
"Kalian saling mengenal, W?," dibalik rasa penasaran nya gadis tersebut bertanya kepada suaminya sembari menatap dalam wajah Wiraditya yang kini menatap kearah Amanda.
Wiraditya langsung menoleh ke arah istrinya saat gadis tersebut mempertanyakan hal itu. Seulas senyuman tipis diiringi dengan jutaan tanda tanya terlihat dengan jelas di balik wajah cantik Queen W saat ini. Wiraditya masih menggenggam telapak tangan istrinya tanpa ingin melepaskannya sembari bola matanya menelisik bola mata gadis dihadapannya tersebut.
Amanda melihat interaksi kedua orang tersebut, dia menggenggam erat telapak tangan nya sambil berusaha menahan jutaan kecemburuan yang menghantam perasaan nya.
"Yah kami saling mengenal," Dan Wiraditya menjawab dengan cepat pertanyaan dari gadis yang ada di hadapannya tersebut.
"Kami mengenal di-," Amanda mencoba menyambung ucapan dari Wiraditya namun tiba-tiba laki-laki tersebut melanjutkan ucapannya dengan cepat.
"Pernah menjadi masa laluku di masa dulu, kami pernah dekat mungkin lebih tepatnya memiliki hubungan khusus," lanjut laki-laki tersebut dengan cepat tanpa mau menutupi kenyataan tentang masa lalu.
__ADS_1
Mendengar ucapan Wiraditya seketika Queen W merasa jantungnya berdetak dengan cepat, wajah nya sedikit memerah mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Aku memutuskan untuk melepaskan nya 3,5 tahun lebih yang lalu, melupakan nya sesuai dengan keinginan ibunya."
Dan Amanda jelas terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Wiraditya.
"Apa?,"
Terdengar kejam saat dia mengatakan hal tersebut tapi dia berusaha untuk memperjelas semua status dia dan Amanda agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara dua gadis yang ada di sisi kiri dan kanannya, dia tidak ingin ada hal yang disembunyikan di antara dia dan Queen W, dia tidak ingin ada skandal yang menghantam hubungan mereka satu hari nanti.
Demi Allah wiraditya cukup terkejut saat tahu Amanda ada di perusahaan Hillatop, sangat tidak menyangka jika gadis tersebut ada di sini saat ini, dia harus bergerak lebih smart dan pintar, persis seperti apa yang di ucapkan daddy Ahem pada dirinya.
__ADS_1
"Dalam sebuah hubungan, kejujuran adalah modal paling utama yang paling mahal untuk bertahan. Meskipun kita mencintai nya atau tidak mencintai nya, jika kejujuran di junjung tinggi di atas segala-galanya maka kamu tidak akan mengalami kesulitan untuk menjalani pernikahan. Menikah bukan hanya sekedar tentang cinta atau janji di hadapan Allah, yang paling rumit dalam pernikahan itu bukan soal apa yang kalian jalani, tapi bagaimana kalian mempertahankan nya hingga titik akhir menutup mata. Ini bukan tentang memiliki anak-anak dan sekedar tanggung jawab tapi ini tentang bagaimana cara menjaga hati pasangan yang bukan hidup bersama kita sejak dia dilahirkan, ini bukan tentang aku dan kamu saja, tapi ini tentang menyatukan 2 watak dan karakter yang berbeda dan menyatukan dua keluarga dengan konsep pendidikan yang berbeda, Wiraditya. Tidak mudah karena banyak yang gagal di tengah jalan di dalam pernikahan, tapi modal utama agar tidak gagal adalah sebuah kejujuran dan juga komunikasi yang baik, karena ketika kedua hal tersebut sudah digenggam di tangan kita, maka jangan khawatir soal apapun, karena dengan begitu semua pasti baik-baik saja."
"Aku cukup terkejut kamu ada di sini Amanda." dan Wiraditya membalikkan tubuhnya, menatap ke arah Amanda untuk beberapa waktu.
"Aku harap kamu paham dimana posisi mu." Setelah berkata begitu, Wiraditya langsung menarik telapak tangan Queen W, meninggalkan Amanda yang menatap laki-laki tersebut dengan bola mata berkaca-kaca.
******
Ini bukan kesalahan ku Amanda, tapi ibu mu yang membuat jarak pisah di antara kita. Saat orang tua ku di salahkan dan dihina, disitu aku merasa harga diriku terinjak-injak begitu saja. Karena ibu ku adalah surga ku, maka ku lepaskan kamu dengan bismillah, dan menganggap semua tentang kita di masa lalu hanya secercah kenangan yang tertulis di atas pasir dipinggir pantai yang pantas menghilang tergulung ombak besar.
Karena cinta bukan tentang aku dan kamu, kami tentang semua orang yang seharusnya menyatu dan saling menerima antara satu dan yang lainnya. Dan betapa tidak bersyukur nya aku jika aku masih menoleh kebelakang dan melepaskan gadis yang dipilih oleh Allah SWT dengan cara luar biasa untuk diriku dan keluargaku.
__ADS_1