
Restoran xxxxxxxx,
Seoul, Korea.
"Mommy apa aku boleh mengambil ice cleam 🍨." Nyx Junior bertanya pada gadis yang dia panggil mommy, itu adalah ibu guru sekolah nya yang terus dia inginkan, menatap gadis yang dia panggil mommy dengan penuh harap.
"No, J berhenti meminta sesuatu yang tidak jelas." Oceh Nyx pada putra nya.
Mereka berada di sebuah restoran yang terletak tidak jauh dari tempat mereka menginap, duduk mengelilingi meja bulat bersama. Nyx, Nyx J, gadis yang Nyx bawa Egalita, Wiraditya dan Queen W.
"Bukan masalah, syarat nya harus rajin gosok gigi agar terhindar dari gigi berlubang." Egalita menjawab cepat, mengabaikan ocehan Nyx soal J.
"What?." Nyx harus punya stok kesabaran ekstra menghadapi Egalita, dia pikir gadis tersebut selalu ada diluar batas pemikiran nya.
Siapa yang berani membantah ucapan nya?, tidak ada satupun, karyawan nya, bawahan nya, adik-adik nya bahkan mommy J sekalipun tidak pernah, lalu dia pikir bagaimana bisa Egalita selalu membantah ucapan nya dan bergerak di bawah akal warasnya.
"Itu tidak baik untuk anak-anak, Egalita." Nyx bicara dengan cepat dan dia tidak setuju atas apa yang diucapkan oleh Egalita pada putranya kecilnya.
"Siapa bilang?, es krim yang memiliki izin produksi rata-rata memiliki kandungan nutrisi diantaranya vitamin D, vitamin A, kalsium, fosfor, dan riboflavin," Egalita menjawab cepat, dia mengabaikan pandangan Nyx dan mulai memberikan J es krim yang ada di hadapannya.
"Aku tidak menganjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan karena mereka mengandung kadar gula yang tinggi, tapi mengonsumsi nya dalam batas kewajaran itu bukan masalah." Lanjut Egalita lagi, dia tiba-tiba memajukan tubuhnya dan memfokuskan pandangannya pada Nyx.
Seketika hal tersebut membuat Nyx mengernyitkan keningnya, demi apapun dia tidak pernah takut melihat siapapun dan perempuan manapun tidak pernah menjadi titik terlemah dan titik paling ditakuti nya kecuali mommy nya. Bahkan istri nya tidak membuat dia takut untuk menatap matanya, tapi Egalita, gadis tersebut selalu mampu menghipnotis nya dan membuat dia menelan salivanya hanya karena tatapan tajamnya.
Gadis tersebut seperti pisau belati yang selalu siap menghujam jantung nya.
__ADS_1
"Selama orang tua selalu ada disekitar anak setiap hari, dia pasti bisa melihat dan mengawasi dengan baik soal konsumsi makanan mereka dengan baik, misteri Zaig." Kini gadis tersebut bicara sambil menatap tajam bola mata Nyx, bicara dengan suara tenang dan datar juga cukup penuh penekanan.
Egalita selalu merasa kesal dengan laki-laki tersebut, entahlah seolah-olah laki-laki dengan bola mata indah tersebut memiliki jutaan kesalahan atas dirinya. Aneh memang, dia tidak pernah seperti itu pada laki-laki manapun, tapi pada Nyx dia begitu kesal dan membencinya, apalagi jika sudah menyangkut soal J, seolah-olah jiwa keibuan Egalita keluar begitu saja, dia marah saat laki-laki sialan itu yang mengabaikan Nyx J yang masih terlalu kecil, memperlakukan bocah kecil tersebut dengan tidak adil dan menekan nya agar tumbuh dewasa jauh lebih cepat daripada waktu nya.
Dia marah, sangat marah, seolah-olah dia merasa J adalah putra nya yang di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang disekitar nya.
Padahal mereka hanya orang asing yang kebetulan dipertemukan dengan sebuah kebetulan semata tapi tetap saja dia merasa ada satu ikatan batin yang seolah-olah menarik nya dan berkata J adalah bagian daripada dirinya.
Dan mendengar ucapan Egalita Nyx seketika terdiam.
Look!.
Nyx selalu dibuat tidak berkutik oleh gadis keras kepala tersebut.
Alih-alih melanjutkan perdebatan, Nyx lebih suka diam kali ini, melirik kearah J yang cengar-cengir kuda, meminta di suapkan es krim dari Egalita.
Tidak mungkin.
Nyx menepis pikiran bodohnya.
"kamu suka sup bukan?, aku yakin kamu suka makanan yang itu W." Tiba-tiba saja Egalita bicara, menatap kearah Wiraditya dengan senyuman terbaiknya, terlalu ramah membuat Queen W dan Nyx spontan menoleh secara bersamaan.
Wiraditya yang mendengar ucapan Egalita langsung menoleh kearah Egalita.
"Itu halal, jangan khawatir soal apapun, restoran ini khusus menyediakan makanan halal." Lanjut Egalita lagi.
__ADS_1
Kali ini gadis tersebut langsung meraih mangkuk berisi sup, memberikan nya kearah Wiraditya secara perlahan.
"Kau begitu perhatian dengan nya, seolah-olah kamu pernah berkencan dengan nya sebelumnya." Nyx terlihat tidak suka, dia mendengus kemudian meraih mangkuk sup tersebut dengan cepat.
"Aku juga menginginkan nya, seharusnya kamu menawarkan ku juga." Oceh laki-laki tersebut cepat.
Egalita terlihat menatap tidak bersahabat kearah Nyx, dia cukup ternganga melihat laki-laki tersebut menarik mangkuk sup yang dia berikan pada Wiraditya.
"Apa kamu tidak tahu? aku dan dia pasangan cinta pertama dimasa lalu." Dan saat Egalita berkata seperti itu seketika gadis tersebut langsung menyadari sesuatu.
Oh shi-t, aku tadi bicara apa?!.
Dia ingin sekali menepuk mulutnya yang salah bicara.
Wiraditya langsung menaikkan ujung alisnya, dia terlihat mengulum senyuman nya mendengar ucapan Egalita. Seolah-olah dejavu atas ucapan Egalita di masa lalu.
Dan tanpa disadari Queen W terlihat mengernyitkan keningnya, gadis tersebut melirik kearah Egalita dan Wiraditya secara bergantian, dia tidak menampilkan ekspresi wajah nya dengan baik tapi dia yang menggenggam sendok makan seketika langsung mengencangkan pegangan nya untuk beberapa waktu.
"What?." Dan jangan tanya bagaimana ekspresi Nyx saat ini, dia menatap kearah Egalita dengan bola mata yang hampir keluar dengan sempurna.
"Kau bilang apa?."
"Ohhhhh aku mengacaukan makan kali ini." Egalita bicara didalam hatinya sambil memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Oh ya ampun, Egalita."