
Gadis tersebut buru-buru menutup pintu kamar mandi dengan cepat dan dia berusaha untuk menetralisir perasaannya beberapa waktu, hingga pada akhirnya secara perlahan gadis itu mencoba untuk bergerak menuju ke arah depan kaca wastafel kamar mandi, menatap dirinya sejenak di depan cermin.
Queen W menaikkan telapak tangan nya, mencoba untuk menepuk-nepuk wajah nya untuk beberapa waktu. Kemudian dia memejamkan sejenak bola matanya untuk beberapa waktu sembari tangannya tersebut yang tadinya mendapat babak wajahnya kini mencoba untuk turun menuju ke arah dadanya.
Entah apa yang dipikirkan oleh gadis tersebut saat ini yang jelas pemikirannya terlihat begitu rumit dan sulit. Hingga pada akhirnya secara perlahan gadis tersebut melepaskan gaunnya dan mencoba untuk menggunakan kameja yang diberikan Wiraditya kepadanya tadi.
Cukup lama dia mencoba mengganti pakaiannya hingga pada akhirnya gadis tersebut selesai melakukannya kembali dia menatap dirinya ke arah cermin untuk beberapa waktu. Bagian atas memang jauh lebih sopan daripada yang tadi tapi tetap saja pada akhirnya bagian bawah dia hanya menggunakan celana pendek yang cukup seksi, terlihat seolah-olah tidak menggunakan apapun disana.
Queen W hanya bisa menghela pelan nafasnya, seandainya saja dia tahu bakal tidur di sana mungkin dia akan menyiapkan pakaian ganti agar tidak menyulitkan seperti ini.
Pada akhirnya gadis tersebut gereja dari posisinya secara perlahan kemudian dia mencoba membuka pintu kamar mandi lantas mengintip sejenak ke arah luar, agak gelisah dengan penampilannya saat ini mencoba untuk melihat apakah Wiraditya telah terlelap dari tidurnya. Nyatanya saat dia mengintip dia tidak melihat laki-laki tersebut di dalam kamar mereka bahkan tidak ada di kasur ataupun di beberapa sudut kamar, bola matanya jelas lebih gampang menangkap sosok Wiraditya jika berada di kamar tersebut mengingat kamar itu jelas tidak berukuran terlalu besar dan ruang geraknya juga tidak terlalu bebas jadi kemanapun keberadaan orang-orang di sana akan terlihat dengan baik dari arah kamar mandi.
__ADS_1
Queen W terlihat mengerutkan keningnya, secara perlahan dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, menelisik kembali ke kamar tersebut dan mencari suaminya tapi dia tetap tidak menemukan sosok laki-laki itu saat ini. Gadis tersebut pikir apa mungkin Wiraditya memilih untuk tidur diluar? tiba-tiba dia merasa cukup gelisah.
"Mencari ku?," dan tiba-tiba saja satu suara mengecilkan dirinya membuat gadis itu nyaris melompat ke depan saking terkejutnya ketika tiba-tiba saja Wiraditya muncul dari arah belakangnya dan bicara tepat dibalik telinga kanannya.
"Akhhhhhh." Membuat gadis tersebut sempat melonjak kaget kemudian berbalik dengan cepat menghadap ke arah wiraditya kemudian membulatkan bola matanya dengan sempurna.
Wajah gadis tersebut terlihat begitu cantik dengan ekspresi terkejut dan sedikit marahnya membuat wiraditya enggan untuk melepaskan pandangannya ini untuk pertama kalinya dia menikmati ekspresi istrinya seperti itu.
"Aku melihat ini tadi, jadi mencoba sedikit mengendap-endap untuk mendapatkannya," laki-laki itu mengangkat sebuah bantal guling ke arah istrinya membuat Queen W langsung menoleh ke atas ranjang dan menyadari hanya terdapat satu buah bantal kepala saja di sana.
"Akan sangat sulit sekali untuk kita berbagi satu bantal bersama, aku pikir istri ku mungkin belum ingin tidur di dalam pelukanku atau bahkan di atas lengan ku." lanjut Wiraditya lagi sambil menggoda Queen W dengan nakal.
__ADS_1
Hal tersebut membuat wajah Queen W seketika langsung memerah.
"Ahhh aku seperti nya salah, apa aku harus mengembalikan nya? seharusnya kita berbagi bantal agar terlihat jauh lebih romantis seperti pasangan pengantin baru lainnya." Kembali laki-laki tersebut terus menggoda istrinya Hal itu membuat wajah semakin memerah semerah tomat masak.
Alih-alih menjawab demi untuk menghilangkan rasa malu atas godaan Wiraditya, Queen W terlihat memunyungkan bibirnya, dia menarik bantal di tangan Wiraditya dan langsung bergerak naik ke atas kasur dengan cepat.
Wiraditya seperti biasa menahan senyuman nya, dia menarik nafasnya lega, laki-laki tersebut pikir sepertinya hubungan ini jadi semakin manis semanis gula batu. Persis seperti kata Egalita.
"Sedikit agresif bukan masalah, asal jangan terlalu gila seperti Nyx Zaighum. Gadis seperti kami suka sedikit di gombali tapi bukan berarti harus di bohongi "
Saran gadis tersebut benar-benar mujarab rupanya.
__ADS_1