Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Bukan sahabat tapi sepupu


__ADS_3

"Grandma maksud ku bisakah kami menginap di lain waktu?," demi apapun Queen W gelisah, berusaha untuk menolak tidur di sana karena dia tahu betul bagaimana suasana kamar ke dua, ditambah lagi tidak ada pakaian ganti yang bisa dia pakai malam ini.


"Aku tahu bagaimana sifat kamu, sejak kecil hingga dewasa, saat bilang ingin tidur ke sini harus menunggu berbulan-bulan hingga pada akhirnya memiliki waktu, kali ini grandma tidak akan tertipu," nyonya tua Ramira apa yang diucapkan oleh cucunya tersebut, dia tetap bersikeras agar kedua orang itu tidur di tempatnya.


Wiraditya jelas bukan tipe laki-laki yang suka menolak permintaan orang tua, dia merupakan tipe orang yang begitu patuh dan menuruti permintaan dari siapapun selama hal itu tidak merugikan atau tidak merupakan sebuah dosa besar.


"Apa kamu keberatan, son?," dan tuan Eden bertanya dengan cepat ke arah Wiraditya.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu jelas saja membuat we Raditya langsung menggelengkan kepalanya secara perlahan kemudian dia menjawab.


"Aku tidak keberatan sama sekali tapi semua kuserahkan kepada W, grandpa. Aku membiarkan W yang memutuskan," dia lebih memilih menjawab di jalur aman karena tidak ingin menyinggung perasaan kedua orang tua tersebut namun juga tidak ingin mendahului dalam mengambil keputusan, membiarkan istrinya mengambil keputusan tersebut dan menurutnya apapun ia akan dikatakan oleh istrinya itu.


Queen W benar-benar berusaha setengah mati untuk menolak namun nyatanya penolakannya sama sekali tidak dihiraukan oleh sepasang suami istri tersebut hingga membuat gadis itu benar-benar gelagapan saat ini.


"tentu saja sudah sangat tidak memungkinkan untuk kalian pulang ke rumah jadi tidur di sini jelas menjadi pilihan paling bijaksana," grandma Ramira kembali bicara sambil mengembangkan senyumannya dia membawa Queen W serta Wi Raditya bersama suaminya menuju ke arah ruang tengah.


Queen W jelas cukup kehilangan kata-katanya mendatangkan rawi Raditya dan berharap laki-laki itu memiliki cara untuk menolak permintaan dari wanita tua tersebut namun nyatanya Wiraditya malah pura-pura tidak melihat ke arah dirinya sengaja mengambil kesempatan itu untuk tidur di sana dan membuat Queen W meminta kepadaNya untuk menolak permintaan grandma dan Grandpa tua Hurairah.


Gadis tersebut hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan jutaan perasaan cemas yang berlebihan. Wiraditya mengulum senyumannya untuk beberapa waktu.


"Aku dengar Nyx saat ini cukup dekat dengan gadis yang masih kenalan mu, W?," dan begitu mereka berada di ruang tamu dan duduk di atas kursi yang ada di sana, nyonya Ramira kembali membuka suaranya sembari dia membenahi posisi duduknya tepat di samping suaminya dan wiraditya serta istrinya duduk di kursi yang berbeda yang ada di hadapan kedua orang tersebut.

__ADS_1


Mendengar apa yang dipertanyakan oleh nyonya tua Ramira, langsung membuat laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"He em," laki-laki itu menjawab dengan mantap.


"katakan padanya agar membawa gadis itu datang kemari," ucap nyonya Ramira lagi kemudian.


Mendapatkan permintaan seperti itu kembali membuat Wiraditya langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


Queen W yang mendengar obrolan kedua orang tersebut dan mendengar gadis yang dekat dengan kakak laki-laki nya seketika membuat dia ingat dengan gadis bernama Egalita tersebut, tidak tahu kenapa tapi dia merasa memiliki sedikit rasa tidak nyaman saat orang-orang menyebutkan tentang Egalita di hadapan dirinya. Sadar atau tidak dia sepertinya mulai merasa cemburu didalam hati nya.


"Aku dengar kamu mengenal gadis itu sebelum Nyx mengenal nya?," saat menanyakan hal tersebut wanita tua itu menatap dalam bola mata Wiraditya.


"Yes grandma." Wiraditya kembali menjawab mantap.


Mendengar apa yang diucapkan oleh grandma Ramira membuat Queen W sedikit tenang, Wiraditya sendiri langsung mengembang kan senyuman nya.


"Pasang jarak sebisa mungkin dengan lawan jenismu ketika sudah berumah tangga, tipe perempuan seperti kami sangat sulit sekali mengekspresikan rasa cemburu, kami memilih diam dan tidak menjelaskan kecemburuan di dalam hati, sekalinya terluka sangat sedih sekali untuk bisa diobati." lanjut wanita tua itu lagi kemudian lantas dia melirik ke arah Queen W.


Queen W yang ditatap oleh grandma nya seketika langsung menundukkan kepalanya, dia mencoba memainkan jemari-jemari nya dengan gelisah.


"Jangan khawatir soal apapun grandma, aku dan Egalita sama sekali tidak memiliki hubungan yang spesial, kami begitu dekat sejak dulu hingga kini, dan tidak pernah terlintas di pikiran kami untuk merasa sering tertarik antara satu dengan yang lainnya," Wiraditya menjelaskan dengan cepat kepada grandma Ramira soal hubungan mereka.

__ADS_1


Queen W langsung mengubah ekspresi wajahnya saat mendengar ucapan Wiraditya.


''Awal hubungan dua orang yang berbeda jenis kela'min jelas saja seperti itu, awalnya tidak tertarik hingga pada akhirnya tanpa disadari akan terdepan sedikit perasaan di dalam hati masing-masing hingga memicu terjadinya perselingkuhan." Grandma Ramira langsung protes atas apa yang diucapkan oleh wiraditya, wanita tersebut jelas saja tidak suka hubungan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan yang sudah memiliki keluarga.


Meskipun gadis bernama Egalita dekat dengan Nyx, baginya tidak mengikis kemungkinan akan terjadi sesuatu di antara hubungan dua sahabat baik kedepannya.


Wiraditya langsung melirik kearah Queen W, menelisik ekspresi wajah istrinya untuk beberapa waktu, laki-laki tersebut mengulum senyumannya kemudian kembali menoleh ke arah grandma Ramira


"Aku dan Egalita saudara sepupu, grandma." dan laki-laki itu buru-buru mengklarifikasi hubungan nya dengan Egalita.


"Ibu Egalita dan ibu ku saudara kandung, grandma." lanjut Wiraditya lagi kemudian.


Dan bayangkan bagaimana ekspresi Queen W saat mendengar apa yang diucapkan oleh sang suaminya, gadis tersebut langsung menoleh ke arah Wiraditya dengan cepat.


"Apa?," dan grandma Ramira langsung membulatkan bola matanya.


"Kau bilang apa?,"


Wiraditya mengernyitkan dahinya saat melihat ekspresi wanita tua tersebut.


"Dia berasal dari keluarga As-Zahra?," dan bisa dilihat getaran dari suara wanita tersebut saat ini, membuat Wiraditya menatap nyonya tua Ramira dengan tatapan yang begitu rumit dan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Yes, grandma." jawab Wiraditya pelan.


"Oh my god." wanita tersebut menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya cepat.


__ADS_2