
Kembali ke hotel xxxxxxx,
Seoul, Korea.
Wiraditya masih menggendong istrinya secara perlahan di punggungnya begitu dia tiba di lobby hotel di mana mereka menginap, niatnya ingin menurunkan gadis tersebut dari punggungnya namun nyatanya tanpa dia sadari Queen W malah tertidur di dalam gendongannya.
"W." Dia mencoba untuk menoleh ke sisi kanan nya, berbisik lembut ke arah gadis tersebut. Nyata dia tidak mendapati pergerakan sama sekali dari istri.
Security bergerak cepat, bertanya pelan apakah dia membutuhkan bantuan, Wiraditya hanya meletakkan jari telunjuknya sejenak ke bibirnya, tidak ingin laki-laki dihadapan nya mengeluarkan suara terlalu berisik nya, dia hanya minta bantuan agar sang security menekan tombol kamar elevator dan mengantarkan mereka menuju kearah kamar hotel mereka.
Sang security mengangguk dan mengerti, dengan gerakan cepat dan gesit laki-laki tersebut langsung bergerak menuju ke arah kamar elevator dan membantu Wiraditya untuk sampai ke arah kamar mereka.
__ADS_1
cukup lama akhirnya mereka tiba di atas,dimana kamar Wiraditya dan Queen W berada, dengan gerakan hati-hati wiraditya masuk ke dalam kamar dan membawa istrinya menuju ke arah kasur. ini bukan pekerjaan yang mudah karena bagi yang cukup sulit untuk meletakkan istrinya ke atas suara namun dia berusaha untuk bergerak hati-hati dan pelan agar tidak ingin membangunkan gadis tersebut.
Meskipun sedikit bersusah payah akhirnya dia mampu meletakkan Queen W tepat pada posisinya, membiarkan gadis tersebut tidur lelap dalam keadaan dan membiarkan Queen W masih menggunakan jaket miliknya, Wiraditya tidak ingin membuat Queen W terbangun hanya karena perihal jaket pikirnya.
Sejenak laki-laki tersebut menatap wajah istrinya untuk beberapa waktu, memilih duduk di sisi kiri istrinya sejenak dan memperhatikan setiap lekuk wajah gadis tersebut secara perlahan.
Entah apa yang dipikirkan Wiraditya, laki-laki tersebut hanya diam memandangi istrinya untuk waktu yang cukup lama, menelisik wajah Queen W dimana bisa dia lihat sisa genangan air terlihat di sudut matanya.
"Kamu menangis, W?." Terbesit tanya didalam hati nya, menggerakkan jemari kokoh dan kasar nya secara perlahan.
Dia menghapus perlahan air mata yang tanpa sadar tersisa, merapikan rambut istri nya secara perlahan.
__ADS_1
"Apakah berdosa jika aku mengharapkan lebih pada pernikahan kita, W?." Laki-laki tersebut kembali membesarkan tanya di dalam hatinya, membiarkan jemari Koko tersebut merapikan rambut yang menutupi wajah cantik tersebut.
"Terlalu serakah memang, tapi aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu, tidak akan pernah mengucapkan talak hingga mati, bahkan aku tidak akan membuatmu menangis dalam keadaan apapun." Lanjut Wiraditya lagi di dalam diamnya, masih menelisik dalam wajah istrinya untuk waktu yang cukup lama.
"Aku tidak pernah ditakdirkan untuk meninggalkan siapapun, dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu dalam keadaan apapun."
Laki-laki tersebut melepaskan jemari-jemari nya dari rambut istrinya, memilih untuk diam dan terus menelisik wajah istrinya dalam beberapa waktu, selalu dia memiliki keberanian yang entah berasal dari mana, yang didapatkan Wiraditya hingga membuat laki-laki tersebut menundukkan perlahan kepalanya. Merapatkan diri mendekati wajah istrinya dan didetik berikutnya dia mencium lembut puncak kepala Queen W sembari menyematkan doa secara diam-diam.
Bukankah salah satu kado terbaik dalam pernikahan adalah doa untuk istri yang dipanjatkan suami?. Mendoakan istri secara diam-diam, apalagi jika dilakukan pada saat salat tengah malam adalah hal paling romantis dalam sebuah rumah tangga.
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR Tirmidzi).
__ADS_1
Sabda Rasulullah SAW, Tidak ada yang mustahil bagi Allah, semua bisa terjadi dengan kehendak-Nya. Untuk itu, jangan pernah bosan berdoa untuk istri. Yakinlah semua bisa terjadi atas izin-Nya
Laki-laki tersebut melepaskan ciuman nya, beringsut bangun dan bergerak beranjak dari posisi nya secara perlahan.