
Di sisi berbeda Nyx menyeret langkah Egalita, J hanya tertawa bahagia melihat tingkah daddy nya yang terlihat lebih kekanakan dibandingkan dirinya saat menghadapi mommy Egalita.
Laki-laki tua tersebut terlalu pencemburu dan manja, dia bahkan tidak mengizinkan Egalita mendekati Wiraditya dan Queen W.
"Kamu mengganggu pasangan pengantin baru." Laki-laki tersebut pura-pura baru bisa menggunakan sepatu ice skating nya, memeluk Egalita dan berbisik di balik telinga.
"Mister bisa tidak jangan memelukku, kamu membuat ku meremang." Egalita protes, dia mencoba mendorong Nyx agar tidak memeluk nya.
"Baby aku hampir jatuh, Ohhh jangan melepaskan pelukan kita." laki-laki tersebut bicara, mengeratkan pelukannya dan membiarkan diri tenggelam kedalam pundak Egalita.
Bayangkan bagaimana ekspresi Egalita, dia mendengus kesal sambil mengumpat didalam hati nya, memejamkan bola matanya sejenak sambil menghela kasar nafasnya.
"Bagaimana bisa J lebih ahli dari mu?, dia bahkan bisa bermain sendiri tanpa bantuan orang yang lebih dewasa." Gadis tersebut bicara dengan cepat sembari mengejek dia terlihat kesal melihat Nyx tiba-tiba berubah menjadi anak kecil di hadapannya.
"Tentu saja dia ahlinya, apa kamu tidak tahu gurunya sangat banyak sekali untuk mengejarnya ice skating dan dia punya waktu luang yang begitu banyak hingga para tante nya, paman nya, untie nya, Uncle nya dan entahlah siapapun itu pergi mengajari nya. Ah iya juga para perempuan yang tergila-gila pada ku datang dan mengajak nya untuk pergi ke arena Ice skating setiap kali mereka punya waktu." Laki-laki tersebut menjelaskan, bahkan menekankan kata para perempuan yang tergila-gila pada nya juga ikut sibuk membawa J untuk bersenang-senang.
__ADS_1
Mendengar ucapan Nyx soal bibi dan om sih biasa-biasa saja, tapi mendengar kata perempuan yang tergila-gila padanya membuat Egalita mengeluarkan ekspresi mual nya.
"Tergila-gila padanya?, aku pikir para perempuan itu sudah gila karena tergila-gila pada laki-laki mengerikan sekelas kuda nil, belum lagi dia terkadang memiliki temperamental yang tidak jelas, sangat menjijikkan." Egalita terlihat mengomel didalam hatinya, bicara sedikit mengejek.
"Karena itu dia jauh sangat ahli, sedangkan aku tidak sempat bersenang-senang baby, aku terlalu sibuk dengan dunia ku." Lanjut Nyx lagi.
"Baiklah menjauh lah dari ku Nyx, aku akan mengajarimu." Dia mencoba untuk menyingkirkan laki-laki tersebut dari dirinya, tapi nyatanya Ali Ali bisa melepaskan diri laki-laki tersebut semakin menggila dalam permainannya.
"J kemarilah mendekat dan lihat bagaimana mommy mengajarkan daddy." Nyx bicara pada putranya.
"Baby kita memang cocok jadi sepasang suami istri dan anak di antara kita."
"Ohhhh God." Egalita terlalu stress dibuat oleh Nyx.
Pada akhirnya mereka melewati waktu bermain bersama, dia mati-matian mengajarkan Nyx yang entah sungguh-sungguh atau pura-pura dengan ketidak bisa'an nya menggunakan sepatu ice skating.
__ADS_1
Nyx dan J terlalu bersemangat, sedangkan Egalita terlalu tersiksa berada di lingkaran Nyx, berkali-kali laki-laki tersebut seolah-olah sengaja mengerjainya, berkata tidak bisa dan memeluknya serta mengambil kesempatan emas lainnya misalnya menjatuhkan diri nya ke lantai dan memeluknya erat di lantai es dingin tersebut.
Membuat nya berkali-kali terkejut saat Nyx menenggelamkan dirinya dan masuk kedalam pelukan nya tanpa rasa bersalah dan malu, bahkan berkali-kali laki-laki tersebut menarik tangannya, pinggang nya, tenggelam ke pelukan nya dan entahlah kepala Egalita menjadi sakit dibuat nya bahkan dia mulai merasa tidak baik-baik saja dengan perlakuan Nyx yang terlalu aneh menurut nya.
"Nyx berhenti memelukku." Egalita benar-benar merasa sesak, dia pikir bagaimana dia menjadi inang pengasuh ayah dan anak.
J sih jelas dia suka, tapi bayi tua?.
"Baby aku ini tidak pandai bermain, kamu guru yang naik dan handal, harus membuat ku pintar melakukan nya hari ini." Laki-laki tersebut begitu bermulut manis, membuat Egalita berkali-kali kehilangan kata-kata.
"Baby aku lelah." Mereka terjatuh dan tertidur di atas arena Ice skating, dimana Nyx membiarkan diri nya tidur di atas Egalita, menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan Egalita, mengabaikan orang-orang yang mulai sepi tapi menatap iri kearah mereka.
"Akhhhhhh ini benar-benar menyiksa." Dan Egalita rasanya ingin sekali menggigit kuda Nil tersebut yang menindih tubuh nya.
__ADS_1