
Masih di masa lalu,
H-1 pernikahan,
Hotel xxxxxxx,
Pusat kota.
Semua pegawai di hotel xxxxxxx terlihat langsung menundukkan kepala mereka kearah Queen W begitu mereka melihat kedatangan gadis tersebut saat ini, bisa dilihat Queen W melangkahkan kakinya dengan sangat tenang diliputi tatapan yang sangat datar dan lurus kedepan. Entahlah aura gadis tersebut selalu bisa membuat siapapun yang melihat nya cukup bergidik ngeri.
Tidak ada gadis muda seusia Queen W yang selalu berhasil mengendalikan kemarahan nya saat menghadapi situasi rumit dan sulit, alih-alih menggila karakteristik Queen W selalu tenang tanpa ada yang tahu apa isi kepala dan hati nya. Karakter rumit yang membuat orang-orang selalu penasaran apa yang sebenarnya ada didalam pikiran dan hati gadis tersebut.
Mereka selalu berkata Queen W adalah duplikat dari grandpa nya Zuu dari pihak mommy nya yang saat menghadapi musuh nya, terlihat begitu tenang. Di tambah sifat saat dia penuh kehati-hatian saat melumpuhkan lawan persis seperti grandpa All zigra dari daddy nya yang saat bergerak menghancurkan musuhnya.
__ADS_1
Kini gadis tersebut bergerak perlahan menuju kearah depan, membiarkan kakinya melangkah ke arah elevator, sekretaris Queen W secara perlahan bergerak lebih dulu, membuka pintu elevator dengan cepat.
Tringgggg.
Begitu pintu elevator terbuka, Queen W masuk kedalam sana, diikuti oleh sang sekretaris nya. Keheningan terjadi untuk beberapa waktu, dimana tiap-tiap angka elevator terus bergerak menuju ke arah teratas, tidak ada pembicaraan yang dilakukan oleh gadis tersebut bersama sekretarisnya hingga pada akhirnya mereka tiba pada setengah lantai yang memang menjadi tujuan mereka.
Tringgggg.
Kembali suara pintu elevator terdengar, kali ini pintu tersebut terbuka kembali dan secara perlahan kedua orang tersebut melangkahkan kaki keluar dari sana berbelok ke arah sisi kiri dengan gerakan yang begitu tenang. Queen W membiarkan bola matanya menatap kearah depan, di mana beberapa pelayan hotel tampak telah menunggu kedatangan Queen W dan sekretaris nya. Langsung menundukkan kepalanya begitu Queen W berada dihadapan mereka berdua.
Begitu tiba di depan pintu kamar yang diinginkan, Queen W menghentikan langkah kakinya diikuti sang sekretaris nya, kemudian salah satu pelayan hotel laki-laki berusia sekitar 45 tahunan lebih menundukkan kepalanya.
Queen W hanya menaikkan ujung jari nya, membiarkan laki-laki tersebut membukakan pintu ada dihadapan nya saat ini.
__ADS_1
Laki-laki tersebut patuh, masih berusaha menundukkan kepalanya kemudian secara perlahan laki-laki itu berbalik dan mulai menempelkan sebuah kartu di bagian depan pintu kamar tersebut.
Tidak perlu waktu lama hingga akhirnya pintu tersebut terbuka.
Kletakkkkk.
Srrrtttttttttr.
Dan dalam hitungan detik semua orang bergerak masuk menyerbu kedalam termasuk sang sekretaris Queen W. Sedangkan Queen W tampak menghela pelan nafasnya, ikut masuk kedalam sana dengan gerakan yang sangat tenang, tidak menampilkan ekspresi nya sama sekali sembari bola matanya menatap lurus kearah kasur mendominasi berwarna putih yang ada di hadapannya.
Kini bisa gadis lihat apa yang ada di atas kasur tersebut, dimana Leon dan Ginanda terlihat panik dan gelagapan dengan keadaan, tidak menggunakan sehelai benang pun dimana Ginanda mencoba menarik selimut dengan ekspresi wajah ketakutan dan gelagapan berusaha untuk menutupi seluruh anggota tubuhnya.
"Queen-,"
__ADS_1
"Sayang-,"
Dan percayalah jangan ditanya bagaimana keadaan saat ini.