
Mansion utama Queen W dan Wiraditya,
Indonesia.
Mereka belum lama tiba di Indonesia, perjalanan panjang yang terjadi cukup membuat Queen W kelelahan, setelah memilih membersihkan dirinya gadis tersebut menenggelamkan dirinya ke dalam alam mimpinya tanpa mempedulikan siapapun termasuk Wiraditya, rasa lelah yang menyergapnya sungguh luar biasa.
Dia baru memikirkan segala hal saat dia bangun besok, dari oleh-oleh dan lain sebagainya mungkin dia akan membongkarnya dan juga membaginya di keesokan hari, hari ini sudah sangat tidak memungkinkan lagi untuknya membuka bola matanya saking lelahnya dia saat ini.
"W," Wiraditya terlihat keluar dari kamar mandi, dia bicara sambil mendekati istrinya di mana laki-laki tersebut terlihat bingung dengan keadaan kamar mereka.
"Hmmm?," Queen W hanya berhmm ria, sama sekali tidak ingin membuka bola matanya karena dia benar-benar mulai mengantuk.
"Dimana karpet dan kursi sofa di kamar kita?," Laki-laki tersebut bertanya dengan perasaan bingung.
__ADS_1
"Apa?," Gadis tersebut langsung mengernyit kan dahi nya, dia langsung membuka bola matanya secara perlahan.
Queen W yang mengantuk dan kehilangan fokus sejak sampai di rumah tadi sama sekali tidak menyadarinya, dia bahkan untung tidak tidur dalam keadaan berjalan. begitu mendengar ucapan Wiraditya, gadis cantik tersebut langsung membuka bola matanya dengan cepat, dia menatap ke sekelilingnya dan memperhatikan karpet di kamarnya juga sofa di ujung kamar.
"Dimana?," Queen W jelas terkejut begitu dia menyadari dia benar-benar tidak melihat karpet dan juga sofa di kamarnya saat ini.
"Aku akan tanyakan pada bibi," Gadis tersebut hendak beranjak tapi Wiraditya langsung berkata.
"Aku akan keluar bertanya, kamu sudah cukup mengantuk, istirahatlah." Laki-laki itu bergerak mendekati walk in closet, mencoba mencari pakaian ganti nya dan berniat keluar untuk mencari bibi pelayan rumah.
Tidak heran jika Arlina sang Zulaikha abad modern tergila-gila pada Wiraditya dan nekat melakukan hal gila dulu pada laki-laki tersebut, belum lagi Amarilis yang sangat berisik melihat Wiraditya dan terus memuji laki-laki tersebut tiap kali mereka bersama, ditambah lagi para pegawai perusahaan berjenis kelamin perempuan mulai meresahkan bagi Queen W, dulu sebelum menjadi istri wiraditya dia mengabaikan obrolan para pegawai yang terus membicarakan Wiraditya, setelah menikah di awal-awal di masih biasa-biasa saja tapi lama-lama dia jadi terganggu juga.
Gadis tersebut pada akhirnya langsung membuang pandangannya, dia mencoba untuk membaringkan tubuhnya kembali ke atas kasurnya.
__ADS_1
Wiraditya yang selesai menggunakan kaos oblong dan celana pendeknya langsung bergegas keluar dari kamar tersebut dan bergerak mencari bibit pelayan beserta anaknya. Laki-laki itu mencoba untuk mengitari dapur dan ruang tamu mencari wanita tersebut namun sayangnya dia tidak menemukannya, sejenak Wiraditya menatap kearah jam di dinding ruang tamu, baru menyadari jika hari sudah hampir tengah malam, jelas saja dia tidak bisa menemukan wanita paruh baya tersebut.
"Bibi pasti sudah tidur." Batin nya.
Wiraditya pikir mungkin sebaiknya dia tidur di ruang tamu saja malam ini, sebab tidak ada alasan nya untuk tidur di kasur yang sama dengan istrinya. Laki-laki itu baru akan menaiki anak tangga hingga tiba-tiba dia terkejut saat Queen W sudah berdiri tepat di hadapan nya saat dia berbalik.
"Astaghfirullahul'adzim." Saking terkejutnya dia langsung istighfar, memundurkan langkahnya dan.
"Hahhh?," Wiraditya terkejut setengah mati, dia lupa sudah naik 1 anak tangga, mencoba mencari pegangan dan berpikir akan jatuh.
Queen W ikut terkejut melihat Wiraditya hampir jatuh, meraih tubuh suaminya dengan cepat tapi dia malah mencoba menarik lengan nya. Sepertinya kekuatan nya tidak lebih besar dari Wiraditya, aksi nya sia-sia. Alih-alih bisa menarik Wiraditya agar tidak jatuh, dia malah terpeleset dan.
Brakkkkkkkkkk.
__ADS_1
Wiraditya terjatuh kebelakang, untungnya kepalanya tidak terhempas kelantai. Queen W ikut terjatuh, menindih tubuh Wiraditya dan hal terduga lainnya terjadi begitu saja secara refleks dimana bibir gadis tersebut tanpa sengaja mencium bibir Wiraditya.
Adegannya terlalu cepat, refleks, spontan dan sangat cepat sekali, dimana kini kedua orang tersebut saling menindih antara satu dengan yang lainnya dan bibir saling menyatu antara satu dengan yang lainnya.