
Bukankah ini terlalu kebetulan?, mereka memiliki kalung yang sama?. Dia tidak menemukan kalung milik ayahnya setelah peristiwa malam itu.
"Apa yang terjadi pada ayah, bu?." Air mata Wiraditya kecil masih basah memenuhi seluruh permukaan pipi nya, aroma rumah sakit membuat dia membenci nya.
Ibunya tidak menjawab, hanya menghapus lembut air mata Wiraditya.
"Tahu bagaimana perjuangan Ultraman atau power rangers?." Ibu nya melesatkan tanya pada putranya tersebut.
Wiraditya menganggukan kepalanya perlahan.
"Ayah pejuang seperti mereka hmmmm, ayah kita ayah yang hebat." Bisik ibu nya perlahan.
"Dia menyelamatkan gadis kecil yang malang dari ancaman musuh-musuh power rangers dan Ultraman." Lanjut ibunya lagi.
Meskipun sebenarnya itu kalimat penghibur, dia tahu ibunya menangis didalam diam, memeluk erat tubuh nya dan mencoba untuk tidak mengeluarkan Isak tangisan nya.
Gadis kecil?!.
Wiraditya masih sempat melirik kearah satu kumpulan Keluarga yang histeris melihat seorang gadis kecil didorong oleh para dokter dengan branker dorong yang memekakkan telinga, pakaian gadis kecil tersebut berlumuran darah, tidak sadarkan diri entah kenapa.
__ADS_1
Bola mata mereka masih sempat bertemu tadi di bagian pintu depan rumah sakit, bola mata indah yang membuat dia gelisah.
Wiraditya merasa jantungnya tidak baik-baik saja.
"Ini tidak mungkin kebetulan bukan?." Dia meneteskan air mata nya, menatap kearah Queen W yang masih bergelut pada mimpi buruknya, gadis tersebut masih terus meracau dalam balutan keringat yang membasahi seluruh permukaan wajah cantik nya.
Laki-laki tersebut berusaha untuk kembali melonggarkan apapun yang bisa dia lakukan, menyambar obat dan air minum, dia bingung bagaimana cara memberikan obat pada istrinya, berkali-kali memaksakan nya masuk tapi tidak kunjung berhasil ditelan Queen W.
Apakah dia membutuhkan bantuan seseorang?, apa dia harus menggedor pintu kakak ipar nya di jam segini?, atau dia harus memanggil petugas hotel?.
"Tidak, please berikan aku jalan bagaimana cara melakukan nya, W jangan menakuti ku, W katakan pada ku apa yang harus aku lakukan?, sayang buka matamu." Ini untuk pertama kalinya dia takut kehilangan seseorang selain anggota keluarga nya sendiri.
"Paman....paman....bangun..." Queen W histeris, menatap seorang laki-laki yang memeluk erat dirinya, menyelamatkan dia dari hantaman mobil tronton besar di sisi kanan nya tadi.
Laki-laki tersebut menjadikan dirinya pakaian pelindung, memeluknya erat dan menahan kepalanya agar tidak terbentur ke aspal. Darah segar bercucuran di seluruh permukaan wajah laki-laki tersebut, dari mulut dan hidung.
"Paman...paman...."
Alih-alih menjawab laki-laki tersebut hanya mengulas senyuman terbaiknya, masih memeluk Queen W di jalanan aspal yang entah tidak lagi Queen W bisa rasakan rasanya. Laki-laki tersebut meraih kalung ditangan nya dengan tangan bergetar, suaranya nyaris tidak sanggup keluar.
__ADS_1
"Sampaikan maaf paman pada putra paman." Suara itu bergetar, menatap Queen W digelap nya bawah langit malam, hujan rintik mulai membasahi bumi.
Putranya, yah laki-laki tersebut sempat bercerita didalam sana saat mencoba untuk membawa nya keluar, dia punya anak laki-laki yang usianya tidak jauh berbeda dengan dirinya. Paman itu ingin memberikan nya hadiah ulang tahun terindah, sebuah pesawat terbang impiannya.
Queen W menangis, menyentuh wajah laki-laki tersebut sambil terisak, masih menyisakan rasa takut dan panik juga berbagai macam rasa di dalam dirinya.
"Jangan pergi, paman harus memberikan nya sendiri pada nya-," Queen W terisak, menangis histeris ditengah hujan yang mulai mengeras.
"Maafkan mereka, paman minta maaf atas nama mereka, nak.". Entah berapa ratus kali bibir laki-laki tersebut berkata maaf untuk para penculik nya.
Setelah itu bola mata laki-laki tersebut tertutup secara perlahan.
Queen W histeris, dia menangis histeris meminta laki-laki tersebut bangun dari tidurnya yang tiba-tiba.
"Tidak.......tidak... paman....mommy.....akhhhhhh."
Wiraditya masih berpikir dengan keras bagaimana cara memberikan obat nya, dia kalap, dia khilaf, memasukkan sendiri obat tersebut kedalam mulutnya, kemudian memaksakan diri untuk memberikan nya ke mulut istrinya.
Mereka pasangan halal bukan?, begini bukan masalah pikir nya.
__ADS_1