Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Tidak ada sofa dan karpet


__ADS_3

Hotel xxxxxxx


Korea, Seoul.


Wiraditya mengembangkan senyumannya ke arah Egalita yang mengambil J junior dengan penuh rasa sayang didalam tidur lelapnya dari tangan kakak iparnya. Mereka tidur di kamar yang berhadapan antara satu dengan yang lainnya, dimana mau tidak mau Egalita patuh pada ucapan Nyx untuk tidur di 1 kamar bersama dua laki-laki dengan usia yang berbeda.


Sungguh rumit dia melihat dua orang yang ada dihadapan mereka tersebut, entahlah Wiraditya enggan terlalu memikirkan nya yang jelas setelah pemaksaan panjang lebar dari Nyx dalam drama panjang membujuk Egalita agar ikut mereka ke Korea pada akhirnya gadis tersebut mau tidak mau ikut juga.


Nyx J sangat pandai, apalagi kakak iparnya, menjerat gadis polos sekelas Egalita untuk bisa ikut dalam perjalanan panjang bisnis mereka.


"Hati-hati." Nyx bicara pelan pada Egalita, membantu menyeret koper gadis tersebut masuk kedalam kamarnya, Nyx bicara pada salah satu pegawai hotel yang membawa koper mereka tadi, memberikan uang tip secara perlahan.


"Terimakasih banyak, W." Egalita mengembang kan senyuman nya, setelah meletakkan J di atas kasur, bergerak mengantar Wiraditya keluar dari kamar hotel nya.


"Aku tidak percaya kamu yang menikah dengan putri penerus Hillatop, Ja." ingatan nya saat gadis tersebut bicara pada dirinya ketika mereka masih di Indonesia kemarin.


Mereka duduk di atas kursi memanjang di taman belakang mansion mewah Nyx Zaighum, Ja adalah panggilan kesayangan Egalita untuk nya di masa lalu, Widjaja adalah nama belakang ayah kandungnya.


"Aku tidak menemukan mu dalam waktu yang cukup lama, terlalu lama hingga membuat kita saling melupa." Ucap Wiraditya pelan.


Mereka duduk menatap J kecil yang bermain di taman dengan kebahagiaan, terlalu bahagia karena pada akhirnya sang guru kesayangan bersedia pergi ke korea bersama mereka.


"Apa kamu baik-baik saja?."


"Apa kamu baik-baik saja?."


Mereka berdua pada akhirnya melesatkan tanya yang sama, sejenak saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, kemudian tertawa terbahak-bahak bersama karena merasa cukup lucu menanyakan hal yang sama.

__ADS_1


Kembali keheningan terjadi.


"Aku tidak baik-baik saja."


"Aku tidak baik-baik saja."


Lagi mereka bicara secara bersamaan, kembali saling menatap antara satu dengan yang lainnya, berikut nya bola mata Egalita terlihat berkaca-kaca.


"Aku tidak baik-baik saja, Ja." Dan didetik berikutnya tangis gadis tersebut pecah, dia terisak dalam diam, menundukkan kepalanya secara perlahan.


Wiraditya terdiam, meraih bahu gadis tersebut secara perlahan dan kemudian membiarkan Egalita menangis di dalam dadanya.


"Aku tidak tahu jika kamu juga hidup seperti ini." Bisik Wiraditya sambil menepuk-nepuk punggung Egalita secara perlahan.


"He em." Pada akhirnya laki-laki tersebut menjawab ucapan Egalita, dia memilih keluar dari kamar hotel yang ditempati gadis tersebut, J dan Nyx. Dia melesat masuk ke arah kamar milik nya dan Queen W.


*******


Masih di kamar hotel xxxxxxx


Korea, Seoul.


Sejenak bola mata Wiraditya menatap kearah hotel yang mereka tempati saat ini, mewah jelas saja itu yang dirasakan nya pertama kali masuk ke kamar hotel tersebut, tapi semewah apapun tempat tersebut jika tanpa kursi sofa dan karpet hangat jelas tidak akan menjadi mewah untuk Wiraditya.


Pertanyaan nya dimana dia harus tidur?!.


Dia memilih diam dan tidak mampu mengeluarkan suaranya, memilih menghela nafasnya pelan untuk beberapa waktu. Perjalanan tanpa rencana memang sangat menyulitkan mereka rupanya.

__ADS_1


Queen W terlihat diam mematung untuk beberapa waktu, menelisik kamar mereka tanpa bicara sepatah kata pun. Dia tahu apa yang dipikirkan oleh gadis tersebut, tidur malam ini akan jadi masalah besar untuk mereka.


"Aku akan memesan kamar hotel lain secara diam-diam." Pada akhirnya Wiraditya membuka suaranya, melirik kearah Queen W Seolah-olah tahu keraguan gadis tersebut.


Queen W sama sekali tidak menjawab ucapan Wiraditya, dia hanya melirik karena laki-laki tersebut untuk beberapa waktu kemudian dia menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Kita pergi dengan kak Nyx, bukan dengan Nick." Ucap Queen W pelan.


Gadis tersebut tahu, kakak laki-laki nya tersebut jelas memiliki 1000 mata yang tidak bisa ditipu.


"Kita bisa berbagi kasur malam ini dengan pembatas guling di tengah-tengah nya." Lanjut Queen W lagi pelan.


Wiraditya terlihat diam, dia melirik kembali ke arah kasur yang akan mereka tempati.



"Aku tidak menemukan bantal guling disana." Jawab Wiraditya pelan, mencoba untuk mengingatkan istrinya.


Dan sejenak Queen W menatap ke arah kasur mereka, tiba-tiba suara jangkrik menghiasi kepalanya.


Krikkkk.


Krikkkk.


Krikkkk.


Yah tidak ada bantal guling disana, dia baru menyadari nya.

__ADS_1


__ADS_2