
Queen W mematung saat melihat perdebatan yang tidak dipahami antara kedua orang yang ada di hadapannya tersebut saat ini, begitu tiba di perusahaan dia mencari Wiraditya, bawaannya berkata jika suaminya berada di ruangan Paman Ram, begitu mendekati ruangan tersebut di bagian dinding kaca bisa dilihat seolah-olah kedua orang itu dengan memperdebatkan sesuatu yang begitu serius sehingga membuat Queen W sedikit khawatir dan berusaha untuk melangkahkan kakinya lebih cepat guna masuk ke dalam ruangan paman nya dengan cara tergesa-gesa.
Dan begitu dia masuk ke dalam ruangan tersebut bisa dilihat Wiraditya terlihat begitu marah, ini untuk pertama kalinya dia melihat laki-laki tersebut menampilkan ekspresi wajah penuh kemarahan yang sangat luar biasa selama mereka saling mengenal dan juga menikah.
Percayalah raut wajah Wiraditya terlihat sangat mengerikan dan membuat dia cukup takut, Queen W tercekat dan meñatap kearah Wiraditya dan paman Ram nya secara bergantian.
"Apa ada sesuatu yang buruk terjadi di perusahaan?," dia bertanya hati-hati, takut melihat ekspresi wiraditya yang masih mengeratkan rahangnya dengan bola mata yang memerah.
Wiraditya yang melihat kehadiran Queen W seketika langsung terkejut, dia langsung mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat, mencoba menurunkan temperamental nya yang melonjak naik akibat kekesalan dan kemarahan nya.
__ADS_1
"Queen W, ini bukan soal yang serius, Wiraditya hanya-,' paman Ram jelas gelagapan saat menyadari kehadiran keponakannya tersebut, dia berusaha untuk menahan lengan Wiraditya agar laki-laki itu tidak gegabah untuk bicara kepada Queen W.
Wiraditya menatap dalam wajah gadis dihadapannya tersebut, bisa dilihat Queen W tampak berusaha memundurkan langkahnya saat melihat ekspresi dirinya. Queen W terlihat takut menatap dirinya dalam definisi yang berbeda, bukan malu, bukan takut karena mereka tidak memiliki hubungan apapun, tapi takut karena ekspresi marah yang tidak biasa.
Paman Ram bicara dengan cepat.
"Sayang bisakah meninggalkan paman dan Wiraditya sebentar? ada sedikit pembicaraan sesama laki-laki yang harus kami bicarakan." laki-laki tersebut berusaha membujuk.
Paman Ram mencoba memastikan jika Queen W telah Keluar dan menutup pintu dengan rapat, Wiraditya mencoba untuk melepaskan pegangan pak Ram pada dirinya.
__ADS_1
"Jangan lakukan itu W, please, kau tidak lihat betapa lemah dan rentan nya Queen? dia bukan Nyx, bukan Amarilis, dia begitu halus dan lemah, terlihat kuat dari luar tapi dia sangat rapuh didalam. Please, dia tidak tahu apa-apa soal siapa kamu, dia tidak tahu jika kamu putra dari laki-laki yang menyelamatkan nya, ini salah paman karena tidak memberitahukan kamu sejak awal." Laki-laki tua tersebut pada akhirnya memohon, mengenggam erat telapak tangan Wiraditya dengan erat, menurunkan suaranya serendah mungkin agar tidak terdengar dari luar sana.
"Ini bukan penghinaan atau balas jasa, tapi nyonya Ramira dan tuan Eden sendiri yang memilih mu untuk Queen w.'' Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Dan saat tuan Ram menyebut dua orang pemilik Hurairah company tersebut seketika membuat Wiraditya langsung mengernyitkan keningnya.
"ini benar-benar tidak seperti apa yang kamu pikirkan, W. kamu di rekomendasikan oleh mereka sendiri kepada tuan Ahem." lanjut tuan Ram lagi kemudian.
"Apa?," dan percayalah Wiraditya langsung tercetak mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya tersebut.
__ADS_1
"Paman bilang apa?," dia bertanya ulang atas ucapan tuan Ram pada dirinya.