Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Menemukan nya


__ADS_3

Masih di masa lalu


Sebelum Wiraditya diterima diperusahaan Hillatop.


Tuan Ram bergerak tergesa-gesa keluar dari ruangan kerjanya.


"Pak?." seorang perempuan berusia 35 tahunan menundukkan kepalanya.


"Saya pulang sedikit lebih awal." Pak Ram bicara cepat pada sekretaris nya.


"Baik pak." Perempuan itu menjawab cepat, mengernyitkan keningnya dan berpikir tumben atasannya memilih pulang jauh lebih awal dari biasanya. Tapi perempuan itu buru-buru menepis pemikiran pemikiran di dalam kepalanya.


Begitu beranjak dari depan ruangannya, pak Ram langsung masuk menuju ke pintu elevator, menekan tombol menuju kearah lantai dasar dengan terburu-buru. Laki-laki tersebut terlihat berusaha bergerak menuju ke area parkiran dengan cepat, di mana saat ini laki-laki tersebut terlihat tidak baik-baik saja, berjalan menuju ke arah parkir sembari di bagian telapak tangan kanan dia menggenggam sesuatu di sana. Sebuah map mendominasi berwarna hitam digenggam erat oleh dirinya, sembari laki-laki tersebut terus bergerak mencari di mana tempat mobilnya berada.


"Sore sir." Satu security menyapa dirinya, diiringi anggukan kepala tuan Ram.


Begitu menemukan mobil miliknya, laki-laki tua tersebut bergegas naik ke dalam mobilnya, melajukan mobil miliknya menuju ke arah bagian sisi Utara perusahaan Hillatop. Pak Ram meletakkan Mama mendominasi berwarna hitam tersebut ke atas dashboard mobil dengan cepat, dia bergerak mencari handphonenya dan mencoba untuk menghubungi seseorang melalui headset bluetooth miliknya.

__ADS_1


cukup lama dia menunggu panggilannya tersambung di seberang sana hingga pada akhirnya panggilannya diangkat oleh seseorang.


"ini aku." Pak Ram bicara dengan cepat.


"Mari bertemu dan bicara serius." Pak Ram langsung bicara pada intinya.


"Sekarang di restoran xxxxxxxx pusat kota." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


"Ini soal tragedi yang menimpa Queen W dan keluarga yang terlibat di masa lalu." setelah berkata seperti itu tidak terdengar lagi jawaban di seberang sana.


"aku menuju ke sana dan membawa sesuatu untukmu." ? laki-laki tua tersebut bicara seperti itu kemudian mematikan panggilannya secara perlahan lantas dia kembali bergegas mengajukan kecepatan mobilnya menuju ke arah tempat di mana yang dia janjikan pada sosok yang dihubungi di seberang sana.


jangan ditanya bagaimana perasaan laki-laki tersebut saat ini ketika dia tahu dia berhadapan dengan putra dari Adriansyah Widjaja.


"Kemana kamu memindahkan seluruh keluarga mu, Adrian?." Dia membatin pelan sambil menatap map yang ada di atas dashboard mobil nya.


Puluhan tahun bukan waktu sebentar, beberapa orang mencari informasi laki-laki tersebut setelah beberapa malam kejadian itu, tapi mereka kehilangan seluruh jejak nya. Kediaman lama yang tidak berpenghuni, barang-barang ditinggalkan begitu saja, anak dan istri yang dibawa entah kemana, bahkan seluruh jejak seolah-olah tertutupi.

__ADS_1


Berbulan-bulan kala itu dia mencari, nyatanya pencarian nya sia-sia, dia masih berusaha mencari bersama salah satu keturunan Hurairah tapi sia-sia. Hingga akhirnya semua mencoba melupakan semuanya, seiring berjalannya waktu nama itu menghilang bagaikan ditelan bumi dan tidak ada lagi yang mengingat peristiwa di masa lalu.


Tapi seseorang terus memintanya mencari tahu tentang keluarga Widjaja, seseorang itu ingin menemukan satu saja daripada keluarga Widjaja yang mungkin bisa menghubungkan dirinya pada anggota keluarga lainnya. Tapi siapa sangka ketika rasa putus asa itu sampai Allah SWT mengirimkan sesuatu yang luar biasa pada dirinya.


Bbrrrrmmmmm.


Mobil tuan Ram berhenti tepat di depan sebuah restoran xxxxxxxx pusat kota, begitu mematikan mesin mobilnya dia langsung turun dari mobil tersebut dan bergerak tergesa-gesa menuju ke arah dalam restoran yang ada di hadapan nya itu. Bola mata pak Ram mencari sosok yang dihubungi tadi di mana bola mata laki-laki tua tersebut terus mengitari restoran xxxxxxxx itu sejak tadi. Hingga akhirnya dia menemukan sosok yang dicari gimana sosok tersebut kini duduk di sebuah kursi mendominasi berwarna hitam merah di ujung sana.


Pak Ram bergegas melangkah mendekati sosok tersebut dan duduk dengan terburu-buru di atas kursi tepat di hadapan sosok yang kini menatapnya dalam pandangan penuh tanya.


"Katakan." Suara berat dan datar tersebut langsung meluncurkan pertanyaan nya dalam rasa penasaran yang tinggi.


"Aku menemukan putra Adriansyah Widjaja." Tanpa berbelit-belit pak Ram bicara cepat pada sosok yang duduk dihadapan nya tersebut.


"Benarkah?."


"Dia melamar pekerjaan di Hillatop company." Lanjut pak Ram lagi.

__ADS_1


__ADS_2