
Pada akhirnya keheningan terjadi diantara mereka di mana kedua orang tersebut saling diam dan tidak mengeluarkan suara mereka masing-masing, membiarkan diri tenggelam pada pemikiran sendiri-sendiri di mana Wiraditya memutuskan untuk tidak melanjutkan apapun lagi ucapannya karena dia fikir apa yang dia ucapkan tadi sudah mewakili semua perasaannya, dia tidak perlu lagi menambahkan obrolan mereka yang cukup panjang dan lebar karena dengan apa yang diucapkan tadi sudah cukup membuat Queen W seharusnya paham tentang bagaimana perasaan nya terhadap perempuan tersebut saat ini.
Queen W sendiri ikut memilih diam karena dia cukup kehilangan kata-katanya, dia tidak tahu bagaimana harus mengeluarkan suaranya saat ini karena seolah-olah dia terhipnotis dan kehilangan kata-kata setelah mendengar pernyataan cinta dari sang suaminya. Terlihat aneh memang, tapi Queen W merasa ada yang aneh dalam hati nya saat Wiraditya bicara tentang perasaannya kepada dirinya.
Jantung nya jelas terasa tidak baik-baik saja, di mana dia merasa sepertinya dia nyaris terkena serangan jantung mendadak begitu mendengar ungkapan tentang perasaan cinta Wiraditya.
ditengah kegelisahan dan kehilangan kata-katanya, pada akhirnya Wiraditya mengeluarkan suara nya
"Subhanallah, rasanya cukup lega," ucap Wiraditya kemudian, seolah-olah baru saja melepaskan beban berat di dalam hatinya saat ini, dia berkata begitu sembari mengembun nafasnya dengan perasaan yang begitu bahagia.
"Aku sama sekali tidak mengharapkan balasan darimu W," Wiraditya bicara sembari terus mengembangkan senyumannya.
"Tapi seandainya pernikahan kita benar-benar berhenti di pertengahan jalan seperti apa yang kamu inginkan, setidaknya aku pernah bicara soal hatiku yang sesungguhnya juga bagaimana perasaanku yang sebenarnya pada dirimu, W." lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
"setidaknya tidak akan tersisa sedikitpun penyesalan karena pada akhirnya aku berhasil untuk menyatakan tentang perasaanku yang sebenarnya pada dirimu, ya bidadari surga." setelah berkata seperti itu Wiraditya menarik panjang nafasnya, dia kemudian membuang pandangannya dari sang istrinya di mana laki-laki itu memilih untuk meluruskan pandangannya ke arah bagian atas plafon rumah.
Dia berbaring menghadap ke arah langit-langit kamar, menikmati warna lampu di atas nya tersebut.
"Dan terima kasih karena sudah mau mendengarkan ungkapan perasaan cinta ku, W." lanjut Wiraditya lagi kemudian. Laki-laki tersebut membiarkan tatapan nya tidak beranjak dari posisi nya.
Hingga pada akhirnya Wiraditya secara perlahan kembali menoleh ke arah kanan dimana posisi nya berbaring.
"Dalam mencintai tidak ada kamus untuk memaksakan perasaan orang lain, kamu bebas meng'eksplorasi perasaanmu sendiri dan kamu bebas untuk menolak perasaan orang lain karena itu adalah hak asasi dan hati. Pada dasarnya perasaan setiap orang masing-masing dipegang dan digenggam oleh diri mereka sendiri, karena itu aku menyerahkan perasaanmu pada dirimu sendiri dan jangan pernah memaksakan diri untuk membalas perasaan cintaku hanya karena batas rasa kasihan semata." dan laki-laki tersebut terlihat begitu lega mengeluarkan segala nya saat ini
"Aku pikir hari sudah cukup malam, kamu bisa tidur jika kamu merasa lelah, mungkin aku akan memilih untuk menikmati angin malam di bagian beranda terasa kamar di luar sana, W." laki-laki tersebut perlahan bergerak brengsek dari posisinya dan dia pikir mungkin dia butuh waktu untuk sedikit menenangkan diri di beranda teras menikmati angin malam dan melepaskan segala rasa untuk saat ini. Di mana dia yakin juga mungkin Queen W cukup risih dan canggung atas keberadaannya setelah apa yang dia ungkapkan barusan terhadap gadis tersebut.
Bisa jadi Queen W butuh waktu sejenak untuk menenangkan diri atas perasaan yang terjadi setelah dia mengeluarkan tentang pernyataan perasaannya terhadap gadis tersebut.
"Aku akan keluar saat ini juga," laki-laki itu kembali bicara kemudian dia bergerak turun dari atas kasur dan berniat untuk pergi menuju ke arah teras kamar.
Wiraditya beranjak perlahan, mencoba meninggalkan Queen W yang sejati tidak mengeluarkan suaranya sejak tadi dimana dia yakin mungkin gadis itu mulai merasa risih dengan kehadirannya atau mungkin masih berpikir tentang apa itu diucapkannya tadi atau bahkan masih cukup bingung dengan keadaan.
Laki-laki tersebut bergerak pernah beranjak dari sana namun siapa sangka tiba-tiba hal tidak terduga terjadi di mana tahu tahu tubuhnya dengan cepat dipeluk dari belakang oleh Queen W.
"Tetaplah disini, W," singkat, padat dan jelas dia mendengar suara Queen W, gadis tersebut bicara sambil memeluk erat punggung nya dari belakang, dimana kedua belah tangan gadis tersebut secara perlahan masuk dan memeluk hangat dirinya, dimana Queen W menyandarkan tubuhnya tepat di punggung Wiraditya.
Laki-laki tersebut membeku, terkejut setengah mati saat gadis itu memeluknya dengan erat dan berkata seperti itu. Jantung Wiraditya seketika berdetak kencang tidak beraturan dan tidak menentu.
"W?," ucap Wiraditya dengan perasaan yang tidak baik-baik saja.
*******
Catatan \=
Mak jangan lupa mampir disini yah, kisah berbeda yang mungkin sesuai selera. Dibawah barisan kisah mereka, selanjutnya bisa cari di pro'fil.
...SATU ATAP TANPA CINTA...
Rumah sakit xxxxxxx
Jakarta pusat
Terdengar suara sepatu kets yang terus bergesekan diantara lantai rumah sakit yang mendominasi berwarna putih tersebut, seorang gadis berusia sekitar 22 tahunan tampak mengejar langkah para perawat saat membawa sebuah branker dorong rumah sakit di mana terbaring lemah tubuh seorang wanita paruh baya yang setengah tidak berdaya.
Wajah gadis itu jelas terlihat begitu panik dan takut jika terjadi hal buruk terhadap wanita itu yang tidak lain adalah mama nya sendiri, sambil terus mengejar langkah sesekali gadis itu mengeluarkan suara nya diiringi Isak tangisan nya yang sedikit tertahan.
Sang mama tiba-tiba jatuh tumbang dan pingsan si dapur belakang rumah saat mereka sibuk berkutat membuat makanan untuk makan malam bersama.
Tidak tahu kenapa wanita paruh baya itu bisa tiba-tiba pingsan tanpa sebab, sebab sebelumnya sang mama baik-baik saja.
Saat para perawat dan dokter membawa sang mama masuk menuju ke ruangan UGD, seketika satu perawat mencoba menghentikan diri nya agar tidak bergerak ikut masuk ke dalam ruangan tersebut, dengan bola mata berkaca-kaca dia mencoba mundur dan menatap pintu ruangan UGD tersebut ditutup secara perlahan.
Satu berita mengerikan harus dia telan dari pihak rumah sakit tersebut, ibu nya harus melakukan operasi secepat nya.
"Kita harus segera melakukan operasi katup jantung pada ibu anda,dimana prosedur yang dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang mengalami kerusakan agar jantung dapat berfungsi normal kembali.
"Jika katup jantung masih dapat dipertahankan, dokter akan melakukan perbaikan pada katup jantung dengan beberapa cara, seperti menutup lubang pada katup jantung, menghubungkan kembali katup jantung yang terpisah, dan memperkuat jaringan di sekitar katup jantung"
"Namun bila katup jantung tidak dapat diperbaiki, dokter akan melakukan penggantian katup jantung. Katup jantung yang rusak dapat diganti dengan katup jantung mekanis atau katup jantung dari pendonor, dan katup jantung ibu anda tidak bisa lagi dilakukan perbaikan"
Seketika bola mata gadis itu berkaca-kaca.
"Aku harus bagaimana?"
Ucap gadis itu pelan sambil terduduk dilantai.
Dia fikir jika hal buruk terjadi pada ibu nya, bagaimana dia melewati segala nya? bahkan untuk membayar biaya rumah sakit saat ini pun bagaimana cara nya? apalagi harus mencari uang untuk Opera katup jantung ibu nya.
Sejak ayah nya bangkrut dan terkena stroke, dia dan ibu nya benar-benar berjuang untuk hidup dengan cara mereka.
Sejenak bola mata nya terpaku pada satu sosok laki-laki yang menatap panik ke arah nya.
"Paman?"
Ucap gadis itu pelan.
"Bagaimana?"
Yang dia panggil paman bertanya dengan ekspresi panik.
"Mereka harus melakukan prosedur operasi katup jantung"
Seketika laki-laki itu mundur kebelakang.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Laki-laki itu tampak diam sejenak.
"Lakukan pernikahan dengan cucu kakek Narayan, itu bisa membantu mu untuk menyelamatkan ibu mu"
Seketika gadis itu tercekat, dia kembali kehilangan kata-kata nya.
"Bagaimana mungkin aku menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal? pernikahan jelas bukan perkara mudah dan bukan pula perkara main-main paman"
Yang ditanya tampak diam, dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Apa kita punya pilihan lain."
Tanya nya dengan suara parau.
Gadis itu tampak membeku
"Kami bisa memikirkan nya dengan baik, tapi ibu mu tidak bisa menunggu dalam waktu yang begitu lama"
"Paman"
"Kamu paling tahu harus membuat keputusan yang bagaimana"
ucap paman nya pelan sambil menepuk-nepuk lembut punggung gadis itu.
*********
Disisi lain
Rumah sakit xxxxxxx xxx
Jakarta pusat
Seorang laki-laki dengan wajah tampan mendominasi perpaduan timur tengah, eropa dan Indonesia itu menatap tajam ke arah pintu ruang UGD yang ada dihadapan nya itu, bola matanya tidak beranjak sedikit pun dari sana meskipun telah berjam-jam Waktu telah berlalu sejak tadi.
Bahkan orang-orang yang lalu lalang pun telah mulai menghilang satu persatu namun dia tetap bertahan disana.
Bola mata laki-laki itu terpejam sejenak, kedua tangannya tampak memijat-mijat kepalanya nya untuk beberapa waktu, rasa pening Seketika menghantam fikiran nya.
Satu tekanan yang dia dapatkan hari ini dari sosok yang baru saja mendapatkan perawatan intensif di ruang UGD tersebut sebelum sosok tua itu Tumbang.
"Menikah dengan gadis pilihan ku dan mendapatkan semua kekayaan Narayan atau menikah dengan gadis pilihan mu dan lepaskan semua hak mu di Narayan company"
"Tapi bagaimana mungkin aku menikahi perempuan yang sama sekali tidak aku cintai? apa kakek sedang bercanda dengan ku? kami bahkan tidak saling mengenal Antara satu dengan yang lainnya"
Laki-laki itu jelas menolaknya.
Dia fikir pernikahan macam apa yang akan terjalin di abad se modern sekarang, bagaimana caranya Dua orang asing yang Bahkan tidak saling mengenal harus menjalani ikatan pernikahan tanpa cinta.
"Ini bukan drama, sinetron atau Novel percintaan remaja, ini tentang masa depan yang seharusnya kami bisa mengatur nya sendiri"
"Kau fikir pilihan mu itu perempuan yang tepat? pilihan mu jelas tidak tepat, satu hari pilihan mu bisa menjatuhkan diri mu seenak hatinya, bisa jadi dia hanya menginginkan harta kekayaan Narayan kemudian berpaling dari mu dengan sesuka hati nya"
Laki-laki tua itu bicara sambil mencoba menekan amarah nya terhadap sang cucu nya.
"Apakah kakek selalu menilai perempuan dari sudut pandang yang seperti itu? tidak semua perempuan sama seperti masa lalu kakek"
Mendengar ucapan sang cucu jelas saja laki-laki tua itu murka.
"Kau.... berani sekali kau berkata pada ku seperti itu..."
"Kau bisa memilih hidup miskin bersama perempuan itu dan kehilangan semua fasilitas serta jabatan mu, pergi...kau boleh pergi sesuka hati mu"
laki-laki tua itu mencoba mengacungkan jari nya dengan penuh kemarahan, namun tiba-tiba sepersekian detik kemudian tangan kanan nya tahu-tahu memegang erat dada nya.
"Kakek.. kakek?"
Brakkkk
laki-laki tua itu tumbang seketika.
Seketika laki-laki itu menghembuskan kasar nafasnya, sejenak dia meraup wajah nya kasar, dia fikir apa yang harus dia lakukan saat ini.
Menerima pernikahan itu atau mundur dengan teratur?.
******
Violet masih sibuk berkutat di dapur menyiap kan sarapan pagi sejak tadi, saat tangan kanan nya menyiapkan makanan, tangan kirinya meraih gelas kecil teh di atas kitchen set dengan cekatan.
Lalu Secara perlahan gadis cantik itu mulai menggeser tubuh nya, dia mulai menyedu secangkir teh dan secangkir kopi di atas meja di hadapannya itu, sembari bola matanya sesekali melirik ke arah samping kanan nya dimana dia masih menunggu roti panggang di dalam alat penanggung nya matang.
__ADS_1
ini adalah kegiatan baru yang cukup rutin dia lakukan belakangan ini setelah menikah dalam beberapa bulan ini bersama seorang laki-laki yang sama sekali tidak dia kenal.
Dulu saat masih SMA violet selalu bermimpi untuk menikah dengan laki-laki yang dia cintai, mendapatkan sesi lamaran romantis penuh cinta mungkin ditemani jutaan lampu tamaram dan musik romantis seperti di drama-drama percintaan yang sering dia tonton, bisa jadi menjelang pernikahan mendapatkan jutaan godaan usil dari para teman-teman nya, lalu dia menggunakan gaun pengantin impian nya, seluruh kaki dan tangan nya dihiasi hena, akad nikah yang manis dan pesta pernikahan sesuai dengan impian nya.
Tapi.....
Benar kata orang tua, berkhayal boleh tapi jangan terlalu, bermimpi boleh namun hati-hati terjatuh kemudian terbangun tanpa sengaja, juga apa yang kamu harapkan belum tentu jadi kenyataan.
Realita kehidupan ini kejam, jadi jangan terlalu banyak berkhayal sebab sekalinya sadar rasanya begitu menyakitkan.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba seorang laki-laki tampan tampak baru saja turun dari arah tangga, berjalan dengan langkah tegap sambil menatap tajam ke arah Violet untuk beberapa waktu.
Laki-laki itu melengos, membuang pandangan nya sejenak dari violet kemudian menoleh ke arah atas meja di mana beberapa hidangan telah di siapkan violet di sana.
Kalau ada yang tanya siapa laki-laki tampan dihadapan nya itu dengan aksen wajah timur tengah dan bola mata indah itu? Karan bin Narayan, penerus Al Humairah Group yang menjadi idola banyak kaum hawa.
Siapa lagi dia di kehidupan Violet? Hanya suami di atas kertas nya, yah suami Di atas yang tiba-tiba terikat karena perjodohan yang di buat oleh kakek Karan yang kritis di rumah sakit kala itu bersama Paman Violet.
Sejak awal mereka tidak saling mengenal, tidak pernah bertemu, tidak saling suka apalagi pernah saling jatuh cinta.
Mereka hanya melakukan pernikahan demi untuk saling mendapatkan keuntungan, istilah nya tinggal Satu Atap Tanpa Cinta.
Dan Selama pernikahan, Sedingin apa laki-laki itu terhadap nya, seperti itulah violet pada nya, se diam apa laki-laki itu pada nya, seperti itu pula violet.
Prinsip violet....
Dia memang tengah mengejar surga, tapi bukan berarti dia harus menurunkan harga diri nya.
Tapi meskipun begitu bukan kah violet telah menjadi seorang istri? Ada aturan nya didalam agama Islam jika seorang istri wajib melayani kebutuhan suami?.
Realita nya dia tetaplah seorang istri yang harus
-Taat pada Suami.
-Menjaga Diri saat Ditinggal Pergi.
-Memperlakukan Suami dengan Benar.
-Melayani Suami.
Atau bahkan harus rela
-Memenuhi Hasrat Suami.
Tapi violet cukup harus merasa bersyukur sebab hingga hari ini Karan sama sekali belum pernah menyentuh diri nya, sejati nya lagi mereka tinggal di kamar yang terpisah dan saling mengabaikan antara satu dengan yang lain nya.
Saat laki-laki itu menyelesaikan sarapan nya dan mulai membersihkan mulut nya dengan tisu, beberapa waktu kemudian Karan berkata dengan dirinya.
"Aku akan menikahi Rasty"
Ucap laki-laki itu dengan nada suara yang begitu tenang.
Violet yang tengah membuat sarapan roti panggang untuk dirinya sendiri Seketika menghentikan kegiatan tangan nya.
******
Dan satu baris kalimat yang meluncur dari bibir Karan pagi ini yang membuat violet diam sejenak.
"Aku akan menikahi Rasty"
Menikahi Rasty? Apa Dia kenal nama itu?.
Tentu saja sangat kenal sekali, kakak ipar nya Ghanem pernah memberitahukan kepada nya soal gadis cantik bernama Rasty itu, jika dia adalah dunia Karan, kehidupan Karan dan cinta sejati Karan sejak màsih kanak-kanak.
"Mereka dekat untuk waktu yang sangat lama sekali, berpisah juga cukup lama lalu bertemu kembali, gadis itu bisa mengalihkan dunia Karan dengan caranya sendiri, karena itu berhati-hatilah dalam melangkah, juga hati-hati terhadap hati mu"
Ucap sang kakak ipar nya saat itu.
Kabar nya hubungan mereka Berawal dari sejarah masa lalu yang tidak violet pahami apa, sebab violet enggan bertanya soal kehidupan orang lain, hingga berakhir pada perasaan cinta yang tidak berujung di antara dua sosok manusia itu.
Tapi kabar lain nya berkata Hubungan mereka di tentang habis-habisan oleh kakek Karan, alasan nya tidak banyak, Rasty memang tidak cocok untuk Karan dan jelas tidak sepadan menikah dengan Karan, bagi kakek nya, Karan jelas butuh seorang gadis seperti violet yang mampu mengikuti dan membantu Karan dalam banyak hal.
Rasty tidak mampu untuk berdiri disamping Karan layak nya istri pada umum nya, sedangkan violet mampu melakukan nya, bahkan dia memiliki kemampuan untuk mengelola seluruh urusan dengan cara yang begitu cekatan.
Dan dapat violet tebak alasan Karan tidak bisa membantah ucapan Kakek nya untuk menikahi violet, selain bisa kehilangan seluruh fasilitas, saham, kekayaan dan masa depan nya, apa lagi alasan paling logis untuk laki-laki itu menolak pernikahan mereka.
Terlihat cukup serakah? tentu saja.
Laki-laki itu menginginkan gadis itu, juga aset Narayan secara bersamaan dan Itu realita nya soal manusia, mereka serakah karena keadaan, menginginkan semuanya secara bersamaan meskipun harus mengorbankan orang lain dan violet fikir termasuk juga dengan dirinya.
Realita nya meskipun pernikahan mereka palsu namun sebagai seorang istri mendengar ucapan laki-laki tidak berhati dan sedingin kutub Utara itu cukup membuat violet kehilangan kata-kata nya.
Bahkan yang lebih lucunya lagi laki-laki itu selalu menyakiti perasaan violet selama pernikahan mereka dan suka tidak suka violet harus selalu menerima nya.
Sama seperti pagi ini ketika laki-laki itu untuk kedua kali nya mengulang kembali kata-kata nya yang tadi .
"Aku akan menikahi Rasty"
Violet sejenak diam, tangan nya sempat menghentikan aktivitas nya sejenak, meskipun tidak ada cinta, tapi tidak tahu kenapa mendengar ucapan Karan tetao saja membuat violet kecewa dan kehilangan kata-kata.
"Kamu bebas menikahi siapapun yang kamu mau, bukan kah pernikahan kita hanya sekedar sandiwara? Sejak awal tidak ada yang perlu di bahas di Antara kita bukan? Kamu bebas melakukan apapun sesuai keinginan mu sama seperti diri ku"
Barisan kata-kata itu meluncur dengan jelas dari balik bibir indah violet tanpa mau menoleh ke arah laki-laki di belakang nya itu.
"Sembunyikan persoalan ini hingga perceraian kita nanti, aku mungkin akan menikah dalam waktu dekat dengan Rasty, jadi saat aku tidak kembali dan kakek kemari, belajar lah untuk menipu diri soal dimana aku berada untu sementara waktu nanti"
Setelah berkata begitu laki-laki itu langsung melesat pergi meninggalkan violet di dalam keheningan.
*******
Violet tampak memejamkan perlahan bola matanya, dia menarik pelan nafasnya sejenak.
Kenapa hidup sebercanda ini?
Batin nya pelan.
Dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak saat ini, tapi dia jelas tidak bisa melakukan nya.
Violet fikir Mereka benar-benar menjalani pernikahan tanpa cinta, jika bukan gila apa nama nya? tidak ada satu perempuan pun yang mau menikah dengan laki-laki yang tidak di cintai bahkan malah di madu pula.
Sangat lucu sekali bagi nya.
Violet ingat betul bagaimana tiba-tiba hari itu entah bagaimana caranya laki-laki itu bisa datang menemui violet, menatap nya dengan tatapan dingin dan tidak bersahabat.
Lalu tahu-tahu menawarkan dirinya sebuah kesepakatan pernikahan dengan banyak pertimbangan.
"Bukankah kondisi kamu dalam keadaan terjepit? kalau begitu mari melakukan pernikahan nya, mari sama-sama mendapatkan keuntungan Antara satu dengan yang lainnya"
Ucap laki-laki itu dengan tatapan yang begitu dingin.
Violet menatap bola mata laki-laki itu secara bergantian, dia menelisik wajah itu untuk beberapa waktu.
"Apa keuntungan yang bisa aku peroleh dengan menyetujui pernikahan nya? bukankah terlalu sederhana keuntungan yang akan aku dapatkan dalam pernikahan kita jika hanya sekedar untuk mendapatkan biaya operasi atas ibu ku? sangat tidak sepadan mengingat apa yang akan kamu dapatkan nantinya setelah perceraian kita"
Ucap violet dengan nada tidak kalah dingin nya.
Mendengar perkataan violet, laki-laki itu mendengus.
"Kau bahkan ingin bernegosiasi dengan ku?aku baru tahu betapa picik nya Fikiran mu"
Ejek laki-laki itu sambil menatap begitu dingin wajah violet.
"Lalu kau tidak sama picik nya dengan ku?"
Tanya violet balik.
"Kamu fikir ini drama televisi? gadis nya harus menjadi lemah demi uang ratusan juta? demi pengobatan ibu nya atau demi menyelamatkan perusahaan orang tua nya? aku jelas bukan gadis seperti itu, sebab kita tengah tinggal di dunia nyata, dimana segala sesuatu didunia ini diukur dengan lembaran kertas yang di sebut UANG?"
Ucap violet sambil terus menatap bola mata Karan.
"Kau benar-benar gadis yang unik"
Ucap laki-laki itu sambil melipat kedua belah tangannya.
Itulah kesan pertama yang masing-masing dari mereka dapat kan saat itu.
Dan sebelum pernikahan mereka digelar, laki-laki itu kembali berkata.
"Mari kita berpura-pura menerima pernikahan ini, kamu bisa melakukan apapun yang kamu ingin kan begitu juga sebaliknya aku"
"Tapi ingat jangan membuat malu diri ku dengan selalu tampil di samping ku tanpa persetujuan dari ku"
Ucapan pedas laki-laki itu benar-benar menyakiti perasaan Violet.
"Aku tidak tertarik untuk berbaur dengan relasi bisnis mu, Sebab aku bukan type gadis yang suka dengan suasana baru, kau bisa mengatur nya sesuai kemauan kamu"
Mendengar Jawaban violet laki-laki itu Tampak menatap datar ke arah wajah gadis itu.
"Kau ini gadis yang bagaimana sebenarnya?"
Tanya Karan cepat.
Violet sama sekali tidak tertarik untuk menjawab.
Seketika lamunan violet terpecahkan saat sebuah suara mengejutkan dirinya.
Bel depan mengeluarkan suara yang cukup memekakkan telinga, dengan gerakan cepat violet berjalan menuju kke arah depan, membuka pintu secara perlahan.
Sejenak violet membeku saat menyadari Seorang laki-laki Tampak berdiri di ambang pintu sambil mengulas senyuman indah yang mampu memecah suasana.
"Aku membawakan makanan kesukaan mu"
Ucap laki-laki itu.
Gadis itu tampak membeku, bola mata nya menatap sosok yang dihadapan nya itu dengan jutaan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
******
__ADS_1
Wajah tampan mendominasi itu selalu muncul tiba-tiba dihadapan violet.
"Kakak tidak ke perusahaan?"
Tanya violet setelah mempersilahkan laki-laki itu masuk ke dalam mansion mereka.
Yang ditanya hanya mengulas senyuman, meletakkan Kantong makanan ke atas meja makan lantas mulai membuka nya.
"Aku akan pergi setelah memastikan perut kamu kenyang"
Ucap laki-laki itu cepat.
"Aku akan memakan sandwich ku"
Jawab violet cepat.
"Aku yang akan memakannya"
Laki-laki itu bicara lantas meraih sandwich buatan violet.
"Eh?"
Gadis itu tampak sedikit bingung.
"Tapi kak..."
Secepat kilat laki-laki itu memakan sandwich milik violet.
Gadis itu tampak kebingungan sejenak, lantas seulas senyum mengembang di balik wajah nya.
Jika ada yang bertanya siapa laki-laki tampan dihadapan nya itu, dia adalah Ghanem sang kakak ipar violet, saudara laki-laki dari sang suami yang selalu memperlakukan violet dengan sangat baik dan hangat.
Apakah violet mengenal laki-laki itu setelah pernikahan nya dengan Karan?
Tidak.
Mereka saling mengenal jauh sebelum violet tahu dengan Karan dan menikah dengan laki-laki itu.
Mereka Sekolah di SMA juga kuliah di tempat yang sama, jika Ghanem kuliah karena punya uang, maka violet bisa kuliah karena beasiswa. Ghanem adalah kakak kelas nya.
tapi violet sama sekali tidak tahu jika laki-laki itu adalah anak konglomerat, dia bahkan tidak menyangka jika laki-laki itu akan jadi kakak ipar nya, dan realita pahit nya violet pernah begitu menyukai laki-laki itu di masa lalu kemudian menepis perasaan nya demi seorang teman, tapi siapa sangka dia masuk ke keluarga Narayan dan kembali bertemu dengan laki-laki itu dengan kondisi memalukan.
Bahkan sang kakak ipar tahu bagaimana kondisi pernikahan diri nya dan karan.
"Hari ini tidak pergi ke perpustakaan?"
Tanta Ghanem tiba-tiba, mengejutkan pemikiran violet.
"Ah? itu .. tidak"
Jawab violet gelagapan.
Ghanem tampak tersenyum, beranjak dari posisi duduknya lantas mencuci tangan nya di wastafel cucian piring.
"Aku akan pergi ke perusahaan"
Ucap laki-laki itu lantas menyentuh lembut kepala violet, seketika gadis itu menundukkan kepalanya karena malu.
"Baik-baik di rumah"
"Ya,kak"
Laki-laki itu langsung melangkah pergi meninggalkan violet dalam keheningan.
Sejenak gadis itu menghela pelan nafasnya, dia menutup pintu depan setelah Ghanem menghilang dari pandangan nya.
Violet fikir kenapa takdir begitu Kejam mempermainkan dirinya, bahkan dia masih ingat bagaimana keran bicara pada nya sebelum hari pernikahan mereka.
jangan pernah bermimpi untuk jatuh cinta pada ku atau aku jatuh cinta pada mu"
Dimana itu adakah pertemuan kedua mereka di saat pernikahan.
Violet jelas hanya mengulas senyuman.
Kau fikir aku akan jatuh cinta pada mu dengan begitu mudah? jangan bercanda.
kemudian Karan Kembali berkata setelah pernikahan mereka.
"ini adalah batasan kita, kamu jangan pernah masuk ke dalam kamar ini bahkan hingga akhir kita menikah, dan aku tidak akan masuk ke dalam kamar mu hingga nanti kita mengakhiri pernikahan"
Dan itu pertemuan ke tiga saat mereka pindah rumah.
Violet lagi-lagi hanya bisa mengulas senyuman sambil berkata.
"Kamu jangan khawatir soal itu, aku tidak minta banyak, bersikap baiklah pada kedua orang tua ku dan jangan menyakiti perasaan mereka, cukup hanya seperti itu"
Violet kadangkala berfikir, kenapa ada type manusia seperti Karan di dunia ini.
******
Keputusan kakek pagi ini terlalu mendadak, meminta violet hadir didalam pesta ulangtahun perusahaan dan meminta violet menghadirinya bersama Karan tanpa boleh meletakkan alasan apapun untuk menolak nya.
Sejenak violet menatap ke arah cermin yang ada dihadapan nya, setelah melewati sesi membersihkan diri. Gadis itu masih menggunakan handuk mandi yang mendominasi berwarna putih, rambut basah nya Tampak tergerai masih mengeluarkan tetesan air dari ujung-ujung rambut nya, wajah enggan dengan tatapan datar itu terlihat begitu tidak cukup enak di pandang.
Violet sedang berfikir bagaimana cara nya untuk menolak menghadiri acara tersebut.
Dia hanya tidak merasa nyaman untuk berbaur dengan banyak orang saat ini, entahlah violet hanya merasa enggan orang-orang tahu jika violet adalah istri dari seorang Karan.
Fuhhhhhh
Gadis itu menghela pelan nafasnya, lantas dia beranjak dari sana menuju ke walk in closed milik nya.
Saat tangan violet tengah sibuk meraba-raba pakaian mana yang harus dia gunakan, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Sejenak violet menghentikan gerakan tangannya, dia tampak mengerutkan keningnya.
"Ya?"
Tanya violet pelan.
"Maaf Miss, kami datang membawa pesanan"
Terdengar suara seorang perempuan di balik pintu kamarnya.
Seketika violet membeku, dia semakin mengerutkan keningnya.
Pesanan?.
Dia fikir tidak memesan apa-apa sejak kemarin, kenapa tiba-tiba ada yang datang dan berkata membawa pesanan nya?.
Sejenak violet beranjak dari posisi nya, gadis itu membuka pintu secara perlahan sambil mengintip.
Dua perempuan muda tampak mengembang kan senyuman mereka dihadapan violet, masih dengan ekspresi bingung violet membiarkan dua perempuan itu masuk sambil membawa kotak kontainer box di tangan mereka.
Violet masih menatap bingung, menutup pintu secara perlahan.
"Aku fikir tidak memesan apapun"
Ucap violet pelan.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba satu perempuan itu memberikan headset bluetooth nya kepada violet.
"Tuan ingin bicara dengan anda, Miss"
"Ya?"
Violet jelas bertanya dengan ekspresi terkejut.
Tuan? tuan yang mana?.
Gadis itu bertanya dalam hati sambil menerima headset bluetooth dari tangan perempuan di hadapannya itu, meletakkan nya ke balik telinga nya lantas bicara dengan ragu-ragu.
"Maaf tuan, saya fikir..."
Violet baru saja ingin meneruskan kata-katanya, namun suara seorang laki-laki di seberang saja seketika membuat nya kehilangan kata-kata, violet fikir bagaimana bisa laki-laki itu memberikan diri nya sebuah fasilitas yang berlebihan untuk dirinya.
Make up artist dan gaun indah untuk ke acara pesta nya.
"Tapi ini sedikit berlebihan"
Ucap violet sambil menggigit pelan bibir bawahnya.
Seketika gadis itu menghela nafasnya pelan, violet fikir bahkan Karan sang suami tidak memperlakukan dirinya dengan begitu istimewa, bagaimana mungkin laki-laki diseberang sana bisa memperlakukan dirinya bak seorang Cinderella.
"Aku takut berhutang Budi terlalu banyak pada mu, ini benar-benar berlebihan"
Ucap violet pelan.
Seketika violet kembali terdiam.
"Baiklah"
Ucap violet lagi pelan.
Sepersekian detik kemudian sambungan telpon mereka terputus, masih dengan tatapan bingung violet menatap dua perempuan di hadapannya itu, secara perlahan violet mengembalikan headset bluetooth ke arah perempuan dihadapan nya itu.
"Anda sudah siap Miss?"
Tanya salah satu dari kedua perempuan itu.
Violet mengangguk secara perlahan.
Dua Perempuan itu tampak mengembangkan senyuman mereka.
"Kita akan mulai menyulap anda menjadi sesuatu yang begitu berkesan Dimata semua orang"
Setelah berkata begitu kedua perempuan itu mulai bergerak menyulap violet menjadi sosok yang diinginkan seperti yang tuan mereka harapkan.
__ADS_1