
Wiraditya tidak lagi melanjutkan kata-katanya membiarkan dirinya menelisik wajah istrinya untuk beberapa waktu, tidak melepaskan pandangannya sedikitpun dan meyakinkan diri keputusannya untuk mengatakan tentang perasaannya sudah merupakan keputusan yang paling tepat. Meksipun mungkin pada akhirnya gadis kehidupannya tersebut membencinya tapi dia yakin dengan mengatakan tentang perasaannya setelah mereka berpisah dia tidak akan pernah menyesalinya.
Ketimbang memendam perasaannya dan membiarkannya tidak diketahui oleh Queen W, mungkin hal tersebut malah akan membuatnya menyesal karena dia tidak mengungkapkan tentang perasaannya sama sekali tapi jika dia mengungkapkan tentang perasaannya minimal setidaknya garis di hadapannya tahu jika dia benar-benar mencintai gadis tersebut dengan caranya sendiri.
Dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh istrinya tapi yang jelas bisa dia lihat bola mata garis di depannya tersebut sejenak menelisik bola matanya untuk beberapa waktu saling bertemu dan netra mereka saling menggali dalam sosok masing-masing di dalam lingkaran cincin bola mata mereka. Queen W memilih tidak mengeluarkan sama sekali suaranya sejak tadi, membiarkan diri nya tenggelam di dalam pemikirannya sendiri tentang Wira Aditya dan juga memikirkan apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut tadi kepada dirinya.
Seperti kisah kasih manis di sekolah, seakan-akan dia baru saja ditembak oleh seorang laki-laki yang jatuh cinta pada dirinya, membuat gadis tersebut cukup kehilangan kata-katanya tapi dia berusaha untuk menekan kesadarannya serta mencoba untuk memahami tentang perasaannya sendiri atas apa yang dia rasakan setelah mendengar pernyataan hati dari suaminya tersebut.
"Sejak kapan?," hingga pada akhirnya gadis tersebut memberanikan diri untuk bertanya, ingin tahu sejak kapan wiraditya jatuh cinta padanya.
"dan kenapa kau jatuh cinta padaku? jangan begitu naif dan jangan membohongiku, W. Karena pada dasarnya laki-laki jatuh cinta pada perempuan hanya karena dia cantik atau bahkan kau hanya tertarik karena aku adalah bagian penerus dari Hillatop company." gadis itu langsung bertanya pada intinya, kali ini dia tidak ingin lagi kecolongan tentang seseorang yang mencintai dirinya karena dia tahu berkali-kali dia menjalin hubungan lebih tepatnya laki-laki tidak benar-benar mencintainya karena itu dia pikir dia diselingkuhi dan terkadang orang dekat kepadanya karena menginginkan sebuah keuntungan sebab dia melupakan penulis dari Hela atau company yang menggenggam materi dan juga bisa membeli apa-apa sesuai dengan apa yang diinginkan oleh banyak laki-laki yang mengharapkan menjadi pendamping hidupnya.
Mendengar apa yang dipertanyakan oleh istrinya tersebut seketika membuat Wiraditya mengembangkan senyumannya, dia tahu pada akhirnya gadis tersebut akan mempertanyakan hal itu.
"Aku tidak naif W, bukankah pada dasarnya Rasulullah SAW bersabda:
“Perempuan itu dinikahi karena empat hal yaitu (1) karena hartanya, (2) keturunannya, (3) kecantikannya dan (4) agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasai, dan Ibnu Majah)." Laki-laki tersebut mulai bicara dan berkata dia bukanlah laki-laki yang naif saat memilih kriteria seorang istri.
"Jika kamu tidak memiliki salah satu dari ke empat nya, aku mungkin tidak akan menerima pernikahan kita selain dari pada aku memang terjepit keadaan." Ucok laki-laki tersebut lagi kemudian.
__ADS_1
"aku jatuh cinta padamu karena kecantikanmu, karena rata-rata sudut pandang laki-laki pada dasarnya dimulai dari casing luar gadis yang dihadapi nya lebih dulu, setelah itu bukankah baru mencari tahu apakah mereka baik agamanya," sembari berkata seperti itu Wiraditya membiarkan bola matanya menelisik bola mata istrinya.
"Setelah aku memastikan baik agamanya aku jatuh cinta padamu karena hartamu karena jika aku bilang tidak maka aku terlalu naif dan juga seorang penipu W, orang-orang bahkan mungkin memikirkan hal yang sama jika aku bersikeras berkata aku mencintaimu bukan karena hartamu, karena tidak ada manusia di muka bumi ini tidak melihat segala sesuatu dari sisi duniawi."
Dan Queen W jelas saja diam, dia terlihat menggenggam bantal tidur nya pelan, tidak mengeluarkan sama sekali ekspresinya di mana hatinya saat ini bergejolak menjadi satu.
"Tapi ada satu sisi lagi membuatku jatuh cinta padamu yang mungkin tidak dimiliki oleh beberapa orang yang pernah dekat denganku." dan saat Wiraditya berkata begitu, Queen W mencoba mengernyitkan keningnya.
"Mau mendengarkan sebuah kisah W? kisah Wiraditya yang pernah jatuh cinta dengan seorang gadis yang kehidupan dan ekonomi nya berada di atas rata-rata, ketika strata dan status kami jauh berbeda tapi cinta membuat kami menyiapkan sebuah rencana dimana aku ingin membawa nya pergi meninggalkan kehidupan mewah nya?,"
Queen W tidak melepaskan sedikitpun tatapannya pada Wiraditya, dia secara perlahan mengangguk kan kepalanya.
Queen W kembali menganggukkan kepalanya.
"aku siap hidup memulai segala sesuatu dari angka 1, meniti semuanya dari awal dan membuat dia meninggalkan kehidupan mewah nya." Wiraditya mulai bercerita.
"Tapi bukan kah di dunia ini menikah bukan hanya sekedar antara kita berdua, W?."
Mereka masih saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Ketika akal waras ku bermain, aku ingat menikah bukan hanya soal aku dan kamu tapi soal semua keluarga yang menyatu menjadi satu, ketika harta menjadi nilai pokok dalam sebuah pernikahan kekhawatiran terdalam adalah ketika pasanganmu bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa dan harta menjadi hal yang paling tinggi dan paling diagung-agungkan dalam sebuah pernikahan maka itu berarti cinta tidak lagi dibutuhkan di dalam pernikahan dan pada akhirnya harta itu akan membuat salah satu diantara kita tidak memiliki nilai, aku meninggalkan Amanda karena bagi ku cinta saja atau bahkan materi tidak cukup untuk aku menjajal kan kaki menuju ke jenjang pernikahan W, ada ibu dan adik ku juga ada ibu dan ayah nya yang seharusnya menyatu dalam sebuah ikatan kekeluargaan yang disebut besan, ipar dan orang tua."
Queen W terlihat menggigit bibir nya saat mendengar apa yang diucapkan oleh wiraditya.
"Keluarga nya dan ibunya tidak menganggap kami setara, dan aku ingat bagaimana ibunya pembicarakan soal ayah dan ibuku bahkan meminta ku untuk cukup tahu diri siapa diriku, dan disana aku sadar aku harus melepaskan Amanda dan tidak meneruskan lagi hubungan ini, karena jika aku hanya termakan cinta dalam hubungan kami dan menariknya keluar dengan keserakahan, akan ada banyak sekali hati yang tersakiti termasuk orang tuaku dan pasti nya juga orang tuanya, W." Wiraditya menjeda sejenak ceritanya.
"Jika aku benar-benar egois karena cinta dan tergila-gila pada harta kekayaan nya, mungkin aku tidak akan melepaskannya hingga hari ini dan mengabaikan banyak hati serta perasaan atas rasa egois diriku yang tidak berkesudahan." setelah berkata seperti itu , Wiraditya memilih untuk tidak melanjutkan kata-katanya sementara, membiarkan dirinya memperhatikan wajah Queen W untuk beberapa waktu.
"Dan-," Wiraditya kembali membuka suaranya.
"Jika kamu bertanya sejak kapan aku jatuh cinta padamu, jawaban nya aku tidak bisa memastikan kapan jatuh cinta pada tapi aku berpikir kamu seperti dopamine untuk ku, begitu candu dan membuat ku merasa kamu begitu spesial dan unik, selama bersama mu aku selalu suka berfokus pada kualitas positif dari dirimu W, dan cenderung mengabaikan sifat negatif yang aku pikir tidak perlu, terkadang ketika aku melihat dirimu tidak tahu kenapa acapkali aku merasa ada ingatan masa kecil atau peristiwa dan objek masa lalu yang tiba-tiba mengingatkan ku pada momen dan kenang-kenangan masa kecil yang berharga."
"Selama bersama kamu, aku mengalami berbagai emosi, aku mengalami kegembiraan, euforia, peningkatan energi, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, gemetar, jantung berdebar kencang dan setiap kali aku sulit menyesuaikan diri dengan kamu atau merasa hubungan kita mengalami kemunduran atau tidak mengalami sedikitpun kemajuan aku akan mengalami pernapasan yang dipercepat, kecemasan, panik, dan perasaan putus asa yang tidak bisa aku pahami." Wiraditya benar-benar menjabarkan tentang perasaannya saat ini kepada gadis yang ada di hadapannya tersebut dia mengutarakan tentang perasaan penuhnya tentang cintanya tentang segala hal yang tidak bisa diucapkan satu persatu dengan kata-kata pada akhirnya dia tumpahkan semua dan diucapkan semua pada gadis di hadapan tersebut.
"Semuanya terasa seru dan baru bagi ku, bahkan aku merasa lebih ingin mencoba hal-hal baru, atau hal-hal yang sebelumnya tidak aku pedulikan, hanya karena kamu aku jadi menyukainya. Dan mungkin yang lebih gila, aku selalu berpikir untuk selalu merencanakan masa depan bersama." Dan Wiraditya seketika tertawa renyah.
"Aku bermimpi merancang masa depan dengan gadis yang bahkan aku belum tahu apakah dia juga mencintaiku atau tidak sama sekali." lanjut Wiraditya lagi.
Queen W terlihat diam dan tidak mengucapkan kata-kata pun mendengarkan apa yang dikatakan oleh wirauditya dengan jantung yang berdebar kencang dan perasaan yang jelas tidak baik-baik saja.
__ADS_1