
Dan demi apapun Wiraditya tidak pernah berniat menggoda, tulus bertanya dan menunggu Jawaban Queen W atas bantuan yang ditawarkan nya. Dia mengembangkan senyuman terbaiknya, menatap dalam bola mata Queen W untuk waktu yang cukup lama.
"Hmmmm," Queen W buru-buru membuang pandangannya, jawaban nya telalu simple membuat lawan bicara pasti cukup sulit mengartikan maksud nya. Tapi Wiraditya berusaha untuk memahami, menaikkan tangan nya secara perlahan ke punggung gadis yang telah menjadi istri sahnya tersebut.
"Maafkan aku." Wiraditya bicara pelan, mencoba meminta maaf atas kelancangannya yang akan menyentuh punggung istrinya.
Suara laki-laki tersebut terdengar begitu hangat dan sopan, seperti biasa suara laki-laki tersebut mampu menenggelamkan lawan bicara nya pada pesona indah dibalik wajah tampan nya. Laki-laki tersebut memang seperti itu, menjaga baik adab bicaranya dan tidak pernah meninggikan suaranya
Queen W hanya menatap laki-laki tersebut dari balik kaca dihadapannya, tidak lagi mengeluarkan suaranya atau ekspresi nya.
Wiraditya secara perlahan menyentuh resleting gaun Queen W, dia fokus pada bagian satu sisi dimana seperti nya Queen W tanpa sadar menarik banyak benangnya, membuat resletingnya tersangkut dan cukup sulit untuk di turunkan dengan baik.
"Kamu membuat beberapa bagian nya rusak, W" Refleks laki-laki tersebut menyebut nama Queen W dengan panggilan kecilnya ditengah fokus matanya tertuju pada bagian resleting gaun gadis tersebut.
__ADS_1
Queen W mengernyitkan dahinya, entahlah atas apa, bisa jadi karena panggilan Wiraditya yang memanggil nya seperti tanpa jarak dengan sebutan W atau karena kelembutan yang di ciptakan Wiraditya di antara mereka. Bagaikan teman yang tidak asing, memangkas jarak seolah-olah mereka dia manusia yang saling mengenal dengan baik.
Wiraditya memperlakukan nya layak seorang teman, bukan seperti anak buah kepada atasannya.
"Mereka tersangkut, apa harus aku potong dengan gunting saja agar bisa segera diturunkan?," Wiraditya menawarkan, cukup sulit menurunkan nya dengan cepat karena harus memutuskan beberapa benang dan membuat gerakan perlahan, itu mungkin membuat risih Queen W, dia tidak ingin menawarkan solusi lainnya, terlalu lancang dan akan di anggap mencari kesempatan.
Lagi Queen W mengernyitkan keningnya, dia mencoba menatap wajah wiraditya dibalik kaca, dimana laki-laki tersebut masih berusaha untuk menarik resletingnya kebawah dengan bersusah payah.
"No, don't do it," Tiba-tiba Queen W bicara dengan cepat, menggigit bibir bawahnya dengan cemas.
Wiraditya menaikkan kepalanya, menatap gadis tersebut untuk beberapa waktu.
"Ini akan butuh waktu lama jika aku tidak merusak nya W, kamu mungkin tidak nyaman jika aku menyentuh punggung mu terlalu lama." Wiraditya mencoba bicara, dia ingin agar gadis tersebut tahu, tidak merusaknya akan memakan waktu yang sedikit lama.
__ADS_1
Queen W terlihat berpikir sejenak, menatap gaun pengantin miliknya untuk beberapa waktu, dia menggenggam erat gaunnya secara perlahan, seolah-olah ada sesuatu yang membuat dia tidak ingin merusak gaun tersebut.
"Berhati-hatilah, ini berharga." Pada akhirnya Queen W bicara, membuang pandangannya secara perlahan.
Wiraditya tampak diam, menatap pantulan cermin yang menampilkan wajah cantik istrinya yang terlihat gelisah akan gaun tersebut.
"Berharga?!." Terbesit tanya didalam hati nya di atas pernyataan dari gadis tersebut, tapi Wiraditya mencoba untuk membuang pemikirannya.
Laki-laki tersebut buru-buru kembali menatap punggung Queen W, diamenaikkan jemari nya, mencoba untuk bergerak hati-hati mencoba membuat resleting nya turun secara perlahan, cukup sulit karena mungkin gerakan Queen W yang kurang hati-hati menbuat nya jadi semakin rumit.
"Aku akan menggigit benang nya," Setelah berkata begitu, tiba-tiba Wiraditya memajukan bibirnya, mencoba menggigit ujung benang yang membuat resleting nya tersangkut, refleks dia melakukan nya tanpa sadar jika sentuhan bibir nya pada punggung istrinya cukup mengejutkan Queen W.
Gadis itu tanpa sadar menggerakkan tubuhnya karena terkejut atas sentuhan halus dari bibir Wiraditya dipunggung halusnya, membuat dia memejamkan sejenak bola mata sembari dia mengencangkan pegangan nya pada ujung gaunnya.
__ADS_1
Adegan tersebut masih terlihat manis, dikala dua orang asing berada ditempat yang sama dan melakukan perjanjian penikahan yang tidak tahu akan berlabuh kemana perjalanan mereka.