Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Subuh pertama dengan kekasih halalnya


__ADS_3

Pada akhirnya setelah mengobrak-abrik isi lemari dan mencari di mana pakaiannya dia berhasil menemukan baju miliknya kemudian laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah kasur. Sejenak Wiraditya berdiri mematung seolah-olah berpikir tentang sesuatu.


Dimana arah kiblatnya?!.


seketika laki-laki tersebut menjadi galau saat dia menyadari dia tidak tahu di mana arah kiblatnya saat dia ingin melaksanakan sholat subuh. hingga pada akhirnya laki-laki tersebut terlihat menatap ke arah pintu kamar mandi untuk beberapa waktu.


Dia pikir sepertinya dia memang harus menunggu istrinya untuk menunaikan sholat subuh dan kembali menanyakan pada Queen W, apakah gadis itu ingin pergi salat bersamanya nanti.


Hingga pada akhirnya Wiraditya telah rapi dengan pakaian nya, dia duduk di lantai sambil menunggu Queen W yang bisa jadi akan keluar tidak lama lagi dari kamar mandi.

__ADS_1


Realitanya dia mencoba untuk mencari di lemari pakaian mereka, nyatanya agak sulit bagi nya menemukan sebuah sajadah disana ditambah memang dia tidak paham juga dimana arah kiblatnya dirumah tersebut yang notabene nya dia memang belum pernah berada di tempat tersebut atau bahkan dia belum pernah masuk ke wilayah sana untuk mengetahui di mana arah kiblatnya pada akhirnya laki-laki itu hanya mampu menunggu.


Yah menunggu Queen W jelas pilihan paling tepat untuk dirinya daripada dia keluar dan bertanya dengan orang-orang di dalam rumah tersebut karena dia takut hal itu malah apa memberikan efek curiga pada penghuni rumah lainnya karena bertanya pada orang lain bukan bertanya pada istrinya.


hingga pada akhirnya bisa dilihat sang istri keluar dari kamar secara perlahan, seulas senyuman mengembang di balik wajah Wiraditya, menatap gadis yang kini berjalan mendekati dirinya seperti semalam, membiarkan rambut indahnya tergerai basah serta menggunakan pakaian yang jelas sangat sopan, dia suka gadis tersebut tidak berpenampilan berlebihan.


Begitu Queen W mendekat kearah nya, Wiraditya langsung membuka suaranya.


"Beritahukan pada ku, dimana arah kiblatnya W?," dia bertanya karena memang tidak tahu di mana arahnya.

__ADS_1


"Dan-," dia masih ingin bertanya di mana juga sajadahnya tapi buru-buru Queen W berkata.


"Tunggu sebentar." Ucap gadis itu pelan.


Begitu mahal suara yang dikeluarkan oleh gadis tersebut, jadi setiap kali bicara seolah-olah suara Queen W sangat berarti bagi Wiraditya. laki-laki tersebut menata sosok istrinya yang bergerak menuju ke arah sisi kiri ranjang, di mana terdapat sebuah lemari nakas disana, Queen W terlihat menundukkan tubuh secara perlahan, meraih sesuatu di sana kemudian gadis tersebut bergerak mendekati dirinya.


Dia baru tahu ditempat tersebut sajadah nya tersimpan.


Queen W bergerak mendekati dirinya sembarimembentang sajadah tersebut di hadapan Wiraditya, bisa Wira lihat jika gadis tersebut juga membawa sebuah mukena dan sajadah lainnya, bola matanya menatap ke arah kedua barang itu untuk beberapa waktu dimana secara perlahan sang istri nya ikut membentangkan sajadah satunya lagi tepat di belakangnya setelah itu gadis tersebut secara perlahan menggunakan mukenanya tanpa banyak bicara.

__ADS_1


Tidak tahu bagaimana perasaan Wiraditya saat ini, yang jelas dia merasakan sebuah sensasi yang begitu hangat dan juga indah di mana untuk pertama kali meja sadar gadis itu menunggu dirinya untuk menjadi imam di dalam subuh pertama mereka.


Wiraditya seketika menyentuh lembut dadanya sendiri, membalikkan tubuhnya secara perlahan sambil menampilkan bola mata yang terlihat berkaca-kaca. Ini adalah subuh pertama dengan dia kekasih halalnya.


__ADS_2