Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Dalam pilihan


__ADS_3

Galeri perhiasan,


Seoul, Korea.


Wiraditya mengernyitkan dahinya, menatap kemana Queen W membawanya, dia menggendong J kecil dimana Queen W melangkah lebih dulu mendahului langkah kakinya untuk masuk ke galeri toko perhiasan dihadapan mereka.


dia cukup tidak menyangka gadis itu membawanya ke galeri toko perhiasan di pusat perbelanjaan besar yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka menginap, dia pikir hanya ingin membawa Queen W mencari oleh-oleh, nyatanya gadis tersebut malah membawanya ke sebuah toko galeri yang itu cukup mengejutkan dirinya.


"kita kenapa ada di sini?," wiraditya jelas aja bertanya dengan bingung ke arah gadis tersebut ketika mereka sudah berdiri tepat dihadapan sebuah lemari etalase kaca di mana seorang pelayan menyambut ramah mereka berdua.


"tentu saja membeli oleh-oleh," Queen W menjawab dengan cepat.


"Untuk siapa?, bukankah kita ingin membeli pernak-pernik."


"Tentu saja untuk ibu." dan Queen W menjawab dengan cepat.


Gadis tersebut bicara seperti itu tapi dia tidak menulis sama sekali ke arah wiraditya di mana dia memilih untuk langsung bicara dan merapat ke arah sang pelayan galeri perhiasan yang ada di hadapannya.


"Berikan aku satu model kalung yang simple dan di sukai oleh ibu-ibu, tidak terlalu glamor, tapi terlihat cantik dan berkelas." Queen W bicara cepat pada pelayan galeri perhiasan didepan nya.


Wiraditya yang melihat jawabannya juga ekspresi istrinya seketika diam untuk beberapa waktu kemudian dia mengulum senyumannya sembari terus menggendong J kecil, bola mata laki-laki itu tidak ingin lepas menatap istrinya, tidak tahu bagaimana menjelaskannya tapi dia merasa detak jantungnya tidak baik-baik saja. Seolah-olah pada suatu kebahagiaan tersendiri yang terjadi saat dia menyadari Queen W terlihat mulai memangkas jarak di antara mereka.

__ADS_1


Sejak kemarin dia pikir gadis tersebut cukup mudah untuk didekati dan,


"Mana yang paling bagus, yang ini atau yang ini?," Queen W tiba-tiba bicara, bertanya pada nya dan melirik kearah Wiraditya. Meminta pendapat pada laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.


Dia gelisah, menatap kalung mana yang paling cocok untuk ibu Wiraditya.


J kecil terlihat melirik kearah kalung yang di pilih untie nya, bola matanya terlihat berkaca-kaca saking kagumnya. Dia pikir orang dewasa selalu punya barang yang cantik dan indah.


Wiraditya langsung merapatkan tubuhnya ke arah Queen W, memperhatikan dua kalung indah dihadapan nya. Tiba-tiba saja saat melahir kalung tersebut dia ingat pada kalung yang digunakan oleh Queen W, kalung yang begitu mirip seperti kalung milik ayahnya yang menghilang puluhan tahun yang lalu. Laki-laki tersebut ingat apa tujuannya saat mengajar gadis tersebut untuk pergi mencari pernak-pernik untung oleh-oleh, dia ingin mempertanyakan hal tersebut pada Queen W dalam rasa penasarannya yang begitu tinggi.


"Aku pikir yang ini bagus." Ucap laki-laki tersebut pada akhirnya.


"Benarkah?," Queen W masih berusaha untuk memastikan, menatap kalung yang ada di hadapannya dengan perasaan ragu-ragu, dia masih cukup galau dengan pilihannya dan dia pikir sepertinya ya yang di kiri nya jauh lebih baik dari yang ditangan kanannya.


Pada akhirnya Wiraditya berbisik di balik telinga istrinya.


"Jangan terlalu berpatokan pada pilihan ku hmmmmm, jika menurut kamu yang satunya lebih indah, maka putuskan lah, kamu adalah ratu nya, jadi apapun keputusan ratu, aku akan mematuhi nya."


Mendengar ucapan Wiraditya yang sedikit menggoda nya membuat Queen W seketika memicingkan sebelah matanya, dia terlihat mengeluarkan ekspresi manisnya, menampilkan satu sisi yang belum pernah dilihat Wiraditya selama mereka bersama sebelumnya.


"Apakah ini bagus?," pada akhirnya Queen W bertanya pada sang pelayan galeri.

__ADS_1


Perempuan dihadapan nya terlihat mengulum senyuman nya dan dia menjawab.


"Saya merekomendasikan pilihan pertama, seperti pilihan suami anda nona, ini sangat cocok untuk ibu-ibu yang suka dengan sebuah kesederhanaan." Perempuan itu menjawab dengan keramahan nya.


Mendengar kata suami anda membuat wajah Queen W memerah, dia tidak menjawab, menatap kearah pelayan toko dihadapan nya untuk beberapa waktu.


"Hmmm baiklah, ini juga boleh." Pada akhirnya dia memilih mana yang di pilih oleh Wiraditya untuk mertua nya.


"Yakin?," Wiraditya bertanya memastikan.


Queen W menoleh, menatap netra Wiraditya untuk beberapa waktu, dia pada akhirnya menganggukan kepalanya secara perlahan.


"Kalau kamu bilang bagus, itu juga bukan masalah."


laki-laki tersebut sejenak menatap bola mata istrinya.


"Jangan berpatokan pada pilihan ku jika kamu tidak suka, W." Dia berusaha untuk memastikan agar istrinya tidak menyesali pilihan nya.


Queen W terlihat diam sejenak, dia belum menjawab, membiarkan diri melirik kearah J kecil yang mulai terlelap di pangkuan suaminya tersebut.


"Bukan masalah, aku sedang belajar membiasakan diri untuk mensejajarkan diri." Dan setelah berkata begitu, Queen W langsung membuang pandangannya Secara perlahan.

__ADS_1


Wiraditya terlihat mengerjapkan bola mata nya sejenak saat mendengar ucapan istrinya.


"Apa? membiasakan diri?," dia bertanya didalam hatinya, dan tiba-tiba tidak tahu kenapa hati nya jadi sedikit gelisah dan berdebar-debar.


__ADS_2