Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Ada apa dengan istrinya


__ADS_3

Masih di mansion utama Queen W,


Kamar tidur utama,


02.54 dini hari.


Wiraditya masih terlelah dalam tidur panjangnya ketika tiba-tiba dia terkejut akan sesuatu di mana bisa didengar suara berisik bisa panjang ruangan seolah-olah suara-suara yang berbicara dalam keadaan tidak jelas. Hal tersebut awalnya membuat Wiraditya berpikir mungkin itu hanya pendengarannya yang salah hingga pada akhirnya laki-laki itu mencoba kembali menenggelamkan dirinya ke dalam tidurnya, namun nyatanya semakin lama suara tersebut semakin jelas terdengar di seluruh ruangan hingga membuat laki-laki itu langsung tersentak dari tidurnya dan bangun begitu saja.


Dia mencoba untuk menajamkan telinganya dan juga pendengarannya tersebut hingga pada akhirnya dia menyadari jika suara itu terdengar dari arah kasur milik istrinya. Wiraditya jelas aja langsung mengerutkan keningnya dia berusaha untuk menatap ke arah dimana Queen W Berada untuk beberapa waktu. Hingga akhirnya dia sadar sang istri tidak dalam keadaan baik-baik saja membuat laki-laki tersebut spontan bangun dari posisi tidurnya dengan cepat dan berusaha untuk mendekati Queen W tanpa berpikir dua tiga kali.


Queen W Seolah-olah tenggelam dalam alam berbeda, berusaha menggapai satu titik terang yang sangat rumit, dia mengigau dengan tubuh bergetar, air matanya keluar dengan deras di iringi oleh keringat yang bercucuran di ruangan AC yang dingin dini hari. Mulut gadis tersebut terus mengeluarkan suara-suara berisik yang terus memecah keheningan.


"Tidak....mommy.. daddy.."


"Paman...paman...bantu aku .."


"Monster.... monster..."


"No..please... aku akan jadi anak yang baik...no please..."

__ADS_1


"Sakit .... paman... bibi...jangan sakiti aku.."


"Tidak, aku tidak membunuhnya, aku tidak membunuhnya..."


Wiraditya mencoba untuk membangunkan Queen W yang terus mengeluarkan suara-suara anehnya, raut wajah penuh ketakutan ditampilkan dari balik wajah cantik tersebut, Wiraditya mengerutkan keningnya saat melihat sebuah tali terhubung dengan tangan istrinya, dia pikir kenapa ada tali disana?. Dia mencoba menepuk-nepuk wajah Queen W untuk beberapa waktu namun tidak berhasil membangunkan gadis tersebut.


Tiba-tiba dari arah balik pintu masuk terdengar seseorang mendobrak masuk dengan sedikit paksa, sang bibi pelayan masuk dengan panik dan tergesa-gesa.


"Bi?." Wiraditya panik, takut wanita tua tersebut salah paham, berpikir jika dia ingin berbuat tidak senonoh pada istrinya sendiri.


Alih-alih peduli jalan pikiran Wiraditya, sang bibi yang masuk diikuti putranya, bergegas mendekati Queen W.


Kemudian dia bergerak mendekati Wiraditya dan Queen W.


"Maafkan saya tuan." Dia meminta izin, meraih tubuh nona mudanya.


Wiraditya menyingkir, membiarkan wanita tersebut melakukan apapun yang harus dilakukan. Wanita itu mengendurkan bagian pakaian yang digunakan Queen W, dia bahkan menarik kaki nona mudanya dan melepaskan gelang kaki serta apapun yang melekat ditubuh nona nya dengan tergesa-gesa, menarik tali yang mengikat tangan nya dengan cepat kemudian langsung mencoba membisikkan sesuatu ke balik telinga Queen W yang tidak Wiraditya pahami apa, laki-laki tersebut panik tidak tahu apa yang terjadi pada istrinya, dia baru kali ini melihat Queen W jadi seperti itu.


Selang beberapa waktu Queen W terjaga, air mata telah membasahi seluruh wajahnya, gadis tersebut memeluk erat sang bibi pelayan, terlihat pucat dan gemetaran.

__ADS_1


"Ini hanya mimpi, nona." Bisik sang pelayan sambil menepuk-nepuk punggung Queen W penuh dengan kasih sayang.


"Aku tidak membunuhnya bi."Masih dalam posisi belum tersadar Queen W bicara, memejamkan bola matanya dalam kondisi ketakutan


"Tentu saja tidak, anda tidak membunuhnya nona, itu semua hanya mimpi." Jawab wanita tersebut pelan sambil menepuk-nepuk punggung gadis tersebut.


Wiraditya membeku, menatap kearah istrinya untuk beberapa waktu. Ucapan Queen W yang terakhir menbuat dia gamang, tapi kadang Queen W menbuat dia cukup kehilangan kata-kata.


Baru kali ini melihat betapa lemahnya seorang gadis sekelas Queen Wilhelmina dalam sifat dingin dan diamnya. Sejenak bola nata Wiraditya menatap kearah kaki Queen W, Seolah-olah sadar akan sesuatu, dipergelangan kaki yang sering menggunakan gelang kaki indahnya terdapat sebuah bekas luka yang terlihat samar-samar mengelilingi seluruh bagian lingkaran pergelangan kakinya.


Itu bukan luka biasa, seperti luka besar karena terjerat sesuatu yang menyisakan bekas yang tidak kunjung sembuh. Seketika jutaan tanya menghantam pemikiran Wiraditya.


Ada apa dengan istrinya tersebut sebenarnya?!.


Ditengah pemikiran yang menghantam nya, putra bibi pelayan membawa sebuah botol obat dengan gerakan tergesa-gesa, memberikan obat tersebut pada ibu nya dan segelas air minum pada wanita tersebut.


"Apa aku perlu memanggilkan dokter Arch, bu?." Bisik putra nya pelan.


Alih-alih menjawab, wanita tua itu hanya meletakkan jari telunjuk nya di bibir agar putranya tidak melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Seolah-olah mengerti kode dari ibunya, laki-laki remaja yang Wiraditya perkiraan masih duduk di bangku SMA tersebut patuh dan tidak melanjutkan kata-katanya.


__ADS_2