Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Pergi kemana


__ADS_3

Setelah melewati makan pagi, Wiraditya terlihat bergegas untuk pergi dari kediaman keluarga Eden Burja All Jaber.


"Mau pergi kemana?," nyonya Ramira bertanya.


"Ini tidak lama, aku harus keluar sebentar karena ada urusan." Wiraditya menjawab dengan cepat, dia bergerak mendekati Queen W yang menatap nya sambil mengernyitkan keningnya.


Wiraditya mencium kening istrinya, membuat Queen W sejenak memejamkan bola matanya, laki-laki tersebut selalu mencium kening nya tanpa aba-aba, membuat gadis tersebut terkejut, secara refleks memejamkan bola matanya dan merasakan desiran aneh di hatinya.


"Aku janji tidak akan pergi lama." laki-laki itu berjanji pada istrinya kemudian dia langsung pergi dari hadapan gadis tersebut dan nyonya tua Ramira.


Queen W ingin sekali bertanya kemana laki-laki ingin pergi saat ini, bukankah sebagai seorang istri dia berhak tahu ke mana suaminya akan pergi, rasanya cukup gelisah melihat laki-laki itu pergi dengan terburu-buru bahkan tidak memberitahukan kepadanya ke mana dia akan melangkah. Mungkin terlalu lebay untuk dirinya atau lebih tepatnya terlalu berlebihan, sejak pernah dikhianati sangat sulit sekali baginya untuk mempercayai laki-laki, apalagi dia baru berusaha untuk membuka hati pada Wiraditya, masih takut jika laki-laki itu sama saja seperti laki-laki di masa lalunya.

__ADS_1


Nyatanya belum sempat dia bertanya pada Wiraditya, suaminya sudah bergerak menjauh dari hadapannya menuju ke arah garasi mobil, lantas membawa mobil milik mereka melaju entah ke mana hingga menyisakan bayangan dan deru suara mobil yang samar-samar terdengar kemudian menghilang ditelan angin.


"Jangan khawatir soal apapun, mungkin ada sedikit pekerjaan yang harus dikerjakan," pada akhirnya nyonya Ramira berkata cepat pada Queen W, wanita itu bergerak menjauhi Queen W dan memilih untuk bergerak menuju ke arah taman belakang di mana dia begitu menyukai bunga-bunga, memilih untuk menyiram berbagai macam koleksian bunga yang ada di taman belakang miliknya.


Queen W sama sekali tidak menjawab ucapan dari grandma nya, gadis tersebut memilih diam untuk beberapa waktu kemudian pada akhirnya secara perlahan membalikkan tubuhnya dan bergerak menuju ke arah taman belakang di mana nyonya Ramira lebih dulu melesat pergi ke sana.


"Mommy, kemalilah." suara Eros J memecah pemikiran Queen W, membuat gadis tersebut menoleh ke arah bocah laki-laki itu untuk beberapa waktu kemudian dia mengembangkan senyumannya.


Bagaimana jika?.


Ah sudahlah.

__ADS_1


Queen W berusaha menepis pemikiran-pemikiran aneh di atas kepala, dia secepat kilat mendekati Eros dan grandma Ramira.


"Kemana suami mu?," uncle Ammar bertanya cepat padanya begitu dia tiba di taman belakang.


"Katanya ada sedikit urusan di luar." Queen W menjawab pelan.


Mendengar apa yang diucapkan oleh gadis tersebut membuat Ammar hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, dia memilih duduk di atas kursi sofa di taman belakang, menatap istrinya yang mulai fokus dengan bunga-bunga bersama ibu mertuanya di taman belakang.


Queen W berulang kali menarik nafasnya dengan gelisah, dia pikir apakah Wiraditya akan pergi lama? berapa lama?.


Fuhhhhhhhh.

__ADS_1


__ADS_2