Suami Kontrak Nona Crazy Rich

Suami Kontrak Nona Crazy Rich
Rencana ibu Amanda


__ADS_3

Wajah gadis tersebut masih memerah, dia tidak mengeluarkan suaranya dan mencoba kembali menikmati makanan nya secara perlahan ketika Wiraditya berbalik kemudian dia mengambil makanan lainnya. kemudian laki-laki tersebut kembali berbalik menatap ke arah Queen W.


"Apakah kita akan langsung kembali ke hotel?, atau kamu memiliki tujuan tempat lain yang ingin kamu datang setelah ini, W?,". Wiraditya bertanya kepada istrinya tersebut di mana dia menatap dalam bola mata Queen W untuk beberapa waktu.


Mendapatkan pertanyaan dari Wiraditya membuat Queen W terlihat diam, dia menatap balik bola mata laki-laki tersebut untuk beberapa waktu, di beberapa detik kemudian gadis tersebut memilih menundukkan pandangannya, seolah-olah tersirat kegelisahan dibalik wajah nya.


"Bukan masalah jika ada tempat yang ingin dikunjungi, aku akan menemani kamu untuk pergi." Lanjut Wiraditya lagi.


"Aku belum memikirkan nya," pada akhirnya Queen W menjawab pelan.


"Benarkah?, biasanya ada tempat yang menjadi tempat favorit para gadis dan bahkan terkadang seorang gadis ini mendatangi suatu tempat ketika mereka berlibur." laki-laki itu selalu berusaha untuk mencairkan suasana, memangkas jarak di antara mereka bagaimanapun caranya.


"Entahlah aku tidak berpikir untuk mendatangi tempat manapun saat ini." Kembali gadis tersebut menjawab, mencoba membuang pandangannya secara perlahan


Wiraditya diam sejenak, dia menatap gadis itu untuk beberapa waktu kemudian laki-laki tersebut mulai melahap kembali makanan yang ada di tangan nya. Laki-laki tersebut mengehela pelan nafasnya, dia pikir kadang sangat sulit sekali bicara dengan Queen W, membuat dia berpikir kenapa sangat sulit sekali untuk berkomunikasi dengan gadis tersebut. Jika bukan dia yang memulainya Queen W nyaris tidak pernah mengeluarkan sedikitpun suaranya.


Kadang Wiraditya sendiri bingung harus memulai percakapan seperti apa, melanjutkan nya bagaimana dan mengakhiri nya seperti apa. Menghadapi karakter Queen W jelas bukan perkara mudah. Terlalu rumit dan sulit, nyaris tidak bisa ditebak sama sekali dalam pemikirannya saking datarnya gadis tersebut yang jelas tidak sama dengan rata-rata gadis yang pernah dikenal oleh dirinya.


Sejauh Wiraditya mengenal beberapa gadis didalam hidup nya, para gadis rata-rata suka bicara, sangat aktif dan cukup cekatan, mereka suka bercerita tentang banyak hal atau berbagi tentang banyak hal.


Tapi nyatanya tidak berlaku untuk Queen W, dia harus mati-matian mencari cara untuk memantas jarak diantara mereka dan membuat obrolan yang mengalir seperti air, karena itu menurut Wiraditya tidak heran jika banyak laki-laki yang mungkin mulai jenuh dan bosan pada hubungan mereka mengingat bagaimana karakter gadis tersebut.

__ADS_1


Wiraditya secara perlahan menghabiskan sisa kunyahan terakhirnya hingga pada akhirnya dia mengingat tentang sesuatu dan seketika laki-laki itu fikir mungkin ini waktunya dia menanyakan hal tersebut atas rasa penasarannya yang cukup tinggi.


"Ngomong-ngomong." Dan dia mencoba untuk membuka suaranya kembali, laki-laki itu menoleh ke arah Queen W sejenak, dia mencoba untuk mengatur nafasnya untuk beberapa waktu kemudian kembali berkata.


"Aku cukup penasaran sejak malam kemarin, aku sebenarnya ingin menanyakan nya sejak pagi tadi tapi kesempatan sulit sekali datang untuk aku bisa mempertanyakan hal ini," pada akhirnya Wiraditya bicara secara perlahan.


Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki di sampingnya itu membuat Queen W mengernyitkan dahinya.


"Ya?." Dia bertanya cepat.


"Ini soal kalung -," dan Wiraditya bicara sambil mencoba meneliti leher istrinya.


Disisi lain,


Kediaman Keluarga Amanda.


Gadis tersebut sama sekali tidak ingin keluar dari kamarnya sejak dia tiba di rumah, dia memilih untuk mengurung dirinya ke dalam kamar dan bahkan tidak ingin keluar sama sekali dari sana. Perasaan gadis tersebut tidak dalam keadaan baik-baik saja ketika dia tahu soal kenyataan jika ibunya lah yang memerintahkan wiraditya untuk berhenti mengharapkan dirinya meninggalkan dirinya.


Dulu dia berharap setelah menyelesaikan kuliahnya dan bekerja, dia akan dilamar oleh wiraditya dan mereka mulai merajut masa depan bersama, ada banyak sekali harapan yang dia miliki bersama laki-laki tersebut, makanya dia berharap bisa menua bersama Wiraditya. Namun nyatanya harapan tinggal harapan dan dia sama sekali tidak pernah berpikir jika akan menikah dengan orang lain setelah dia menyelesaikan kuliahnya dan diterima di tempat kerja yang dia impikan.


Dia cukup tidak menyangka jika orang yang menghancurkan impiannya adalah ibunya sendiri, orang yang begitu dia percaya dan begitu dia sayang dan hal itu jelas saja membuat dia sangat kecewa setengah mati.

__ADS_1


Seharian ini dia memilih berada di kamarnya dan melepaskan tangisan yang tidak ingin berhenti, jutaan kekecewaan serta kesedihan jelas menghantam dirinya bahkan dia pikir dia seolah-olah sama sekali tidak memiliki lagi semangat untuk hidup kedepannya dan rasanya ingin dia mengakhiri semua keadaan ini.


Bola matanya jelas lama merah dan membengkak sejak tadi karena tangisan yang terus pecah di dalam diam.


Di luar sana bisa dia dengar ketukan demi ketukan dan gedoran demi gedoran yang terjadi di pintu kamar nya yang diberikan oleh sang ibu dan ayahnya secara bergantian, kedua orang tuanya jelas cukup khawatir dengan dirinya tapi nyatanya dia sama sekali tidak tertarik untuk membuka pintu kamar tersebut dan memilih untuk tetap berada di dalam kamar tenggelam dalam kesedihannya.


"Amanda please, dengarkan mama." suara mamanya terdengar penuh dengan permohonan di luar sana, terus mengetuk pintu agar putrinya tersebut membukakan pintunya.


"Mama mohon buka pintunya dan Mari diskusikan bersama, tolong Amanda, mama benar-benar minta maaf atas semuanya." wanita tersebut terus bicara dan memohon kepada putrinya itu, berharap Amanda tidak berlaku nekat di dalam sana mengingat bagaimana khawatirnya dirinya soal putrinya tersebut.


Tidak diapungkiri mungkin saja putrinya cukup merasa tertekan atas berita pernikahan Wiraditya, di mana laki-laki tersebut adalah sosok yang begitu dicintai putrinya dan begitu diharapkan oleh Amanda sejak dia masih sekolah SMA hingga hari ini.


Amanda sama sekali tidak ingin menyahut ucapan ibunya, dia lebih memilih untuk menekuk kan kedua belah kakinya dan membiarkan keningnya berada di kedua belah lututnya, dia menenggelamkan wajahnya di sana. Amanda lebih tertarik untuk melepaskan kemarahan dan juga tangisannya ketimbang bertemu dengan ibunya yang membuatnya sangat membenci wanita tersebut.


"please Amanda, dengarkan mama baik-baik, Mari kita bicara tentang wiraditya dan mari mengambil kembali apa yang kamu inginkan saat ini dari putri Hillatop." Dan tiba-tiba saja wanita tersebut berkata seperti itu sembari merapatkan pendengarannya di daun pintu.


Saat Amanda mendengar apa yang diucapkan oleh ibunya seketika membuat gadis tersebut langsung mendengarkan kepalanya secara perlahan dan menatap ke arah daun pintu yang masih tertutup rapat.


"Kau masih punya kesempatan untuk mendapatkan kembali Wiraditya dan merebutnya dari gadis tersebut." Lanjut wanita itu lagi tiba-tiba.


Dan percayalah mendengar apa yang diucapkan ibunya membuat Amanda seketika terdiam sembari mengernyit kan kening nya. Dia pikir apa maksud dari ibu nya?!.

__ADS_1


__ADS_2