Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Sejuta rasa penasaran


__ADS_3

Wiraditya perlahan naik ke atas kasur begitu dia tiba di dalam kamar tersebut, setelah di Korea ini untuk kesekian kalinya mereka tidur di atas satu kasur yang sama. Rasanya membuat dia cukup berdebar-debar tapi dia berusaha untuk menyembunyikan perasaan yang bagaimanapun caranya.


"Bukan masalah aku tidur di sini, W?," Wiraditya mencoba untuk memastikan.


Queen W sejenak menatap wajah Wiraditya, kemudian dia memejamkan bola matanya sembari mengembangkan senyuman tipisnya, meskipun tipis tapi terlihat begitu manis, mampu membuat Wiraditya menjadi tidak baik-baik saja.


"He em." jawab Queen W pelan.


"Aku akan pergi tidur lebih dulu." gadis tersebut bicara dalam keadaan setengah sadar atas rasa kantuk yang menghantam nya saat ini, mengabaikan peristiwa yang tadi, karena matanya benar-benar tidak bisa di ajak berkompromi sama sekali.


Wiraditya terlihat mengembangkan senyumannya, dia kemudian berkata.

__ADS_1


"Terimakasih, W." Bisik nya pelan.


"Bukankah kita suami dan istri? kenapa harus berterimakasih" Mungkin Queen W sama sekali tidak menyadari Kalimat yang keluar dari bibirnya, dia setengah sadar saat ini, ibarat nya ucapan nya seperti sebuah racauan dalam keadaan setengah sadar.


Mendengar ucapan istrinya Wiraditya terlihat mengernyitkan keningnya.


"W?,"


Wiraditya mencoba meraih ujung rambut istri nya, memastikan istrinya bicara dalam keadaan sadar, tapi seperti dugaan nya, gadis tersebut berada di ambang tidur dan sadar nya, mungkin tidak sadar betul dengan ucapannya tadi. Namun kata suami istri benar-benar membuat jantung nya tidak baik-baik saja, dia berdebar-debar atas ucapan istrinya.


Keheningan terjadi diantara mereka dimana Queen W benar-benar telah memejamkan bola matanya, bisa dilihat sang istri tanpa begitu lelah dan benar-benar kedenggelamkan dirinya ke dalam tidur panjangnya. Wiraditya menatap gadis di sampingnya tersebut dengan lekat membiarkan tubuhnya berbaring miring dan menelisik wajah istrinya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


Bisa dia lihat wajah cantik Istrinya yang terlelap dalam tidurnya seperti tanpa beban, tenggelam dalam alam bawah sadar atas rasa lelah yang menghantam.


Laki-laki tersebut mengulum senyumannya, mencoba untuk menenggelamkan dirinya secara perlahan kedalam tidurnya juga, menyusul istrinya untuk terlelap karena besok mereka harus memulai aktivitas seperti biasa, pergi keperusahaan dan menyelesaikan beberapa PR yang tertunda karena perjalanan berhari-hari mereka.


Wiraditya mencoba menenggelamkan dirinya ke alam mimpi nya, namun tiba-tiba saja laki-laki tersebut mengurungkan niatnya, dia langsung membuka kembali bola matanya dengan cepat.


Tidak tahu kenapa tiba-tiba Wiraditya ingat pada kalung yang digunakan oleh Queen W, laki-laki tersebut mencoba mencari jejak rantai nya yang terlihat, dimana bisa dia lihat rantai kalung gadis tersebut menyembul dengan sempurna di balik lehernya. Laki-laki tersebut sejenak diam, menatap kearah Queen W untuk beberapa waktu kemudian kembali melirik kearah rantai kalung nya secara perlahan.


Wiraditya benar-benar ingin melihat bagaimana isi dalam kalung tersebut, apakah itu sama seperti milik ayah nya atau tidak sama sekali. Apakah itu kebetulan sama atau kalung yang hilang puluhan tahun yang lalu.


Secara perlahan dia mencoba untuk menarik kalung yang digunakan istrinya, dengan gerakan begitu hati-hati karena takut membangunkan Queen W, tempo hari karena panik dia tidak benar-benar sempat memperhatikan isi dalam mainan nya, kali ini dia mencoba untuk memastikan nya dengan seksama.

__ADS_1


Wiraditya mencoba menariknya dengan sangat hati-hati, berharap Queen W tidak terjaga saat dia melakukan hal tersebut saat ini. Cukup tegang rasanya tapi dia berusaha untuk berupaya mengeluarkan nya dengan jutaan rasa berdebar-debar tidak menentu.


__ADS_2