Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Kakak ipar yang memberikan jalan


__ADS_3

Masih di Mansion utama Ahem Hillatop


Setelah makan malam.


"Queen W bukan gadis yang suka berinteraksi dengan orang lain." Nyx bicara dengan perlahan tanpa menoleh sedikitpun kearah Wiraditya.


Mereka duduk di teras samping rumah, menikmati semilir angin malam ditemani kopi dan bidak catur di hadapan mereka, Wiraditya pernah memenangkan perlombaan catur di sekolah dasar hingga sekolah SMP nya dulu, jadi dia pikir meskipun tidak menang dari kakak iparnya nanti, setidaknya dia tahu bagaimana cara bermain dengan baik benda seperti itu.


langit malam terlihat begitu indah dimana jutaan bintang-bintang berhamburan di langit luas sana, rembulan malam tampak bahagia menemani para manusia melewati malam syahdu saat ini.


Meskipun Wiraditya tidak suka pada orang yang membakar kertas, Nyx mana mau peduli, laki-laki tersebut menikmati rokok miliknya tanpa henti sejak tadi, kepulan asap terus berterbangan memenuhi teras samping tersebut. Tidak ada yang mampu membuat seorang Nyx patuh pada peraturan apapun, laki-laki keras kepala tersebut tidak akan mampu ditundukkan oleh siapapun meskipun dalam ucapan pedas.


Wiraditya dengar Nyx merupakan duda beranak satu, anehnya dia belum pernah melihat putra laki-laki tersebut, dia belum pernah melihatnya datang membawa putra kecilnya. Mungkin hanya kebetulan saja tidak pernah terlihat, bisa jadi putra kakak iparnya itu datang di hari yang berbeda.


Kematian istri laki-laki tersebut dimasa lalu menyisakan kemarahan dan duka yang mendalam, kabarnya Nyx sempat menggila di tahun pertama, mengabaikan siapapun yang ada di sekitarnya, tahun ke 2 dia bangkit tapi dengan kegilaan lainnya, menukar pasangan dalam hampir setiap waktu. Tidak paham apa maksudnya, Wiraditya enggan untuk memikirkan nya. Tapi bisik-bisik pelayan berkata belakangan ada gadis muda yang terus berada disekitar nya atas permintaan putranya, orang biasa dari keluarga sederhana, guru honorer dari kota berbeda.


"He em, dia lebih banyak diam ketimbang bicara, aku biasanya harus punya inisiatif lebih dulu untuk bicara." Jawab Wiraditya kemudian.


Nyx memajukan satu bidak catur nya, memakan salah satu pasukan miliknya.

__ADS_1


"Kami harus lebih aktif melakukan pendekatan pada nya, dia sangat suka diperhatikan dan setiap kali kamu memberikan nya perhatian wajahnya pasti akan memerah dan menampilkan rona kebahagiaan secara diam-diam." Ucap Nyx lagi kemudian.


Wiraditya diam, dia pikir ucapan kakak iparnya seolah-olah memberikan dia restu dan jalan agar dia tenggelam dan masuk lebih jauh dalam kehidupan Queen W, meminta Wiraditya memahami karakter Queen W secara perlahan.


"Dia paling suka disentuh kepalanya, seperti kucing kecil yang diperhatikan oleh tuannya."


Dan saat laki-laki tersebut berkata seperti itu membuat Wiraditya menatap lurus kearah depan, memandangi wajah kakak ipar nya sejenak.


"Anggap saja aku mengatakan ini karena aku sedang berusaha untuk memberikan restu kepada dirimu," seakan-akan tahu pandangan Wiraditya, laki-laki tersebut bicara.


"Itu baru 50% saja, sisa nya tergantung kesetiaan mu pada nya." Dan Nyx langsung meluruskan pandangan nya ke arah Wiraditya.


Wiraditya tahu laki-laki tersebut tidak main-main atas ucapannya, membuat dia menelan salivanya.


"Aku paling benci 2 hal dalam pernikahan," Nyx bicara kembali, menaikkan jari telunjuknya.


"Perselingkuhan," Ucapnya sambil terus mata tajam ke arah wiraditya, kemudian dia menaikkan satu jarinya kembali ke hadapan laki-laki tersebut.


"Perceraian."

__ADS_1


Kembali Wiraditya menelan salivanya, dia membeku untuk beberapa waktu.


Mereka diam untuk beberapa waktu, dimana Nyx kembali fokus pada permainan catur nya.


"Sesekali berikan perhatian kecil seperti hadiah." Kembali Nyx bicara.


Dan Wiraditya berusaha untuk membangunkan dirinya dari rasa bersalah dan takut atas ucapan awal kakak ipar nya tadi. Kata perceraian membuat dia gelisah.


"Aku takut dia tidak menyukai nya." Jawab Wiraditya pelan.


"Dia pasti diam-diam menyukainya."


"Sangat sulit sekali untuk ku tahu bagaimana ekspresi W, kapan dia senang, marah, sedih, suka dan lain sebagainya." Wiraditya berusaha kembali membuka suaranya.


"Dia tidak seperti itu sebenarnya," Ucap Nyx lagi kemudian.


"Trauma masa lalu menekan semua kebahagiaan dirinya, belum lagi pengkhianatan yang dilakukan laki-laki di masa lalu nya."


Wiraditya yang baru saja menyingkirkan balik bidak catur kakak iparnya langsung terdiam, pandangan nya langsung beralih pada sang kakak ipar. Kata trauma membuat dia tertarik.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada masa lalu?." Dia bertanya dengan nada penasaran yang cukup tinggi, menatap Nyx dengan jutaan tanda tanya besar.


__ADS_2