
Mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya dalam waktu yang cukup lama, di mana Wiraditya terlihat menunggu jawaban dari tersebut, demi seolah-olah berpikir dengan keras apakah dia harus menjelaskan atau tidak sama sekali dari pertanyaan adik iparnya tersebut.
Nyx mencoba untuk membuka suaranya dan menjawab apa yang dipertanyakan oleh Wiraditya, namun sayangnya belum sempat dia bicara, satu suara dan kehadiran seseorang memecah segalanya.
"Daddy-," satu teriakan nyaring terdengar mengejutkan mereka.
Wiraditya dan Nyx langsung menoleh ke asal suara, seorang bocah laki-laki yang usianya mungkin sekitar 5-6 tahun bergerak berlarian mendekati Nyx, berhamburan memeluk laki-laki tersebut.
Bola mata Nyx langsung membulat dengan sempurna, memeluk balik bocah laki-laki yang memanggil nya daddy.
"Cihhhhh sangat sulit sekali menyakinkan gadis itu, membawa nya kemari membuat ku mengemis setengah mati, lain kali bersikap baik padanya agar tidak merepotkan ku," Tiba-tiba terdengar suara Nick, kakak ipar kedua Wiraditya, laki-laki tersebut mengoceh mendekati mereka, dia bicara pada Nyx dan menjatuhkan pantat nya ke atas kursi sofa panjang yang ada di sisi kiri Wiraditya dan disisi kanan Nyx.
Mendengar ucapan Nick, seketika membuat wajah Nyx berubah, ada rona kebahagiaan terpancar di balik wajah garang nya.
"Dimana dia?." Begitu antusias laki-laki tersebut mengeluarkan tanya nya, bola mata Nyx mencari seseorang yang Wiraditya tidak tahu siapa.
__ADS_1
Ini kali pertama dia melihat Nyx yang dingin dan datar tampak merona seperti orang yang tengah jatuh cinta.
"Bersama daddy dan mommy." Jawan Nick lagi kemudian, dia terlihat menatap kakak nya dengan kesal.
"Aishhh saat J suka dengan nya kamu memperlakukan nya dengan buruk, saat dia kabur malah merepotkan ku dan Khan dan baru sadar dia sosok gadis yang baik untuk mengasuh putra mu, aku pikir kamu memang harus memberikan J seorang ibu, dia benar-benar sulit untuk dekat dengan siapapun,dan gadis tersebut pilihan yang paling tepat."
Wiraditya tidak begitu paham apa yang diucapkan oleh kakak ipar keduanya, tapi dia sedang berusaha untuk menebak-nebak jangan-jangan seorang gadis yang di desa-desuskan disukai putra Nyx saat ini ada di antara mereka dan Nick berusaha menghasut kakak nya agar menikahi gadis tersebut.
"Omong kosong." Nyx menjawab acuh.
Kentara sekali jika sebenarnya dia tidak menampik jika tertarik dengan sosok yang dibicarakan.
"Kamu tahu aku ini bujangan Nyx, aku butuh waktu untuk berkencan, bukan jadi inang pengasuh bocah kecil itu." Kembali lagi-lagi tersebut mengoceh dan menetap ke arah Nyx junior yang kini cengar-cengir kuda.
"Aku pikir aku bisa jadi bujangan tua jika dia terus ikut denganku ke mana-mana, orang-orang akan berpikir aku ini punya anak laki-laki di luar nikah, oh ya Tuhan."
__ADS_1
Demi apapun Wiraditya pikir dua kakak iparnya tersebut memiliki karakter atau watak yang sangat berlawanan, jika Nyx jelas terlihat sangat serius, jarang tersenyum dan juga memiliki wajah yang sangat datar dan terkesan sangat kejam maka Nick jelas memiliki karakter wajah sebaliknya, begitu begitu cerewet, sangat aktif, saat bicara dan mengeluh terdengar lucu dan ramah tamah. Kesan pertama didapatkan bahkan sudah terlihat dengan jelas. Cara dua orang tersebut berinteraksi dengan Wiraditya pun jelas sangat berbeda.
"Sebenarnya kamu tidak akan menjadi bujang tua, tapi sudah terlalu banyak perempuan yang kamu kencani dan kamu permainkan, mereka menyerah untuk mengharapkanmu bukan karena kamu membawa J bersama dirimu tapi karena mereka pikir kau terlalu banyak memberikan harapan pada mereka." Nyx bicara sembari menyadarkan tubuhnya ke atas kursi yang dia duduki, membiarkan putranya untuk duduk di depannya.
Nyx junior mengintip kearah Wiraditya, memicingkan bola matanya untuk beberapa waktu sembari terus menelisik wajah Wiraditya. Seolah-olah tengah memikirkan sesuatu bocah laki-laki tersebut tampak terus menetap wajah wiraditya tanpa melepaskan pandangannya.
"Haissssss cihhhh, tentu saja aku ini harus pilih-pilih sedikit tidak mungkin aku sembarangan memilih perempuan untuk kujadikan istri, meskipun aku ini sedikit brengsek bukankah istri dan calon ibu untuk anak-anakku tidak boleh dari perempuan yang bisa disentuh oleh sembarang laki-laki." Nick terlihat bicara ke arah kakaknya tersebut kemudian dia meraih bungkus rokok yang ada di atas meja.
Ditengah ocehan Nick, tiba-tiba Nyx J berkata.
"Daddy, paman ini milip foto yang itu bukan?." Tanya bocah laki-laki tersebut kemudian pada Nyx.
Dan hal itu sontak membuat Wiraditya menaikkan ujung alisnya.
"Ya?." Wiraditya bertanya sambil menatap kearah kakak ipar pertama nya.
__ADS_1
"Foto, foto siapa?" Batin Wiraditya kemudian.
Apa maksud dari ucapan Nyx J barusan.