Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Wanita tua Ramira Hurairah


__ADS_3

Kembali ke masa Kemarin,


Kediaman Ibu Wiraditya.


Dibalik cangkir berisi air yang berhamburan, ibu Wiraditya masih menutup mulut nya dengan kedua belah telapak tangan nya, sangat terkejut menatap dia sosok wanita yang masuk kedalam rumah nya.


"Mommy Queen W." Dia bergetar.


Nyatanya bukan wanita tersebut yang membuat nya bergetar sesungguhnya, tapi sosok lainnya. Dalam keterkejutan nya, wanita tersebut menjatuhkan air matanya, yah dia bergetar menatap seseorang yang berjalan dibelakang besan nya. Sosok wanita yang berjalan perlahan mendekati dirinya.


"Sudah berapa puluh tahun berlalu, Ambar?." Wanita tersebut bertanya begitu berdiri dihadapan ibu Wiraditya, dia menatap wajah ibu Wiraditya untuk beberapa waktu.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, wanita yang ditanya tidak bisa menahan tangisannya yang pecah, dalam bahu bergetar nya dan bibir pucat nya wanita tersebut berkata.


"Maafkan aku, nona. Maafkan aku, ini semua salah keluarga kami, andaikan saja Widjaja tidak membawa nya masuk ke Hurairah-," Dia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


"Tentu saja ini bukan salah kalian, lalu kenapa kalian bisa dihubungi?, bahkan bagaimana bisa kalian mengganti identitas dan membuat kami kesulitan mencari kalian selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya." Wanita cantik diusia senja tersebut bertanya sambil menatap ibu Wiraditya dengan tatapan berkaca-kaca.


"Bahkan nama depan mu sudah berubah?." Tanya wanita itu lagi.


"Nyonya....Ramira Hurairah...-," Kembali ibu Wiraditya bicara dengan nada bergetar, menatap Wanita yang pernah menjadi atasan suaminya dengan tangan bergetar.


Meskipun berpuluh-puluh tahun berlalu, dia jelas masih sangat mengenali wajah itu, meskipun tidak se'muda zaman dulu lagi, wajah cantik tersebut masih sangat dihafal dalam keramahtamahan nya.

__ADS_1


Nyonya Hayat secara perlahan melirik kearah pintu masuk, dia membawa pelayan kepercayaan nya dan sopir mereka, meminta kedua orang tersebut membawa beberapa barang untuk besan nya.


Nyonya Ramira bergerak membawa nyonya Ambar bergerak menuju ke arah kursi usang di ruang tamu, membiarkan wanita paruh baya lebih tersebut menyelesaikan tangisannya.


Jutaan kesalahan masih menghatam perasaan ibu Wiraditya atas peristiwa masa lalu, bahkan menatap nyonya Ramira dia tidak mampu. Semua sangat menyakitkan dan juga memalukan, bahkan tidak ada penebus rasa bersalah yang besar di masa lalu yang bisa dia dan keluarganya lakukan. Kejadian masa lalu menyisakan luka mendalam dan rasa malu juga rasa berdosa yang besar. Juga mengubah kehidupan mereka hancur berantakan.


Andaikan saja kejadian pada masa itu tidak ada, mungkin Wiraditya dan Aisyah akan tumbuh layak seperti anak-anak lainnya, hidup bergelimangan harta dari hasil kerja keras suaminya yang menjadi tangan kanan kepercayaan suami dari Nyonya Ramira, tuan Eden All Jaber (Kevin Burja).


Berdiri sejajar dengan para pengusaha lainnya dengan pencapaian yang luar biasa dimiliki oleh seorang laki-laki penuh tanggung jawab bernama Widjaja.


Tapi,


Ibu Wiraditya menggelengkan kepalanya, dia menatap wajah wanita tua yang duduk disampingnya.


"Itu hanya masa lalu, Widjaja tidak bersalah lalu kenapa kalian menghilang bagaikan ditelan bumi?." Wanita tua tersebut bertanya, menatap kearah Ibu Wiraditya.


"Dan dia hampir membunuh seorang anak kecil lainnya.". Lanjut wanita paruh baya tersebut lagi.


Nyonya Ramira terlihat diam, dia menatap nyonya Ambar untuk beberapa waktu.


Kemudian tiba-tiba ibu Wiraditya seolah-olah menyadari akan sesuatu.


"Nona bagaimana bisa tahu kami disini?." Pada akhirnya dia bertanya dan mengernyitkan keningnya, menatap kearah besannya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Bagaimana ibu Queen dan nona bisa kemari secara bersamaan?." Kembali dia melesatkan tanya sambil menatap dua orang dihadapan nya tersebut secara bergantian.


Tiba-tiba nyonya Ramira menggenggam erat telapak tangan ibu Wiraditya, dia kemudian berkata secara perlahan.


"Apa kamu ingat gadis kecil itu, Ambar?." Satu tanya dilesatkan wanita tersebut pada ibu Wiraditya.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, ibu Wiraditya terlihat bergetar, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Dia adalah istri dari putra mu."


Dan bayangkan bagaimana ekspresi ibu Wiraditya saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh wanita tua dihadapan nya tersebut.


"Apa?." Tanyanya dengan tatapan tidak percaya dan dengan jantung yang berdetak tidak baik-baik saja.


******


Catatan \=


Masih ingat Ramira dan Eden Mak? di putri perawan milik Daddy?!.


Wellcome di dunia yang sesempit daun kelor Mak, mari bernostalgia bersama dengan para tetua dimasa lalu 🤭❤️.


Mereka sudah tua sekarang yah🤗😋.

__ADS_1


Ingat silsilah Ramira yang merupakan cucu Ghanem dan Violet di satu atap dua cinta?. Dia salah satu pewaris Hurairah.


Bagaimana Hurairah terhubung dengan keluarga Hillatop dan Azzurra?! Buyut Hill dan buyut Alea 2 saudara kandung dan adik Hill si Alea menikah dengan penerus Hurairah, yang lupa bisa mengulik kembali kisah lama di novel sebelum-sebelumnya.


__ADS_2