meskipun tidak dipungkiri dengan perasaan yang berdebar-debar, karena baginya baru pertama kali dia melihat laki-laki tersebut menatapnya dapat tatapan seperti itu.
"Aku merupakan tipikal kakak ipar yang tidak banyak tingkah, tidak memandang seseorang dari harta dan juga jabatannya dan tidak pernah menganggap serius hal seperti itu, tapi ketika ada yang membohongiku atau melukai adikku itu akan menjadi permasalahan serius untuk diriku," ucap laki-laki tersebut kemudian.
"karena itu baik-baiklah di dalam pernikahan kalian, dengan jangan sampai aku mendengarkan satu gosip tidak enak soal pernikahan kalian terutama tentang orang ketiga." lanjut laki-laki tersebut kemudian, di mana dia seakan-akan memperingati wiraditya agar berhati-hati dalam setiap langkahnya.
Dan percayalah ucapan Nick cukup membuat Wiraditya menarik berat nafas nya.
Ini bukan soal orang ketiga, bagaimana reaksi semua kakak Queen W jika satu hari mereka tahu dia dan Queen W akan bercerai?. Dia mungkin akan di bunuh secara berjama'ah, yakinlah.
__ADS_1