Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Cukup mengejutkan dirinya


__ADS_3

Masih di hotel xxxxxxx,


Seoul, Korea.


Wiraditya berjalan gontai setelah mendengar apa yang diucapkan oleh sang istrinya, perasaan nya tidak baik-baik saja, setelah mendengarkan ucapan Queen W yang cukup membuat nya kecewa dan sedih, laki-laki tersebut memilih untuk segera kembali ke kamar mereka tanpa mau mendengarkan lanjutan obrolan Queen W dan laki-laki yang merupakan cinta pertama istrinya.


Ketimbang dia mendengarkan percakapan yang mungkin akan semakin menyakitinya, dia lebih memilih untuk diam dan bergerak pergi dari sana dengan cepat. dia pikir seandainya kedua orang tersebut mengetahui keberadaannya itu malah akan semakin mempermalukan dirinya, sebelum dirinya mempermalukan diri sendiri laki-laki itu pikir lebih baik dia bersikap tahu diri dengan cara pergi dan tidak menghiraukan kedua orang tersebut.


sejak awal dia tahu cepat atau lamban ini semua akan terjadi, pada akhirnya dia dan Queen W tidak akan pernah bersama sesuai dengan perjanjian pernikahan mereka dia dan istrinya lamban laun pasti akan saling melepaskan antara satu dengan yang lainnya dan bercerai. Belajar tahu diri itu memang sulit tapi setidaknya dia harus tahu di mana posisi dan kedudukannya.


dia bukan siapa-siapa dan tidak pantas untuk protes atau marah dengan keadaan, Queen W memiliki hak atas dirinya sendiri dan gadis itu baginya berhak bahagia dengan pilihannya tanpa harus terikat kepada dirinya. karena sejak awal mereka berdua tidak pernah pantas untuk bersama persis seperti bumi dan langit juga seperti siang dan malam yang tidak akan pernah menyatu meskipun dipaksakan bagaimanapun caranya.


begitu tiba di depan pintu kamar hotel di mana dia menghina secara perlahan wiraditya masuk ke dalam sana, menutup pintu kamar dengan gerakan tanpa tenaga seolah dia merasa bumi yang dia pijar begitu lembut rasanya. Terlalu berlebihan memang, dia seorang laki-laki tapi sangat mudah kecewa dan terluka.


Wiraditya menghela nafasnya.

__ADS_1


"Tahu diri, Wiraditya." Laki-laki tersebut bergumam pelan.


Yah dia pikir dia memang seharusnya tahu diri, dia memang tidak pantas untuk gadis yang kehidupan nya jauh lebih baik di atas rata-rata. Dia mungkin memang tidak beruntung soal cinta, tapi dia bahagia karena banyak para gadis yang mau berteman dengan nya dan berkeluh kesah soal kehidupan mereka.


Wiraditya pada akhirnya memilih untuk melesat pergi ke kamar mandi, mungkin membersihkan diri adalah cara terbaik untuk melupakan dan melepaskan seluruh rasa yang ada.


******


Wiraditya terlihat baru saja selesai membersihkan dirinya, setelah berganti pakaian laki-laki tersebut memilih untuk bergerak naik ke atas kasur secara perlahan. Laki-laki tersebut menatap gelisah ke arah jam di dinding, sedikit banyak pertemuan Queen W dan laki-laki tersebut membuat nya khawatir, takut jika Nyx menemukan kedua orang tersebut dan berlaku yang buruk.


Dia tahu tempramental kakak iparnya tersebut jelas tidak baik, dia cukup takut jika Nyx memergoki kedua orang tersebut maka semua akan kacau, mungkin Queen W akan terluka. Karena itu wiraditya mengurungkan dirinya untuk naik ke atas kasur, memilih beranjak dari sana menuju ke arah pintu dan mencari Queen W sejenak.


"Ini hanya pernikahan, tidak lebih W." Batin Wiraditya didalam hatinya.


Ditengah perasaan nya yang jelas tidak baik-baik di mana dia baru akan beranjak menuju ke arah pintu tiba-tiba pintu kamar di mana mereka menginap terdengar terbuka, itu adalah Queen W, gadis itu baru saja kembali. Wiraditya menatap para istrinya untuk beberapa waktu, dia mencoba mengembangkan senyuman getir nya.

__ADS_1


Queen W terlihat terkejut saat menyadari Wiraditya berdiri di hadapan nya, seperti ingin pergi keluar.


"Kamu terlambat naik? aku sedikit khawatir karena aku pikir kamu kemana,tapi setelah ingat kamu pergi bersama dengan Egalita aku pikir semua pasti baik-baik saja." Wiraditya bicara dengan cepat sembari menatap ke arah istrinya untuk beberapa waktu di mana Queen W bergerak berjalan mendekati dirinya.


"Aku hanya sedikit khawatir." Ucap Wiraditya lagi.


Queen W terlihat diam, menatap laki-laki yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu dengan gelisah sembari ke dua belah telapak tangannya saling meremas antara satu dengan yang lainnya.


"Pergilah mandi, aku sudah menyiapkan air hangat di bath tub nya." Lanjut Wiraditya sambil mencoba mengembangkan senyuman terbaik nya. Setelah berkata begitu, dia memalingkan wajahnya, memilih untuk mengabaikan istrinya dan berencana untuk naik ke kasur kembali dan terlelap untuk mengatasi rasa lelah yang tidak berkesudahan baik tenaga maupun perasaannya yang dia rasa sedang tidak baik-baik saja saat ini.


Tapi Queen W terlihat gelisah saat Wiraditya berbalik.


"Aku tidak bersama Egalita." Tiba-tiba saja ketika Wiraditya berbalik, Queen W bicara dan berusaha menarik ujung pakaiannya secara perlahan.


Wiraditya terlihat terkejut, dia langsung menghentikan gerakan nya dan mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


"Aku bertemu Adn tadi, W." Lanjut gadis tersebut lagi kemudian dengan sedikit gelisah, masih berusaha menarik pelan ujung pakaian Wiraditya tanpa melepaskan nya.


Laki-laki tersebut sejenak mematung, dia cukup terkejut mendengar apa yang diucapkan istrinya.


__ADS_2