Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Sedikit kata sayang


__ADS_3

Queen W seketika langsung berusaha untuk memalingkan wajahnya, dia gelagapan, salah bicara. Wiraditya mencoba untuk bertanya dan memastikan pendengarannya soal apa yang diucapkan oleh Queen W tapi tiba-tiba saja J kecil bergerak mendekati mereka berdua dan dia mencoba untuk bicara dengan untie nya tesebut.


"Untie, untie bisakah membantu ku mengambil kan makanan yang itu?," Saat bocah laki-laki tersebut bicara seperti itu seketika Queen W merasa cukup terselamatkan dia dengan cepat langsung menoleh sembari bertanya.


"Tentu saja." Ucap Queen W cepat, dia melirik kearah apa yang diminta oleh keponakannya tersebut, di bagian meja yang tertata makanan khusus untuk para tamu hotel, ada barisan buah dan puding serta makanan ringan lainnya.


Namun Wiraditya dengan cepat berkata.


"Sayang dimana daddy dan untie Egalita?,"


"Mereka berdebat sejak tadi, coba lihat saja." J kecil terlihat Protes, menatap kearah daddy Nyx dan Egalita yang sejak tadi terlihat tidak akur.


Wiraditya dan Queen W terlihat sibuk melirik kearah kedua orang tersebut, bisa dilihat kedua orang itu kelihatan melakukan perdebatan yang tidak mereka mengerti dan pahami. Wiraditya pikir seperti biasa, Nyx pasti terlihat sangat posesif sedangkan egalita pasti selalu menolak dan mencoba untuk membuat jarak di antara mereka.

__ADS_1


Laki-laki tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya kembali dia mengulum senyumannya.


"Baiklah biarkan saja mereka berdebat kamu bisa bersamaan Uncle dan untie saat ini, katakan mau ambil makanan yang mana?," Wiraditya buru-buru bicara dengan bos laki-laki tersebut kemudian ia ingin tahu apa yang diinginkan oleh J kecil.


J menunjuk ke arah puding yang ada di atas meja.


"Tentu saja, sayang biar aku yang ambilkan." Dan bisa-bisanya laki-laki tersebut berkata seperti itu.


Bayangkan ketika dia berkata seperti itu, Queen W jelas saja terkejut dia menatap ke arah wiraditya dengan wajah yang sedikit memerah, kata sayang cukup membuat dia malu dan sedikit berdebar-debar.


Sedangkan Queen W yang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja atas panggilan yang disematkan oleh suaminya seketika mencoba untuk menarik nafasnya untuk beberapa waktu, dia berdebar-debar atas panggilan sayang dari laki-laki tersebut.


Queen W mencoba untuk kembali menyuap makanannya dan berusaha untuk menetralisir detak jantungnya yang tidak baik-baik itu.

__ADS_1


"W bisa pergi bersama J sebentar? aku dan Egalita harus menyelesaikan sesuatu." Dan tiba-tiba saja suara kakak nya mengejutkan gadis itu.


"Ya?" Queen W seketika menoleh, terkejut saat kakaknya sudah ada di sampingnya kemudian berkata seperti itu.


"Nyx berhenti menggenggam erat pinggang ku," Egalita terlihat protes saat Nyx menarik nya pergi menjauh dari sana.


"Eh," Queen W padahal belum jawab sama sekali ucapan dari kakaknya tersebut, nyatanya kedua orang itu meninggalkan nya begitu saja.


"Tunggu dulu, kak." Queen W terlihat agak gelagapan, berusaha berdiri dari posisi nya hendak mengejar langkah kedua orang tersebut.


"Ada apa?," dan kali ini suara Wiraditya mengejutkan kembali dirinya, membuat Queen W menoleh, laki-laki itu sudah ada di sisi kanan nya, bertanya dan menatap dalam wajah nya.


"Sesuatu yang buruk terjadi W?," lagi Wiraditya bertanya, kali ini laki-laki tersebut bicara sambil merapatkan tubuhnya kearah Queen W, mensejajarkan diri di antara dia dan Queen W dimana Wiraditya menggendong J kecil di pelukan nya.

__ADS_1


Mereka terlihat seperti seperti keluarga kecil yang begitu sempurna, istri, suami dan anak di antara mereka.


__ADS_2