Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Dia cemburu


__ADS_3

Masih di mansion utama nyonya Ramira dan tuan Eden,


kamar kedua,


lewat tengah malam.


Queen W terlihat bingung mencoba menatap kamar yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu, seperti yang dia ketahui kamar dengan kasur yang tidak terlalu besar, tanpa sofa dan karpet, pemandangan yang langsung menghadap ke arah laut dan lampu temaram didalam nya menambah suasana terlalu romantis di dalam kamar tersebut seperti kata grandmanya sangat cocok untuk kamar pengantin baru yang ingin berbulan madu.


dengan perasaan gugup dan juga bingung gadis tersebut berusaha untuk melangkah menuju ke arah kasur yang ada di ujung sana sembari dia menyentuh lehernya untuk beberapa waktu. begitu mendekati kasur dimana Queen W mencoba menduduki tubuhnya di sana.


Sejenak Queen W diam kemudian dia menatap penampilannya saat ini, dia pikir bagaimana bisa dia tidur menggunakan gaun selutut miliknya. Meskipun cukup sopan tetap terasa tidak nyaman.


"W, apakah tidak masalah jika kita kembali tidur di atas ranjang yang sama?," suara wiraditya memecah keadaan membuat Queen W terkejut dan langsung menoleh karena laki-laki tersebut.


Dia diam sejenak untuk beberapa waktu menatap wajah sang suami yang bergerak mendekati dirinya, hingga pada akhirnya dia menganggukkan kepalanya secara perlahan.


"He em," jawab gadis itu dengan cepat kemudian dia mencoba untuk menghindari tatapan wiraditya di mana laki-laki itu sudah berada tepat di hadapannya.


"aku pikir kamu butuh baju ganti, kamu bisa menggunakan kemejaku malam ini," wiraditya langsung buru-buru melepaskan kameja nya, memilih untuk menggunakan kaos dalamnya saja.


Laki-laki itu tahu pasti merasa tidak nyaman menggunakan pakaian seperti itu untuk tidur saat ini. Wiraditya memberikan kemeja mendominasi berwarna putih miliknya kepada sang istrinya di mana Queen W terlihat menatap dirinya untuk beberapa waktu kemudian secara perlahan tangannya menerima kemeja tersebut.

__ADS_1


"kamu pasti kedinginan," gadis itu bicara perlahan ke arah wiraditya.


mendengar ucapan sang istrinya membuat Wira Aditya mengembangkan senyumannya kemudian ia berkata,


"bukankah ada selimut kita bisa sedikit berbagi antara satu dengan yang lainnya," jawab lagi-lagi itu dengan cepat sembari melirik ke arah selimun mendominasi berwarna putih yang ada di atas kasur.


Queen W terlihat tidak menjawab dia diam untuk beberapa waktu, menundukkan kepalanya secara perlahan sembari menatap ke arah ke meja milik suaminya yang ada di tangannya tersebut di mana wiraditya perlahan naik ke atas kasur di sisi kanan istrinya tersebut.


Queen W sama sekali belum beranjak dari posisinya dia mengalihkan pandangannya menuju ke arah wiraditya beberapa waktu menetap karena laki-laki tersebut yang saat ini bersiap memberikan tubuhnya secara perlahan.


"Itu-," Queen W tiba-tiba kembali membuka suaranya.


hal itu membuat wiraditya langsung menoleh dengan cepat ke arah istrinya tersebut.


mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya seketika membuat Wiraditya langsung menatap ke arah gadis yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


"Sebenarnya aku ingin bicara jujur tapi Egalita karena dia cukup takut dengan kakak ipar, meminta agar kami sedikit menyembunyikan tentang status kami," laki-laki itu bicara tentang perasaan risih Egalita terhadap Nyx.


mendengar apa yang dijelaskan oleh suaminya membuat gadis tersebut diam sejenak.


"Kenapa?," dan Wiraditya berusaha untuk bertanya.

__ADS_1


"Seharusnya kamu bicara dengan jujur, kak Nyx tidak seburuk kelihatan nya," gadis tersebut pada akhirnya bicara, dia kembali menatap ke arah suaminya untuk beberapa waktu.


"Dan aku pikir seperti nya kak Nyx memang benar-benar jatuh cinta pada Egalita tanpa disadari oleh nya." mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


"Jangan lagi menyembunyikan sesuatu seperti itu, sebab itu bisa menyebabkan kesalahpahaman pada semua orang," raut wajah gadis tersebut sedikit berubah.


"Kak Nyx begitu cemburu saat melihat kedekatan kalian berdua." Setelah berkata begitu, Queen W berusaha untuk membuang pandangannya, dia masih menggenggam pakaian wiraditya di mana gadis tersebut mencoba untuk beranjak dari posisinya.


Mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya membuat Wiraditya terdiam untuk beberapa waktu, sehingga tiba-tiba entah kenapa dia mengulum senyumannya lantas bergerak dengan cepat mendekati istrinya dan mencoba menahan pergelangan tangan Queen W yang baru berdiri dari posisi nya dan berniat beranjak dari hadapannya dengan cepat.


Queen W terkejut saat pergelangan tangan nya di tangkap oleh Wiraditya.


"Lalu kamu bagaimana?," dengan jutaan keberanian dan membuang rasa malunya, Wiraditya langsung bertanya.


Queen W seketika terkejut mendengar pertanyaan Wiraditya.


"Apa kamu juga cemburu?." Tanya laki-laki tersebut dengan serius, menatap istrinya dan menelisik bola mata gadis yang ada dihadapan nya tersebut.


Dan percayalah saat dia mendengar apa yang dipertanyakan oleh wiraditya seketika wajah gadis itu memerah, dengan sedikit gelagapan Queen W langsung terlihat panik, mencengkeram kameja Wiraditya ditangan nya tadi dan berusaha untuk berkata.


"Aku...mana mungkin...itu tidak ada..," Queen W terlihat gugup, terlalu kentara, ucapan nya sedikit kacau balau, langsung melepaskan tangan Wiraditya dari tangan nya dan dengan cepat mencoba untuk bergerak menjauhi laki-laki tersebut dengan sedikit salah tingkah.

__ADS_1


"Sayang wajah mu memerah." dan bisa-bisanya Wiraditya menggoda Queen W dengan panggilan sayang, dia mengulum senyumannya dan berusaha untuk menahan tawa bahagia nya yang mungkin akan meledak.


"Sayang... kau...-," Queen W bicara tertahan, bergerak cepat menuju kearah kamar mandi dan masuk ke sana dalam keadaan yang sulit untuk dijelaskan.


__ADS_2