
"Apa kamu belum berniat memiliki anak?," tanya nyonya Ramira kemudian dengan cepat, masih mengerutkan dahinya menetap pada gadis yang ada di hadapan tersebut.
Mendengar pertanyaan dari grandma nya seketika membuat Queen W menatap wanita di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu, dia langsung meletakkan kembali gelas minumannya tetes meja kemudian menurunkan telapak tangannya ke bawah meja, dia gugup dan takut, mencoba meremas telapak tangan nya untuk beberapa waktu. Dia benar-benar bingung dan takut setiap berhadapan dengan nyonya Ramira, wanita itu sangat sulit sekali untuk dibohongi, selalu bisa membaca gerakan bibirnya atau bahkan jalan pikirannya. Satu-satunya orang yang selalu ingin di hindari dalam sesi tanya jawab adalah grandma mereka sejak masing-masing dari cucu kecil hingga dewasa, meskipun tidak dipungkiri nyonya Ramira merupakan wanita paling bijaksana dan paling sayang kepada mereka semua.
Dari sekian banyak cucu yang ada di dalam keluarga Ahem Hillatop yang paling dekat hanya kakak nya Nyx Zaighum.
Wiraditya yang melihat ekspresi istrinya yang tempat tidak baik-baik saja langsung membuat dia kembali menyambar telapak tangan istrinya dan menggenggam erat telapak tangan nya tanpa banyak bicara, membuat Queen W langsung menoleh kearah Wiraditya secara perlahan.
Dia tiba-tiba menyadari soal sesuatu, bersama Wiraditya, seolah-olah laki-laki tersebut tahu bagaimana mengatasi kekurangan dan kelemahannya, memberikan kekuatan untuk dirinya. Terlalu berbeda dengan laki-laki yang pernah bersamanya dulu wiraditya tidak menempatkan egoismenya atau sifat ingin menang sendiri, laki-laki itu lebih banyak mengalah bahkan mencoba untuk melindunginya dari berbagai macam keadaan Hal itulah yang membuat dia selalu merasa tenang seakan-akan laki-laki tersebut adalah benteng pertahanan paling kokoh di kala dia kesulitan, jatuh dan terhempas.
"Kami sama sekali tidak berpikir untuk menundanya grandma, hanya saja keadaan belum memungkinkan untuk kami miliki nya," Wiraditya berusaha untuk menjelaskan dengan teman mencoba mencari alasan yang paling logis untuk disampaikan.
"bahasa matamu mengatakan kalian seolah-olah menyembunyikan sesuatu dari semua orang," grandma Ramira langsung menyerang Wiraditya dengan pertanyaan inti karena dia pikir bahasa mata kedua orang tersebut seolah-olah berusaha untuk membohongi dirinya dan suaminya saat ini.
"Tentu saja tidak, hanya saja keadaan sangat tidak memungkinkan untuk kami mempercepat keinginan untuk memiliki anak, lebih tepatnya kami ini menikmati masa pacaran berdua setelah menikah karena kami tidak benar-benar pacaran sebelum menikah kemarin," Wiraditya kembali membuat alasan, dimana dia terus menggenggam erat telapak tangan istrinya.
Queen W yang mendengar ucapan Wiraditya kembali menatap kearah Wiraditya, menelisik wajah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu, tidak menyangka mendengar Jawa seperti itu dari Wiraditya.
"Konsep pacaran sebelum menikah cukup baik, tapi jangan berpikir untuk terlalu lama menunda anak jika memang sudah ada rezekinya apalagi harus pergi ke dokter untuk melakukan penundaan kehamilan, kalian tahu bagaimana bahaya yang akan menerjang? itu jelas bukan ide yang baik untuk pasangan suami istri," kembali wanita tua tersebut bicara melirik ke arah wiraditya kemudian menatap ke arah cucu perempuannya tersebut.
Bisa dia lihat Queen W tidak melepas kan pandangan nya dari Wiraditya, menatap laki-laki disampingnya nya itu dengan tatapan yang membuat wanita tua itu terlihat menaikkan ujung bibirnya.
"Aku tahu itu grandma, kami tidak pernah menemui dokter untuk menunda keadaan." Wiraditya menjawab dengan penuh keyakinan.
"Dan setelah melewati masa pernikahan dan pacaran dalam beberapa waktu ini apakah kamu semakin jatuh cinta pada istrimu atau mengalami kemunduran dalam perasaanmu?," tiba-tiba saja wanita tua tersebut bertanya dengan wiraditya dengan pandangan yang begitu serius.
Mendengar apa yang dipertanyakan kepada dirinya seketika membuat Wiraditya diam untuk beberapa waktu, dia tahu Queen W menatap dirinya, memperhatikan dia dengan seksama.
"Grandma ingin jawaban penuh kebohongan atau sebuah kejujuran?," Wiraditya bertanya, menampilkan satu sisi wajah penuh keseriusan terhadap wanita yang ada di hadapannya itu.
Mendengar apa yang disebabkan oleh laki-laki di hadapannya tersebut membuat nyonya Ramira menaikkan ujung alisnya.
"Bagaimana jika jawaban penuh kebohongan?," wanita tersebut bertanya dengan cepat ke arah Wiraditya.
"Aku hanya mencintai nya, sedikit. Saking sedikit nya terasa sangat rumit." Laki-laki tersebut bicara, membiarkan Queen W mendengar apa yang dirasakan nya, sengaja menjabarkan tentang perasaan nya selama ini agar gadis tersebut tahu bagaimana perasaan nya.
Tuan Eden terlihat menaikkan ujung bibirnya dia mengganggukan kepalanya sembari menatap ke arah Wiraditya dan Queen W secara bergantian.
"Satu sisi lainnya?," dan nyonya Wiraditya kembali bertanya.
"Queen W seperti dopamin, oksitosin, dan serotonin. persis seperti bahan kimia yang mendorong perasaan percaya, kesenangan, penghargaan, efek yang sama yang membuat kecanduan,"
Bayangkan bagaimana perasaan gadis yang ada di sampingnya tersebut saat ini ketika dia mendengar Wiraditya berkata seperti itu kepada dirinya. Wajahnya memerah, menimbulkan efek luar biasa pada pernyataan cinta Wiraditya secara tidak langsung, dia gelisah ketika genggaman tangan Wiraditya secara perlahan mengendur, mengusap lembut punggung tangan nya hingga menghasilkan desiran aneh didalam hati nya.
"Perasaan ku seperti sirkuit hadiah yang membanjiri otak, menghasilkan berbagai respons fisik dan emosional, membuat jantung berdebar kencang, telapak tangan berkeringat, pipi memerah, serta perasaan bergairah dan cemas berlebihan, aku tidak bisa mengontrol perasaan ku setiap kali menatap dirinya, Grandma."
Dan Wiraditya langsung menoleh ke arah Queen W, dia membiarkan bola mata mereka saling bertemu antara satu dengan yang lainnya kemudian laki-laki tersebut melanjutkan ucapannya.
"Aku mencintainya, bukan menyukainya, karena jika sekedar suka aku akan menuntut agar dia menerima dan menjadi sempurna, nyatanya aku sadar aku benar-benar mencintainya, oleh sebab itu aku selalu berusaha memberi dan menerima." Ucap Wiraditya lagi sambil mengembangkan senyuman terbaiknya.
Dan tanpa dia sadari, ada jantung yang saat ini tidak baik-baik saja, yang berdetak kencang tidak menentu seolah-olah siap keluar dari cangkang nya.
*******
Catatan \=
Mak ada yang tanya di komen boleh spill atau kasih kisah para ketua di keluarga terdahulu yang bisa di baca lebih dulu, diriku kasih kisah para ketua yah Mak dibawah sepenggal kisah dimana ada kisah nyonya Ramira dan tuan Eden di sini. dari seluruh kisah, mereka paling kontroversial kisahnya. disarankan sudah besar Mak wkwkwkkwk sebab full panas membakar dan hati-hati bikin adrenalin naik turun tidak jelas.
Mak author kasih bocoran kisah nya, mau lanjut tinggal cari judul yah dan klik di pro'fil.
******
"Daddy...."
Seketika bola mata indah itu terbuka saat sebuah teriakan panjang di pagi hari cukup membuat terkejut Aland, setelah hampir 4 tahun tidak kembali ke Indonesia, meninggalkan sang putri sendirian bersama pelayan wanita kepercayaan, akhirnya Aland kembali juga malam tadi.
Dia bahkan belum juga melihat wajah putri nya selama 4 tahun ini, bahkan enggan melihat foto apalagi melakukan Vidio panggilan bersama, mereka hanya melakukan panggilan melalui telpon biasa, memberikan semua kebutuhan sang putri tanpa kekurangan sedikit pun selama ini.
Sebab dendam dimasa lalu nya jelas masih membenam di hati nya, dia hanya enggan menambah dendam jika melihat wajah yang sama itu lagi nanti.
17 tahun bukan waktu sebentar untuk memendam dendam yang terus membara, bahkan harus merawat putri nya dengan rasa yang bercampur aduk menjadi satu. dia mengurus bocah itu sejak usia 5 tahun hingga 12 tahun dengan perasaan yang sulit dijelaskan, wajah sang ibu jelas mendominasi perasaan nya hingga acapkali dia berlaku kasar pada gadis itu dulu.
Karena itu ketakutan yang luar biasa dalam penyiksaan yang tidak masuk akal hingga membuat gadis itu acapkali menangis karena. mendapatkan pukulan dari nya, pindah dari Indonesia selama 4 tahun, menetap di Manhattan dan mengurus perusahaan disana adalah pilihan paling bijaksana menurut Aland.
Aland laki-laki dewasa berusia 37 tahun itu pada akhirnya lebih memilih tidak menikah dari pada kembali terluka seperti dimasa lalunya. Memilih hubungan percin..taan dengan perempuan bayaran ketimbang mengikat tali per..cintaan yang mengerikan.
Hati nya telah mati dan dipenuhi kebencian pada masa lalu nya, dan kegilaan yang terjadi kini, Aland berencana membalaskan dendam sang ibu kepada putri kesayangannya setelah dia dewasa.
"Kau gila"
kalimat itu yang selalu di ucapkan Farhan pada nya.
"Yeah anggap saja aku sudah gila"
"Daddy .."
Tanpa mengetuk pintu, tiba-tiba seorang gadis berpakaian seragam SMA menyeruak masuk ke dalam kamar dan secepat kilat menyambar tubuh Aland.
"Daddy"
Tawa bahagia jelas terpancar diwajah gadis itu, Aland Seketika membeku, 4 tahun meninggal kan gadis itu, kini gadis itu benar-benar Tumbuh kembang secara luar biasa.
Wajah dewasa, indah, cantik, dengan tubuh penuh berisi dari atas hingga ke bawah.
Oh damn it, Seketika dibawah sana bergejolak tidak karuan, meronta-ronta dalam keadaan tidak menentu, apalagi ketika gadis itu memeluknya dengan erat, mencium seluruh bagian wajahnya berkali-kali.
"Ailee"
teriak Aland kesal
"Daddy"
kali ini Ailee yang berteriak kesal.
"4 tahun begitu lama, membuat aku begitu merindukan Daddy"
seketika bola matanya berair dan sepersekian detik kemudian air mata itu tumpah tidak karuanan.
"Aku sangat merindukan mu Daddy, apa Daddy tidak merindukan ku sama sekali?"
tangis nya terus pecah, dia terisak di balik dada bidang Aland.
"Kenapa Daddy begitu jahat pada ku?"
oh tuhan.
Pada akhirnya gadis itu sama sekali tidak mau beranjak dari kamarnya, memilih tidak sekolah bahkan terus menempel di samping nya.
"Kau Kan kembali meninggalkan ku bukan?"
jelas saja Ailee menatap curiga ke arah Alan, dulu sejak kecil mulai usia 7 tahun hingga SMP kelas 1 Aland acapkali membohongi diri nya, berkata pergi sebentar rupa-rupa nya menghilang selama 6 bulan hingga 1 tahun, menitipkan dirinya pada bibi pelayan rumah dan mang Rahman,kembali ke rumah hanya beberapa Minggu saja.
Dan puncaknya jelas saja saat dia kelas 2 SMP Aland lagi-lagi membohongi dirinya, berkata pergi sebentar tahu-tahu menghilang selama 4 tahun, tidak ada kontak-kontak Vidio call, tidak pernah pulang, hanya telpon bik Sumi menanyakan keadaan nya,tiap dia ingin bicara Aland selalu langsung mematikan panggilan nya.
Kali ini dia tidak akan tertipu, dia harus memiliki sejuta trik untuk bisa membuat Daddy nya agar tetap tinggal di rumah.
Menyembunyikan Pasport nya dan...
"Mulai hari ini, aku akan tinggal di kamar Daddy"
seketika bola mata Aland membulat, dia jelas saja melotot kaget.
"Apa?"
Secepat kilat seluruh barang-barang milik Ailee benar-benar telah berpindah kekamar nya.
"Ailee.."
"Aku tidak akan tertipu lagi kali ini"
Ailee bicara sambil mengedipkan sebelah matanya.
Oh damn it
*******
Ailee terus bernyanyi bahagia sejak pagi, memutar tubuhnya berkali-kali saking senangnya. Sang Daddy benar-benar kembali. Rasa rindu yang membuncah jelas terlihat menggebu-gebu bahkan Ailee terus memeluk dan mencium Daddy nya dengan penuh kebahagiaan.
Ailee tampak berfikir apa yang harus dia masak untuk maka malam, sang bibi pelayan rumah sudah kembali ke rumah belakang yang terletak di mansion belakang, Ailee jelas-jelas sengaja ingin agar dirinya yang membuat semua menu makan malam sang Daddy.
"Ahhh"
seketika Ailee mendapatkan ide, sup daging merupakan makanan favorit sang Daddy.
Secepat kilat Ailee meng'eksekusi seluruh bahan dan perlengkapan untuk membuat sup daging kesukaan sang daddy
dan hasil akhir pasti tidak mengecewakan
Taraaaa....
Ailee Terus memperhatikan Daddy nya yang tengah makan di depannya, Sesekali jantung nya berdetak begitu kencang, takut-takut kalau masakannya tidak enak dan membuat kecewa sang Daddy.
"Bagaimana?"
ailee bertanya setelah Aland menghabiskan makan malam nya.
Sejenak Aland menarik pelan nafasnya, dengan perasaan enggan menjawab.
"Lumanyan"
seketika wajah aile tertekuk sempurna
lumanyan...!!!
__ADS_1
hmmm
dia menghela pelan nafasnya, membereskan semua sisa makanan dan mulai mencuci semua piring serta mangkok berkas mereka makan.
Tanpa bicara apa-apa sang Daddy langsung melesat naik ke atas, menuju ke kamarnya. Ailee melirik sejenak langkah kaki daddynya kemudian kembali menarik nafasnya.
Sejak kecil Daddy nya selalu bersikap dingin padanya, padahal Daddy sahabat-sahabatnya begitu hangat dan baik kepada mereka,acapkali Ailee iri kepada mereka, karena dikaruniai seorang Daddy yang luar biasa hangat, jauh berbeda dengan Daddy ailee.
Padahal jelas-jelas Ailee buruh perhatian dan cinta dari Daddy nya, karena sejak kecil dia sama sekali tidak tahu siapa mommy nya.
Bibi Sumi bilang jika mommy nya orang Indonesia asli, sedang kan Daddy nya laki-laki keturunan Eropa+timur tengah, tidak heran Ailee memiliki kulit dan wajah ke bule-bule'an.
Tapi... yang membuat Ailee acapkali bingung, kenapa perlakuan Daddy nya disaat dia kecil selalu saja kasar dan acapkali sering memukul nya tanpa alasan yang jelas.
Kadang dia bertanya-tanya didalam hati apakah Daddy nya membenci kelahiran nya? hingga membuat sang mommy meninggal setelah melahirkan diri nya!. karena itu Daddy begitu Jijik pada nya sejak dulu.
Mungkin saat dia masih kecil dia hanya akan diam dan memaklumi, menangis terisak sambil mengurungi diri dikamar, tapi kali ini Ailee bersumpah akan membuat Daddy bangga dan sayang pada nya dengan cara apapun itu hingga bisa membuang seluruh kebencian Daddy nya terhadap diri nya.
Setelah membereskan semua sisa makanan, mencuci piring dan Merapikan meja makan, secepat kilat Ailee langsung ikut naik ke atas menuju ke kamar Daddy nya.
Aland jelas masih sibuk dengan pekerjaan nya, mengecek beberapa laporan pekerjaan di laktopnya tanpa berniat menoleh ke arah Ailee.
Ailee tampak merengut,langsung mengganti pakaian tidurnya tepat disamping daddynya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Aland jelas terkejut, melihat Ailee membuka pakaian nya dihadapan nya, hanya menyisakan tank top dan celana ketat sepaha nya.
"Tentu saja ganti pakaian"
sungut Ailee kesal, langsung memakai kamisol miliknya.
Aland langsung memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut kencang.
Ailee masih dengan perasaan dongkol langsung menjauh kemudian langsung naik ke atas kasur membaringkan tubuhnya kemudian beranjak untuk tidur.
Beberapa waktu kemudian setelah yakin Ailee terlelap, Aland langsung menutup semua pekerjaan nya, mematikan lampu kamar mereka hingga menyisakan lampu remang di atas kepala ranjang, kemudian aland ikut naik ke atas kasur, merapatkan tubuhnya ke Ailee.
sejenak laki-laki itu menatap wajah Ailee penuh seringai kejam, sesaat dia mencium bibir gadis itu dan menyesap nya begitu dalam.
"Berapa bulan lagi 17 tahun baby? Daddy masih menunggu waktunya"
bisiknya kemudian, lantas Aland segera memejamkan matanya, ikut terlelap di samping Ailee.
******
Saat terbangun dari tidurnya Ailee merasa ada yang aneh pada dada dan bibirnya, setelah selesai dengan sesi mandinya dia menatap dirinya dihadapan kaca besar yang ada dikamar mandi beberapa waktu sambil berusaha berfikir.
Kenapa tiba-tiba di atas da..danya terdapat tanda merah dan bibir nya terasa sedikit membengkak.
"Hmmm"
Ailee berusaha untuk mengingat-ingat apa yang terjadi, tapi karena dia type gadis yang kalau tidur nya tidur mati, jelas saja sulit sekali untuk nya mengingat apa yang terjadi.
"Daddy, ini aneh"
ucap Ailee cepat sesaat setelah keluar dari kamar mandi, dia masih menggunakan handuk nya, mendekati Aland sambil memperlihatkan tanda yang ada di atas dadanya.
"Kenapa tiba-tiba dada ku memerah?"
tanya nya pada sang Daddy dengan begitu polos, masih mengerutkan dahinya dengan ekspresi yang begitu bingung.
Aland langsung menoleh sesaat setelah mengancingkan seluruh kancing kemejanya.
"Ada apa?"
"Apa ada serangga di kamar Daddy?"
Ailee terus mengerutkan dahinya
"Yang ini?"
tiba-tiba Aland menyentuh lembut dada Ailee, entah kenapa Ailee merasakan hal yang aneh, seketika sebuah aliran listrik menyerang tubuhnya, tiba-tiba Ailee meremang dan merasa jantungnya berdetak kencang tiba-tiba.
Dulu saat Daddy nya menyentuh Dirinya Ailee merasa biasa-biasa saja, kenapa rasanya jadi aneh?
"Mungkin serangga yang nakal"
ucap Aland dengan pandangan mata yang sulit di artikan, bicara sambil mengelus pelan dadanya, kemudian langsung membalikkan kembali tubuhnya
"bik Sumi akan membersihkan kasurnya"
lanjut Daddy nya
Ailee hanya mengangguk pelan sambil menyentuh dada nya yang tiba-tiba terasa meremang.
******
Hari ini untuk pertama kalinya sang Daddy mengantar dan menjemput dirinya ke sekolah, ailee jelas merasa bahagia saat Aland dengan sigap mengantarkan dirinya tanpa bertanya lebih dulu.
Semua saat ini terasa begitu sempurna, kebahagiaan Ailee jelas bertalu-talu dan menggebu, dia jelas merasa bahagia sekali.
"Dia Daddy mu?"
saat vio menanyakan nya jelas saja Ailee mengangguk mantap sambil tersenyum sumringah.
"Ganteng banget Ailee, nggak salah dia Daddy kamu?"
Mina bertanya antusias, menggenggam erat tangan Ailee.
"Nggak"
"Aku jadi istri Daddy kamu mau kok, itu muka kok sesempurna itu"
Lea bicara sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Apaan sih Lea"
sungut Ailee kesal.
"Di atas kasur pasti keren banget"
Mina menimpali.
iwhhh menjijikkan, Mina dan lea benar-benar temannya yang mengerikan, di usia masih muda otaknya jelas sudah diracuni oleh fikiran me..sum yang men..jijikkan. Sejak Mina pacaran dengan Yuda dan Lea pacaran dengan Rangga, otak 2 sahabatnya itu jadi sengklek.
Rangga jelas terkenal dengan julukan Casanova, laki-laki itu bahkan katanya sering pacaran dengan janda, Ailee acapkali berfikir, mungkinkah Lea sudah tidak pera..wan lagi selama pacaran dengan Rangga?.
kalau Mina begitu suka baca novel dan nonton film yang rate 21, jelas membuat dirinya dan vio acapkali menggeleng-gelengkan kepala mereka, otak Mina jelas berisi hal-hal mengerikan soal se..x dan laki-laki CEO.
"menjijikkan ih, jangan mikir macam-macam soal Daddy ku"
sungut Ailee kesal.
dia fikir bagaiamana bisa teman-teman bicara hal jorok seperti itu pada dirinya
*********
Seketika kemarahan sang Daddy memuncak ketika melihat seorang laki-laki mencium puncak kepala nya disaat Daddy nya menjemput Ailee di depan gerbang depan pintu sekolah.
Aland jelas-jelas mengamuk, menarik tangan nya dengan paksa dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas mobil.
Ailee jelas gemetaran, dulu Daddy nya tiap kali marah saat dia masih disekolah dasar jelas-jelas akan memukulnya dengan cara yang brutal, dia fikir apakah sejarah kemarin akan terulang kembali?
rasa nya jelas begitu perih ketika ikat pinggang Daddy nya menghantam seluruh tubuhnya dulu.
"Siapa anak itu? pacar kamu huh?"
Daddy bicara sambil membentak, Daddy nya bertanya dengan amarah yang jelas membuncah, pedal gas mobil yang Daddy nya injak pun menggila.
Ailee menggeleng cepat
"Bukan Daddy, dia teman satu kelas, aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mencium ku"
Ailee bicara sambil menangis terisak, menatap daddynya penuh ketakutan.
"Berhenti membohongi Daddy, kau fikir Daddy anak kecil huh?"
"Ailee tidak berbohong Daddy"
Ailee terus menggeleng-geleng kan kepalanya penuh dengan keyakinan
Dan ketika tiba di rumah, Daddy nya dengan cara yang kasar menyeret tubuhnya agar segera naik ke kamar atas, bik Sumi yang melihat itu jelas saja terkejut bukan main.
"Tuan..tuan...apa yang terjadi?"
"Dia sudah berani menggoda laki-laki diluaran sana"
"Tidak Daddy, aku tidak menggodanya"
Ailee berteriak histeris
jelas saja dia tidak pernah melakukan nya, hiden tiba-tiba datang memeluknya dan mencium puncak kepalanya tanpa pemberitahuan lebih dulu, seluruh sekolah tahu laki-laki itu menyukai dirinya, tapi jelas-jelas Ailee tidak menyukai laki-laki itu sejak dulu.
"Daddy bisa tanyakan pada vio, aku tidak pernah menggoda siapapun Daddy"
Ailee jelas menangis histeris, apalagi saat sang Daddy menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dengan kasar lantas mengurung nya didalam kamar dengan cara mengunci pintu dari dalam.
Ailee tahu sekuat tenaga dia berteriak, ruangan ini jelas tidak akan mampu mengeluarkan suara apapun, karena kamar Daddy nya sudah ter setting sedemikian rupa dengan kaca dan dinding kedap suara.
"Awasi dia bik, kalau dia mencoba untuk keluar kemana-mana dengan akal licik nya, akan aku pastikan dia dan bibi menerima hukuman luar biasa"
bik Sumi tampak diam, hanya bisa meneguk ludahnya, dia fikir penyakit gila tuan nya kembali mendominasi.
"Non non apa lagi yang sudah nona lakukan"
__ADS_1
desah bik Sumi pelan seketika saat Aland meninggalkan dirinya, menuju ke arah mobilnya lantas melesat pergi entah kemana.
********
Bang..sat...!!!
umpat Aland kesal saat dia masuk ke rumah Farhan
laki-laki itu tampak menaikkan alisnya.
"Very bad, sesuatu yang jelek terjadi?"
tanya Farhan sambil menuangkan segelas wine kemudian menyerahkan minuman itu ke pada Aland.
"Dia sudah berani menggoda laki-laki sekarang, persis seperti ibu nya, pe..lacur..!"
Farhan terkekeh kemudian meneguk cepat wine miliknya.
"itu kemarahan atau kecemburuan?"
"Shut up man, jangan membuat ku semakin marah"
Aland bicara sambil ikut meneguk wine miliknya
"Oh ayolah all, Jangan terlalu terbebani oleh gadis kecil itu"
"Aku benar-benar menghabisi nya ketika dia cukup berusia 17 tahun, itu masih beberapa bulan lagi"
Aland Manarik kesal nafasnya.
"Kalau begitu, sembari menunggu mari kita bersenang-senang dulu malam ini"
ucap Farhan cepat, kemudian dia membuka tirai kaca besar yang ada dihadapan mereka dengan sebuah remote control yang ada di tangan nya, secara berlahan tirai terbuka, sebuah pemandangan luar biasa terlihat disana, sebuah ruangan penuh dengan perempuan dengan suasana temaran dan lampu kelap-kelip diskotik mendominasi.
Yang jelas dari dalam sana tidak bisa melihat mereka, tapi Aland dan Farhan jelas bisa melihat semua orang disana.
"Kau suka yang mana?"
bisik Farhan sambil menaikkan sebelah alisnya
"Barang baru, yang bisa memuaskan ku"
Farhan tertawa terbahak-bahak
"like you want, just one night stand "
Farhan berdiri cepat, kemudian bola mata nya melirik ke arah seorang perempuan berusia 21 tahunan"
"21 tahun, lincah di atas kasur, sangat liar, pemain handal, kau akan me..nge..rang sempurna bersama dengan nya"
kekeh Farhan
seketika Alan menaikkan ujung bibirnya, menatap liar ke arah perempuan yang di maksud, perempuan itu sibuk bercanda bersama teman-teman nya sambil meminum winski miliknya.
"Aku menunggu nya di tempat biasa"
setelah berkata begitu, Aland beranjak dari duduknya, melangkah pergi menjauhi Farhan.
seperti biasa, just one night stand.
Ailee wait me baby, seperti sumpah dan janji ku pada mu dulu.
"Daddy akan mengambil hak ini disaat kau berusia 17 tahun nanti"
Aland bicara dimasa laku sambil menyentuh bagian bawah Ailee, gadis itu jelas masih berusia 7 tahun saat itu.
"Why Daddy?"
"Karena kau harus membalas seluruh jasa-jasa ku juga perbuatan mommy mu"
Bola mata indah itu menatap Aland dengan pandangan tidak mengerti.
******
Bik sumi menatap panik ke arah Aland ketik laki-laki itu datang langsung memarkirkan mobilnya, masuk ke rumah lantas melesat naik langsung ke atas, membuka pintu kamar dengan gerakan cepat dan panik.
"Tuan semalam kemana?"
bik Sumi menangis panik, mengikuti langkah Aland dengan perasaan bercampur aduk jadi satu. Ailee jelas sejak siang kemarin belum makan, kunci kamar Aland yang membawanya, ingin naik dari arah depan tidak tahu menggunakan apa. bik Sumi tahu pasti hal buruk terjadi pada putri laki-laki itu.
Tubuh Ailee jelas sudah tergeletak lemas di kasur, wajah nya memucat,lemas bahkan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Ailee, Ailee"
Aland berusaha menepuk-nepuk wajah Ailee, jelas kepanikan terpancar di raut wajahnya.
"Hubungi dokter Edo"
seketika bik Sumi langsung melesat turun ke bawah, mencoba menghubungi dokter pribadi tuannya.
********
"Dia mengalami dehidrasi"
dokter Edo berkata cepat setelah selesai memeriksa kondisi ailee, mm menatap Aland sambil menggeleng tidak percaya.
"Dia masih anak-anak, kau terlalu kejam pada putri mu sendiri"
"yeah"
Aland bicara sambil mengangkat bahunya.
"Dia harus tahan banting agar bisa tumbuh lebih cepat"
"Aland, usianya belum 17 tahun"
dokter Edo bicara sambil menghela kasar nafasnya.
"Karena itu dia harus mempersiapkan semuanya ketika dia berusia 17 tahun"
sungut Aland kesal
"Kau gila"
"Bisa jadi"
"Dia putri mu"
"Tapi tidak untuk ku"
Seketika dokter Edo memijat kepalanya yang tidak sakit.
"Kau benar-benar harus ke rumah sakit jiwa Aland, kau Benar-benar akan melakukan nya pada gadis sekecil itu?"
dokter Edo mendorong tubuh Aland ke luar, bicara berbisik Takut jika-jika Ailee mendengar nya.
"Dia sudah tahu sebelum nya"
"Kau bicara pada nya di masa anak-anak nya dulu Aland, memori anak-anak di usia segitu jelas menghilang seiring berjalannya waktu, bagi nya kau adalah ayahnya, bagaimana mungkin kamu berfikir hingga sejauh itu?"
Edo berusaha mengingat kan Alan atas kegilaannya
"Apa kau suka dengan dia huh?"
"Bukan masalah suka atau tidak, apa yang akan Ailee fikirkan? ayah nya sudah berani berbuat hal gila pada nya, lebih tepatnya ayah nya akan memperkosa nya"
seketika Aland tertawa terkekeh, tampak gurat kebahagiaan di wajahnya.
"Aku akan lihat betapa tersiksanya dia dan ibu nya, karena dulu telah mengkhianati aku begitu saja"
Edo jelas-jelas bertambah kesal.
"Tapi putri nya tidak melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu, dia tidak berdosa Aland"
Seketika Aland menaikkan sudut bibirnya, menatap tajam bola mata dokter Edo.
"Lau siapa yang salah? aku begitu? lalu siapa yang berdosa? aku juga?"
"Bukan begitu maksud ku"
"Kau lupa bagaimana ibunya menjatuhkan diri ku? mengkhianati aku? kemudian menangis merengek dibawah kaki ku menjelang kematian nya? mempercayakan aku soal Ailee? lalu siapa yang pantas di sebut gila setelah semua keadaan?"
Aland jelas menjadi berang
"Bahkan induk perusahaan ku hancur karena perempuan sialan itu, apa aku bisa memaafkan Ailee atas segala hal yang telah terjadi?"
Seketika dokter Edo terdiam, dia menelan kasar salivanya.
Yah dia tahu sejarah masa lalu sahabat nya itu begitu kelam dan mengerikan, tapi bukan berarti harus memperlakukan putri nya seperti itu.
"Dia pasti akan kecewa pada mu Aland, dia akan bersedih dengan kehancuran nya"
Aland mendekat kan wajahnya ke arah dokter Edo, dia berbisik pelan.
"Aku memang sedang menunggu kehancuran nya, aku ingin melihat air mata itu tumpah, aku menunggu Kakak ibunya itu datang untuk memohon belas kasih ku agar melepaskan keponakan nya itu ketika saat nya tiba"
Dokter Edo hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya, menatap nanar wajah sahabatnya itu.
"Kau benar-benat berubah Aland"
"Waktu dan keadaan selalu mengubah seseorang"
Jelas saja Sejumput kekhawatiran dan kecemasan menghantam perasaan dokter Edo, jelas-jelas masa Depan anak itu akan hilang begitu saja ditangan laki-laki pendendam dan dingin seperti Aland.
Ailee benar-benar hanya dijadikan umpat juga pe'muas naf'su sang Daddy nya semata pada akhirnya.
__ADS_1