Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Dia tidak sekuat kelihatan nya


__ADS_3

Hotel xxxxxxx,


pusat kota,


Seoul, Korea.


"Uncle gendong aku." Ucap J kecil begitu mereka tiba di area parkiran hotel di mana mereka menginap.


Wiraditya langsung mengembangkan, dengan gerakan cepat ia langsung menggendong J kecil dan membiarkan bocah laki-laki tersebut naik ke atas punggung nya.


"Kemarilah, naik dan nikmati gendongan uncle." Ucap laki-laki tersebut penuh dengan semangat.


J tanpa berpikir dua tiga kali langsung naik ke punggung Wiraditya dengan cepat, memeluk punggung laki-laki itu dengan perasaan senang.


Egalita menurunkan beberapa barang milik mereka yang tidak sengaja mereka beli tadi saat di jalan, gadis itu melirik ke arah Queen W untuk beberapa waktu kemudian bergerak bersebelahan Queen W dengan pelan.


"Dia hangat dengan siapapun termasuk anak-anak," ucap Egalita pada gadis yang ada di sampingnya tersebut kemudian.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Egalita seketika membuat Queen W langsung menoleh kearah gadis tersebut.

__ADS_1


"Dia bahkan sangat baik pada siapapun, sangat siaga saat seseorang memintanya bantuan dan tidak kenal pamrih." lanjut Egalita lagi.


Egalita masih diam, mereka berjalan sejajar dimana Nyx yang melihat mereka mengobrol memilih untuk menjauh, memberiku kesempatan pada dua orang tersebut untuk saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.


Queen W masih diam, dia menatap langkah kaki mereka secara bergantian.


"Dulu saat sulit pun Wiraditya paling banyak membantu ku, dia selalu ada disaat sulit dan begitu pandai membuat orang lain tersenyum." Dan seolah-olah Dejavu, dia ingat kapan terakhir kali mereka bertemu.


Keadaan mereka sama-sama tidak baik-baik saja, dia dalam keadaan sulit saat mendapatkan tekanan dari ibu tirinya dimana ibunya dirumah sakit membutuhkan biaya operasi dan ibu tirinya menawarkan kesepakatan pada dirinya. Kala itu dia bertemu Wiraditya beberapa kali ditengah kehidupan Wiraditya yang cukup rumit dengan seorang gadis yang katanya teman sekolah Wiraditya.


Dia ingin sekali bercerita soal kesulitan yang sesungguhnya pada laki-laki tersebut, namun pada akhirnya memutuskan untuk tidak menceritakan semuanya dan sedikit berbohong. Wiraditya memberikannya semangat untuk terus bertahan hidup dan jangan memikirkan hal yang tidak tidak seperti bunuh diri dan lain sebagainya.


"Setiap jiwa pasti akan mati. Dan, Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan; kepada Kamilah kalian kembali." (QS al- Anbiya' [21]: 35).


"Pada hakikatnya, ujian dan cobaan merupakan cerminan kasih sayang dan keadilan dari Allah untuk para hamba-Nya yang beriman. Allah tidak rela menimpakan azab yang pedih di akhirat kelak, sehingga Ia menggantinya dengan menimpakan berbagai cobaan di dunia yang juga berfungsi sebagai penggugur segala dosa-dosa,"


"Dan ketika hidupmu tidak diuji, maka takutlah. Karena azab di akhirat sungguh mengerikan."


Mereka terus melangkahkan kakinya menuju ke dalam hotel, memilih melewati pintu depan secara perlahan.

__ADS_1


"Kamu kenal baik dengan nya," Pada akhirnya Queen W bertanya pada Egalita, dia melirik kearah gadis tersebut untuk beberapa waktu.


Egalita terlihat diam, dia belum menjawab pertanyaan dari gadis di sampingnya tersebut lebih memilih untuk diam sejenak hingga pada akhirnya gadis tersebut berkata.


"Sangat baik, saking baiknya masing-masing dari kami sangat tahu antara satu dengan yang lainnya baik buruk maupun baik nya." tanggung jawab dengan cepat ucapan atas pertanyaan dari Queen W.


"Dia selalu tersenyum kepada siapapun dan tidak pernah menampilkan berat beban yang dia pikul sejak kecil hingga dewasa," dan Egalita tiba-tiba menghentikan langkah kakinya membuat Queen W ikut menghentikan langkah kakinya secara perlahan.


Kali ini egalita langsung menghadap ke arah Queen W bola mata gadis tersebut, hal itu membuat Queen W seketika mengernyitkan dahinya.


"Apa kau tahu?, dibalik senyuman tulus dan juga luar biasanya dia merupakan laki-laki yang selalu menangis diam-diam dibelakang semua orang, dia tidak sekuat kelihatan nya," Ucap Egalita kemudian.


Hal tersebut membuat Queen W mematung.


"Dia pernah disakiti dua kali di dalam hidupnya padahal dia tidak pernah menyakiti siapapun, aku harap kau tidak juga menyakitinya seperti seseorang yang pernah menghancurkan perasaannya." Dan nada ucapan yang disampaikan oleh egalita terasa begitu penuh dengan tekanan dan juga peringatan.


"Ada banyak orang yang mencintainya tapi ada banyak pula orang yang menyakitinya, aku harap kau bukan salah satu orang yang akan membuatnya menangis diam-diam di dalam kamarnya karena dikecewakan." lanjut gadis itu lagi kemudian.


Dan hal tersebut seketika membuat Queen W terdiam.

__ADS_1


__ADS_2