
Setelah bermain ice skating cukup lama, pada akhirnya mereka bergerak keluar dari gelanggang tersebut, memilih untuk mencari tempat bersantai yang cukur nyaman di mana mereka memutuskan untuk duduk-duduk bersama dan juga membeli beberapa makanan yang bisa mereka makan untuk mengganjal perut sementara.
Pilihan paling tepat yah seperti odeng, sosis, telur ikan dan lain sebagainya. Karena makanan seperti itu menjadi ciri khas jajanan simpel dan paling banyak digemari orang-orang.
"Baby kemarilah, apa yang kamu sukai?." Nyx selalu memangkas jarak di antara dirinya dan Egalita, laki-laki tersebut jelas sangat handal bicara manis dan mencengkram Egalita dengan caranya.
"Mister ber-," Egalita ingin protes berhentilah memanggil nya baby, tapi belum sempat dia melakukan nya Nyx sudah memasuki makanan ke mulut nya, membuat Egalita langsung menghentikan ucapannya, memilih diam dengan perasaan dongkol. Dia mengunyah makanan yang diberikan oleh laki-laki tersebut
"Enak?, aku yakin kamu menyukainya baby." Nyx bicara sambil melahap sisa tusukan makanan yang dia berikan pada Egalita tapi tanpa sedikitpun rasa jijik, padahal itu jatuhnya sisa gigitan dari gigi dan mulut Egalita.
Laki-laki tersebut menggendong putranya dibelakang nya, memberikan pada J makanan yang tidak mengandung cabai.
Egalita yang melihat Nyx sama sekali tidak jijik atas bekas yang dia makan langsung mengernyitkan dahinya. Dia pikir bagaimana bisa laki-laki tersebut sama sekali tidak jijik dengan sisa makanannya.
"Aku pikir ini juga sepertinya enak." Nyx kembali menyambar satu tusuk makanan lantas secara perlahan dia memberikannya pada Egalita.
"Come baby, buka mulut mu."
"Aku bisa melakukan nya sendiri.". Egalita terlihat memunyungkan bibirnya, dia mencoba menyambar makanan yang ada ditangan Nyx, tapi laki-laki tersebut malah berkata.
__ADS_1
"Baby jangan seperti itu, bisakah kamu lihat j melihat kita dengan perasaan bahagia?."
Dan mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika Egalita melirik ke arah J yang ada di gendongan belakang Nyx. Gadis tersebut menaikkan ujung alisnya, melihat J kecil yang terlihat cengar-cengir kuda dan menatap mereka dengan tatapan berkaca-kaca, bocah laki-laki tersebut berkata.
"Aku suka melihat daddy dan mommy akul, tellihat sepelti daddy dan mommy teman-teman J. Jika tidak akul, J jadi sedih." Seketika bocah laki-laki tersebut mengeluarkan ekspresi sedihnya.
Ckckckck anak itu benar-benar pandai membuat Egalita tidak berkutik. Ohhh J benar-benar jadi titik terlemah nya.
"Mommy buka mulutnya, bial daddy menyuapi mommy J telsayanag.". Lanjut J kecil dengan penuh semangat.
"Setelah itu belikan pada J juga, J mau yang sepelti mommy dan daddy."
Nyx jelas saja mengulum senyumannya, dia bangga putranya benar-benar pandai untuk membuat gadis di hadapannya tersebut tidak bisa menolak apapun yang dilakukan mereka.
"Baiklah." Dan mau tidak mau Egalita dengan rasa terpaksa yang tinggi membuka mulutnya, membiarkan laki-laki menyebalkan di hadapannya tersebut menyuapinya, dan kembali hal seperti tadi terjadi di mana Nyx mau makan sisa makanannya namun sebelum itu dia sempat memberikan nya lebih dulu kepada putra kecil nya.
Ayah dan anak benar-benar pandai menjerat seseorang, ckckckck mereka benar-benar ayah dan anak yang begitu pintar.
******
Queen W terlihat mengambil satu jenis makanan,. mencoba untuk memakan nya secara perlahan. Berbagai macam sate cemilan menjadi menu pilihan mereka dari odeng, bakso ikan, otak-otak ikan bahkan taekbokki. Semua terlihat mengeluarkan asap panasnya karena masih sangat segar.
__ADS_1
Wiraditya terlihat ikut meraih salah satu cemilan, mencoba untuk mencicipinya dan menyesuaikan dengan lidahnya apakah dia menyukainya atau tidak, maklum dia bukanlah laki-laki yang suka jajan di luar mengingat bagaimana kondisi ekonomi mereka dan dia tidak tahu makanan-makanan seperti itu hingga dia pikir apakah itu akan cocok di lidahnya atau tidak.
Begitu dia mencobanya dia pikir itu cukup sesuai dengan lidahnya dan membuat dia mengembangkan senyumannya sembari melirik ke arah sang istri yang ikut menikmati makanannya dengan tenang.
"Mereka enak." Bisik Wiraditya.
Laki-laki tersebut sejak tadi terus mencoba untuk memangkas jarak di antara mereka, seperti kata egalita dia harus sedikit jauh lebih agresif Dan dia harus memangkas jarak diantara dirinya dan Queen W. Jika terus bersikap biasa-biasa saja Egalita berkata mungkin itu akan cukup buruk dan membuat tidak ada kemajuan di dalam hubungan mereka. wiraditya sedang berusaha untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh sepupunya tersebut dan dia ingin hubungannya dan Queen W sedikit demi sedikit menjadi jauh lebih dekat.
Terlalu serakah memang tapi dia sama sekali tidak ingin meninggalkan gadis tersebut, di pernikahan mereka yang hanya sekedar pura-pura dan kontrak terganti dengan caranya, dia sama sekali tidak ingin terjadi perceraian di dalam pernikahan mereka karena Wira Aditya tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang duda atau menjadikan seorang gadis ketika telah menjadi istri sah nya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh wiraditya sejenak membuat Queen W langsung melirik ke arah suaminya tersebut, dia menatap laki-laki itu sejenak.
"Meskipun beberapa rasanya terasa begitu asing di lidah, aku cukup menyukai mereka." Ucap Wiraditya lagi kemudian.
Gadis tersebut terlihat hanya menganggukkan kepalanya tanpa memberikan jawaban pada Wiraditya, dia kemudian mencoba untuk membuang kembali pandangannya dan secara perlahan menghabiskan sisa makanan yang ada di tangan kanannya tersebut.
dia secara perlahan mengunyah makanannya, dan membiarkan Wiraditya sibuk dengan makanannya juga. Namun tanpa diduga tiba-tiba saja Wiraditya berkata.
"Hati-hati dengan makanan nya, mereka terlihat belepotan di bibirmu W." ucap laki-laki tersebut sambil mengembangkan senyuman.
"Ya?." Queen W bertanya sedikit terkejut di mana secara perlahan Wiraditya membiarkan jemari jemari tangan kanannya untuk menyentuh mulutnya.
__ADS_1
Hal tersebut refleksi membuat Queen W terkejut, saat jemari laki-laki tersebut menyentuh bibirnya secara perlahan dan membersihkannya begitu saja dengan gerakan yang sangat lembut dan hati-hati, membuat gadis tersebut seketika langsung membulatkan bola matanya dengan sempurna.
Entah bagaimana perasaan Queen W ini saat ini, yang jelas wiraditya tengah mencoba untuk berlaku pintar dalam mengambil kesempatan, mungkin refleks mungkin juga sengaja untuk dirinya memangkas jarak di antara mereka.